Tren Ekbis

Trimegah Optimistis Pasar Obligasi Tetap Kuat, Pipeline Penerbitan Masih Ramai

  • PT Trimegah Sekuritas melihat pasar obligasi tetap stabil di tengah tekanan pasar saham. Pipeline penerbitan obligasi juga masih cukup kuat.
Peluncuran Trimegah - Panji 5.jpg

JAKARTA, TRENASIA.ID - PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) melihat pasar obligasi tetap menunjukkan ketahanan di tengah kondisi pasar saham yang masih dibayangi volatilitas.  Perseroan menyebut minat terhadap instrumen obligasi, termasuk penawaran umum perdana (IPO) obligasi, masih terjaga bahkan mencatat pertumbuhan sepanjang tahun berjalan (year to date).

Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, Anung Rony Hascaryo, mengatakan kondisi pasar saham saat ini memang memengaruhi aktivitas IPO ekuitas. Namun, kondisi berbeda terjadi di pasar obligasi yang dinilai masih stabil.

"Kalau di saham itu pasti terpengaruh kondisi market seperti sekarang. Tapi surprisingly, kalau di obligasi masih stabil. Bahkan bisnis IPO obligasi yang kami tangani justru meningkat secara year to date," ujar Anung dalam keteranganya kala peluncuran Trimegah+ di Jakarta, Selasa, 27 Juli 2026.

Meski pasar saham menghadapi tekanan, Anung menegaskan belum ada emiten yang memutuskan menunda rencana penawaran saham perdana (IPO) karena kondisi pasar. Menurutnya, pembahasan dengan calon emiten masih terus berlangsung dan lebih menyesuaikan momentum yang tepat.

"Sebenarnya bukan menunda. Diskusi dengan emiten terus berjalan. Mereka tentu ingin mendapatkan harga yang terbaik, jadi lebih melihat timing. Sejauh ini belum ada yang benar-benar menunda IPO," katanya.

Baca juga : Tren Negatif Lanjut, 1 Dolar AS Berapa Rupiah Hari Ini 29 Juli 2026?

Ia menambahkan, pipeline obligasi yang dimiliki Trimegah juga masih cukup kuat. Sejumlah emiten masih melanjutkan proses penerbitan obligasi, baik melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) maupun penerbitan baru yang masih menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kalau di obligasi masih cukup banyak pipeline kami. Ada emiten yang menggunakan skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB), ada juga yang masih menunggu efektif dari OJK sebelum bisa kami umumkan," ujarnya.

Trima+ Hadir dengan Fitur Obligasi yang Lebih Lengkap

Optimisme terhadap pasar obligasi tersebut sejalan dengan peluncuran versi terbaru aplikasi investasi digital Trima+ yang dilakukan Trimegah pada Selasa, 28 Juli 2026.

Pembaruan aplikasi ini ditujukan untuk menghadirkan pengalaman investasi yang lebih sederhana, terintegrasi, dan sesuai dengan kebutuhan investor modern. Melalui Trima+, investor kini dapat mengakses saham, reksa dana, dan obligasi dalam satu platform.

Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, Anung Rony Hascaryo, mengatakan kebutuhan investor saat ini tidak lagi hanya sebatas kemudahan bertransaksi. "Melalui Trima+, kami ingin menghadirkan pengalaman investasi yang lebih sederhana, terintegrasi, dan dapat mendukung investor dalam setiap tahap investment journey mereka," kata Anung.

Selain menghadirkan tampilan antarmuka (UI/UX) yang lebih modern dan proses pembukaan rekening (In-App Registration) yang lebih praktis, Trima+ juga membawa fitur baru berupa transaksi obligasi.

Baca juga : Trimegah Rilis Trima+, Platform Investasi Saham dan Obligasi

Melalui aplikasi tersebut, investor ritel kini dapat membeli obligasi korporasi, Surat Berharga Negara (SBN), hingga obligasi pasar sekunder secara digital. Trimegah mengklaim menjadi perusahaan sekuritas pertama di Indonesia yang menyediakan layanan pembelian IPO obligasi korporasi secara online melalui aplikasi. 

Selain itu, Trima+ juga menjadi platform pertama yang menghadirkan mekanisme Bid & Offer pada transaksi obligasi pasar sekunder, sehingga investor dapat menentukan sendiri harga beli maupun harga jual sesuai target investasi.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai lebih dari 28,9 juta Single Investor Identification (SID) per Juni 2026. Namun, investor obligasi baru sekitar 5,32%, sehingga Trimegah menilai pasar obligasi ritel masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.

Sebagai Primary Dealer dan Mitra Distribusi Surat Berharga Negara (SBN), nilai transaksi SBN yang difasilitasi Trimegah sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp1,2 triliun, memperkuat posisi perseroan di pasar instrumen pendapatan tetap.