Siapa Penguasa Pasar Kopi Kemasan di Indonesia?
- PT Santos Jaya Abadi masih menjadi penguasa pasar kopi kemasan Indonesia lewat Kapal Api, Good Day, hingga ABC Susu. Simak peta persaingan industrinya.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - PT Santos Jaya Abadi masih menjadi penguasa pasar kopi kemasan di Indonesia. Perusahaan di balik merek Kapal Api tersebut menguasai pangsa pasar terbesar di industri kopi ritel nasional melalui portofolio produk yang mencakup Kapal Api, Good Day, ABC Susu, hingga Excelso.
Dominasi tersebut menjadikan Santos Jaya Abadi sebagai pemain terbesar di tengah persaingan ketat industri kopi Indonesia yang terus berkembang, baik pada segmen kopi bubuk, kopi instan, kopi susu, maupun white coffee.
Lalu, siapa sebenarnya penguasa pasar kopi kemasan di Indonesia, bagaimana peta persaingannya, dan mengapa Kapal Api masih sulit digeser?
Siapa Pemimpin Pasar Kopi Kemasan di Indonesia?
Berdasarkan berbagai laporan industri hingga 2025, PT Santos Jaya Abadi merupakan perusahaan kopi kemasan dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia berdasarkan nilai penjualan ritel.
Beberapa riset industri menunjukkan perusahaan ini menguasai sekitar 43,1% hingga lebih dari 50% pangsa pasar, tergantung metode penghitungan dan kategori produk yang digunakan. Dominasi tersebut tidak hanya berasal dari satu merek, tetapi didukung oleh strategi multi-brand yang menyasar berbagai segmen konsumen.
Portofolio merek Santos Jaya Abadi meliputi:
- Kapal Api
- Good Day
- ABC Susu
- Excelso
- Kapal Api Signature
- berbagai varian kopi instan dan kopi bubuk lainnya
Strategi ini membuat perusahaan mampu menjangkau konsumen dari berbagai kelompok usia, tingkat pendapatan, hingga preferensi rasa.
Jika dilihat berdasarkan merek, persaingan industri kopi kemasan sebenarnya cukup ketat. Data pasar Top Brand Index tahun 2024 menunjukkan lima merek terbesar memiliki pangsa pasar yang relatif berdekatan, yakni:
- Luwak White Koffie - 14,7%
- Torabika - 12,8%
- Kapal Api - 12,8%
- ABC Susu - 12,6%
- Good Day - 12,5
Menariknya, empat dari lima merek terbesar tersebut berasal dari dua kelompok perusahaan besar, yakni Santos Jaya Abadi dan Mayora Group. Artinya, meskipun pangsa tiap merek terlihat berimbang, kekuatan sesungguhnya berada pada perusahaan yang memiliki banyak merek sekaligus.
Memasuki semester pertama 2025, persaingan mulai berubah. Data industri menunjukkan Kapal Api berhasil memperbesar pangsa pasar hingga sekitar 18,4%, menjadikannya merek kopi kemasan terbesar di Indonesia.
Kenaikan tersebut memperlihatkan loyalitas konsumen terhadap merek lokal masih sangat kuat meskipun produsen multinasional terus memperluas penetrasi pasar.

Mengapa Santos Jaya Abadi Sulit Digeser?
Keunggulan Santos Jaya Abadi tidak hanya berasal dari popularitas merek Kapal Api. Perusahaan memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang membuat posisinya sulit disaingi.
1. Portofolio Produk Sangat Lengkap
Berbeda dengan sebagian kompetitor yang hanya kuat pada satu kategori, Santos Jaya Abadi memiliki produk hampir di seluruh segmen. Mulai dari kopi bubuk tradisional, kopi instan, kopi susu, white coffee, hingga kopi premium. Strategi tersebut memungkinkan perusahaan mempertahankan konsumen pada berbagai kelompok usia.
2. Distribusi Nasional
Produk Kapal Api dapat ditemukan hampir di seluruh kanal penjualan. Mulai dari warung tradisional, minimarket, supermarket, grosir modern, marketplace, hingga hotel dan restoran. Jaringan distribusi yang luas menjadi salah satu penghalang terbesar bagi pemain baru.
3. Kekuatan Merek
Kapal Api merupakan salah satu merek kopi paling dikenal di Indonesia selama puluhan tahun. Brand awareness yang tinggi membuat biaya akuisisi pelanggan relatif lebih rendah dibanding pesaing baru.
4. Inovasi Produk
Selain mempertahankan kopi klasik, perusahaan terus meluncurkan berbagai varian baru untuk mengikuti perubahan preferensi konsumen, termasuk kopi susu, kopi rendah gula, dan minuman siap saji.
Meskipun menjadi pemimpin pasar, Santos Jaya Abadi menghadapi persaingan yang semakin ketat. Beberapa kompetitor utama antara lain,
- Mayora Indah melalui Torabika yang masih menjadi salah satu pemain terbesar di segmen kopi instan dan white coffee.
- Wings Food dengan merek TOP Coffee yang terus memperluas pangsa pasar melalui strategi harga yang kompetitif dan distribusi yang agresif.
- Nestlé melalui Nescafé tetap menjadi pemain penting, khususnya di segmen kopi instan premium dan kopi internasional.
- Produsen lokal seperti Luwak White Koffie juga masih mempertahankan posisi kuat di kategori white coffee.
Kondisi Industri Kopi Indonesia dan Penguasa Pasar Kopi
Prospek industri kopi nasional masih sangat menjanjikan. Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia, sekaligus salah satu pasar konsumsi kopi dengan pertumbuhan tercepat di Asia.
Nilai pasar kopi Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai US$11,58 miliar, didorong oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga, pertumbuhan kelas menengah, serta tren minum kopi di kalangan generasi muda.
Di sisi lain, Indonesia juga memiliki sekitar 461.991 kedai kopi pada 2025, menjadikannya salah satu negara dengan jumlah coffee shop terbanyak di dunia. Pertumbuhan kedai kopi tersebut turut meningkatkan budaya konsumsi kopi dan berdampak positif terhadap penjualan kopi kemasan karena semakin banyak konsumen yang mengenal berbagai jenis biji kopi dan metode penyeduhan.
Bila ditanya siapa penguasa pasar kopi kemasan Indonesia? Jawaban singkatnya adalah PT Santos Jaya Abadi. Perusahaan ini masih menjadi pemimpin pasar kopi kemasan berkat kombinasi portofolio merek yang luas, distribusi nasional, kekuatan merek Kapal Api, serta kemampuan berinovasi mengikuti perubahan selera konsumen.
Meski demikian, persaingan diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa tahun mendatang seiring agresivitas Mayora, Wings Food, Nestlé, hingga munculnya berbagai merek kopi premium lokal. Bagi pelaku industri, kemampuan menghadirkan inovasi produk, menjaga kualitas, dan memperluas distribusi akan menjadi faktor utama dalam memperebutkan pasar kopi Indonesia yang terus bertumbuh.

Muhammad Imam Hatami
Editor
