Tren Ekbis

Tren Investasi Hijau Naik, Gen Z Jadi Motor Utama

  • Data Morgan Stanley menunjukkan 88% investor tertarik ESG. Gen Z diproyeksikan mendorong arus dana berkelanjutan secara global.
esg-1.jpg
ESG (Corners)

JAKARTA TRENASIA.ID - Tren investasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) semakin menguat di pasar global. Data makro menunjukkan  nvestasi berkelanjutan tidak lagi menjadi ceruk (niche), melainkan telah menjadi arus utama di kalangan investor individu maupun institusi.

Riset Morgan Stanley yang dipublikasikan melalui Morningstar dikutip TrenAsia, Jumat 13 Februari 2025 menunjukan sebanyak 88 % investor individu global tertarik pada sustainable investing. Angka ini menjadi baseline penting yang menunjukkan bahwa preferensi terhadap instrumen berbasis keberlanjutan telah meluas secara signifikan.

Tidak hanya di level individu, minat tersebut juga tercermin pada pemilik aset besar. Sebanyak 86 persen asset owners berencana menambah alokasi dana ke investasi berkelanjutan dalam dua tahun ke depan.]

Hal ini menjadi indikator positif meskipun muncul sentimen anti-ESG di Amerika Serikat, permintaan riil terhadap produk investasi berkelanjutan tetap bertumbuh.

Baca juga : Tren Jual Cepat Properti Naik, Peluang Investor Muda?

Faktor lain yang memperkuat tren ini adalah perpindahan kekayaan antargenerasi. Laporan Forbes dan Cerulli Associates menyebutkan bahwa Gen Z diperkirakan akan mewarisi sekitar 15 triliun dolar AS dari total 84 triliun dolar AS transfer kekayaan hingga 2045.

Aliran modal besar ini dinilai menjadi “bahan bakar” utama pergeseran preferensi investasi global. Dengan karakteristik nilai yang berbeda dari generasi sebelumnya, Gen Z diperkirakan akan mendorong arus dana lebih besar ke instrumen yang memperhatikan aspek etika, transparansi, dan dampak sosial-lingkungan.

Gen Z Lebih Value-Driven dalam Investasi

Sejumlah literatur akademis mengonfirmasi bahwa Generasi Z (lahir 1997–2012) memiliki komitmen lebih kuat terhadap keberlanjutan dibanding generasi sebelumnya.

Studi sistematis yang dipublikasikan dalam Future Business Journal menyimpulkan bahwa Gen Z menunjukkan komitmen yang lebih tinggi terhadap konsumsi etis, transparansi perusahaan, serta praktik keberlanjutan. Mereka secara alami lebih condong pada investasi berbasis ESG dibandingkan generasi Milenial.

Penelitian tersebut juga membandingkan konteks budaya Timur dan Barat. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai-nilai sosiokultural menjadi determinan utama dalam pengambilan keputusan investasi di kedua wilayah. Artinya, preferensi berbasis nilai bukan sekadar tren regional, melainkan fenomena lintas budaya.

Komitmen Gen Z terhadap keberlanjutan tidak berhenti pada preferensi investasi. Survei yang dipublikasikan laman Asia Insurance View menunjukkan 83 % Gen Z di Singapura setuju bahwa mendukung kelompok rentan merupakan esensi masyarakat berkelanjutan. Sebanyak 81 % percaya bahwa mereka mampu menciptakan dampak positif di komunitasnya.

Baca juga : Tren Jual Cepat Properti Naik, Peluang Investor Muda?

Menariknya, 74 % Gen Z tercatat berpartisipasi dalam aksi komunitas atau lingkungan. Angka ini lebih tinggi dibanding generasi yang lebih tua dalam konteks aksi kolektif. Generasi sebelumnya cenderung unggul dalam aksi individual seperti daur ulang atau penggunaan tas belanja ulang.

Data ini menunjukkan pergeseran pendekatan, jika generasi terdahulu lebih fokus pada perubahan perilaku pribadi, Gen Z cenderung menekankan perubahan sistemik dan kolektif, termasuk melalui jalur investasi.

Meski memiliki tingkat kesadaran tinggi, terdapat kesenjangan antara awareness dan action dalam praktik sehari-hari. Sebanyak 60 persen Gen Z mengaku sadar penuh terhadap isu sustainability, lebih tinggi dibanding 42 persen Milenial dan 31 persen Baby Boomer. 

Namun, dalam praktik aksi harian seperti membawa tas belanja sendiri atau mendaur ulang, partisipasi mereka justru lebih rendah dibanding generasi Boomer dan Gen X.

Interpretasi dari fenomena ini menunjukkan bahwa Gen Z mungkin memandang perubahan struktural seperti kebijakan publik, tata kelola perusahaan, dan alokasi investasi, sebagai cara yang lebih efektif untuk menciptakan dampak besar dibanding perubahan perilaku individu semata.

Baca juga : Tren Jual Cepat Properti Naik, Peluang Investor Muda?

Kombinasi antara minat investor global yang tinggi, rencana peningkatan alokasi dana oleh pemilik aset, serta pergeseran kekayaan ke generasi yang lebih value-driven memperkuat posisi ESG sebagai arus utama pasar keuangan.

Dengan Gen Z sebagai motor penggerak dan transfer kekayaan besar yang sedang berlangsung, investasi berkelanjutan berpotensi menjadi fondasi utama arsitektur keuangan global dalam dua dekade mendatang.