Tren Ekbis

Saham BBRI Naik 8,1 Persen Sebulan, Intip Kinerjanya

  • BRI mencatat laba Rp31,2 triliun pada semester I 2026, tumbuh 17,5%. Saham BBRI naik 8,1% sebulan, tetapi masih terkoreksi 12,8% secara ytd.
WhatsApp Image 2026-04-22 at 19.42.51.jpeg
Kantor BRI (BBRI). (BRI)

JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Laba bersih BRI mencapai Rp31,2 triliun hingga akhir Juni 2026, tumbuh 17,5% secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Pertumbuhan laba ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih, ekspansi kredit, perbaikan struktur pendanaan, serta efisiensi yang semakin membaik. Kinerja ini sekaligus menjadi sentimen fundamental bagi pergerakan saham BBRI di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan laporan kinerja semester I 2026, Net Interest Income (NII) BRI meningkat 9,9% yoy menjadi Rp80,5 triliun. Sementara itu, Pre-Provision Operating Profit (PPOP) tumbuh 12,8% menjadi Rp65,7 triliun.

Total aset BRI mencapai Rp2.352 triliun hingga semester I 2026, tumbuh 11,7% yoy. Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit mencapai Rp1.646 triliun atau meningkat 16,2%, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 6,7% menjadi Rp1.581 triliun.

Struktur pendanaan juga menunjukkan perbaikan. Porsi Current Account Saving Account (CASA) meningkat menjadi 67,6% dari 65,5% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membantu menekan cost of fund dari 3% menjadi 2,4%.

Efisiensi operasional turut membaik. Cost to Income Ratio (CIR) turun dari 41,9% menjadi 39,2%. Sementara itu, Return on Equity (ROE) meningkat dari 16,6% menjadi 18,8%, dengan Return on Asset (ROA) berada di sekitar 2,7%.

Dari sisi kualitas aset, Non-Performing Loan (NPL) turun menjadi 2,9%, Loan at Risk (LAR) berada di 9,1%, dan cost of credit membaik dari 3,4% menjadi 3,1%.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menilai kinerja semester I 2026 menunjukkan perseroan mulai membangun kembali pertumbuhan yang lebih sehat.

“Kinerja kita ‘growth is back’, ‘strong’, kita bisa lihat pertumbuhan profit kita cukup bagus. Sementara kualitas pertumbuhan, dari sisi disiplin pertumbuhan tetap kita jaga. Dan kita yakin, kita optimis ke depan. Namun demikian, ‘prudential banking’ dan prinsip kehati-hatian tetap kita jaga ke depannya.” ujar Hery dalam keterangan resmi, dikutip Senin, 31 Agustus 2026.

Saham BBRI Naik 8,1% Sebulan

Kinerja fundamental BRI datang ketika saham BBRI mulai menunjukkan pemulihan pada Agustus 2026.

Berdasarkan data perdagangan hingga Jumat, 28 Agustus 2026, saham BBRI ditutup di level Rp3.190 per saham, naik 1,27% dalam sehari. Dalam sebulan terakhir, saham BBRI tercatat menguat sekitar 8,1%. Namun, secara year-to-date (ytd), saham BBRI masih berada di zona koreksi sekitar 12,8%.

Pergerakan saham BBRI sepanjang Agustus menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Pada 30 Juli 2026, BBRI berada di sekitar Rp2.990 dan kemudian bergerak naik hingga Rp3.230 pada 21 Agustus. Harga sempat mencapai Rp3.250 pada hari tersebut sebelum kembali terkoreksi dan ditutup di Rp3.190 pada 28 Agustus.

Dengan demikian, dalam periode sekitar satu bulan hingga perdagangan terakhir sebelum 31 Agustus, BBRI bergerak dari kisaran Rp2.990 menjadi Rp3.190 atau menguat sekitar 6,7% secara harga. 

Jika menggunakan basis periode satu bulan yang digunakan sejumlah riset pasar, kenaikannya berada di kisaran 8,1%. Perbedaan tersebut terjadi karena periode pengukuran dan tanggal pembanding yang digunakan berbeda.

Secara teknikal, area Rp3.250 menjadi level penting yang perlu diperhatikan investor. KB Valbury Sekuritas sebelumnya memberikan rekomendasi beli BBRI dengan kisaran harga masuk Rp3.170-Rp3.190 dan target harian Rp3.250. Level support berada di Rp3.170 dengan stop loss Rp3.090.

Artinya, apabila BBRI mampu menembus Rp3.250 disertai peningkatan volume transaksi, ruang penguatan lanjutan berpotensi terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan area Rp3.170 dapat meningkatkan risiko koreksi menuju area support berikutnya.

Analis juga masih melihat BBRI sebagai salah satu saham bank yang menarik di tengah kondisi pasar. Pada perdagangan 31 Agustus 2026, BBRI termasuk saham yang direkomendasikan sejumlah analis ketika IHSG menghadapi potensi koreksi akibat penyesuaian portofolio MSCI.