Urban Farming Jadi Sarana Baru BRI Dorong Ekonomi Perempuan
- BRI dorong pemberdayaan perempuan lewat urban farming BRInita. Program ini buka peluang penghasilan dan perkuat ketahanan pangan keluarga.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperkuat peran perempuan dalam ekonomi lewat program urban farming BRInita.
Inisiatif CSR ini tidak hanya menyasar isu pemberdayaan, tetapi juga menyentuh ketahanan pangan dan ekonomi rumah tangga di kawasan perkotaan.
Di tengah tekanan biaya hidup dan keterbatasan lahan di kota, program seperti ini menjadi relevan karena membuka sumber pendapatan alternatif berbasis komunitas.
Urban Farming Jadi Mesin Ekonomi Baru
Melalui program BRInita, BRI Peduli membangun fasilitas seperti greenhouse yang mendukung tiga model urban farming, vertikultur, hidroponik, dan wall gardening. Model ini dirancang agar bisa berjalan di lahan sempit, bahkan di lingkungan padat penduduk.
Tanaman yang dikembangkan tidak sekadar untuk konsumsi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi seperti sayuran, buah, hingga tanaman obat keluarga. Artinya, program ini tidak berhenti di aspek sosial, tetapi masuk ke rantai ekonomi mikro.
BRI juga melengkapi program dengan pelatihan, pendampingan, hingga monitoring agar hasil panen bisa diolah dan memiliki nilai tambah.
Fokus Perempuan dan Ketahanan Pangan
Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan, BRInita mendorong perempuan lebih aktif dalam penguatan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan lahan terbatas dan pengelolaan hasil panen. “Program ini menjadi wadah positif yang diharapkan dapat mendorong kesejahteraan perempuan,” ujarnya.
Pendekatan ini penting karena perempuan sering menjadi pengelola keuangan rumah tangga. Ketika akses ekonomi mereka meningkat, dampaknya langsung terasa pada stabilitas keluarga.

Skala dan Dampak Program
Sejak diluncurkan pada 2022, BRInita telah menjangkau:
- 40 kelompok di 40 titik ruang terbuka hijau
- 1.351 penerima manfaat
- Kontribusi 47 persen terhadap peningkatan IPM peserta
Dari sisi lingkungan dan produksi:
- 25.828 tanaman sayuran
- 12.120 liter pupuk organik cair
- 2.315 liter eco enzyme
- 645,7 kg CO2-eq efisiensi emisi
Angka ini menunjukkan program tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga menyentuh aspek keberlanjutan dan ekonomi sirkular.
Bukan Sekadar CSR, Tapi Model Ekonomi Mikro
Program seperti BRInita memberi sinyal perubahan arah CSR dari sekadar bantuan menjadi model pemberdayaan berbasis ekonomi.
Bagi BRI, ini memperkuat positioning sebagai bank yang dekat dengan segmen UMKM dan komunitas akar rumput. Bagi masyarakat, terutama perempuan, program ini membuka peluang:
- tambahan penghasilan dari lahan terbatas
- penguatan ketahanan pangan keluarga
- akses ke ekosistem pelatihan dan pasar
Dalam konteks lebih luas, urban farming berpotensi menjadi solusi di kota besar yang menghadapi kombinasi masalah harga pangan, keterbatasan lahan, dan pengangguran terselubung.
BRInita menunjukkan pemberdayaan perempuan bisa dikaitkan langsung dengan ekonomi riil. Ketika program sosial dikemas sebagai aktivitas produktif, dampaknya tidak hanya terasa di individu, tetapi juga ke ketahanan pangan dan ekonomi lokal.

Chrisna Chanis Cara
Editor
