PT SOW Dorong Modernisasi Industri Babi Lewat Genetika dan Biosecurity
- PT Sulawesi Optima Wirakarya mengembangkan genetika unggul DanBred Hybrid F1 dan memperkuat penerapan biosecurity. Mendorong produktivitas serta modernisasi industri peternakan babi RI.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Sulawesi Optima Wirakarya (PT SOW) mendorong modernisasi industri peternakan babi di Indonesia melalui pengembangan genetika unggul, manajemen peternakan modern, dan penerapan biosecurity.
Upaya tersebut diperkenalkan melalui partisipasi perusahaan dalam International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exhibition (ILDEX) Indonesia 2026.
Presiden Direktur PT SOW Andreas Surjaputra mengatakan, keikutsertaan dalam pameran tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengetahuan sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan pelaku industri dan mitra global.
“Pertukaran pengetahuan menjadi penting untuk mendorong penerapan praktik peternakan modern. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperkuat penerapan genetika, manajemen peternakan, dan biosecurity secara terintegrasi untuk meningkatkan produktivitas peternak dan daya saing industri babi Indonesia,” ujar Andreas.
Salah satu upaya yang dilakukan PT SOW adalah bekerja sama dengan perusahaan genetika ternak asal Denmark, DanBred, untuk mengembangkan DanBred Hybrid F1. Babi persilangan DanBred Landrace dan DanBred Yorkshire ini dikembangkan dengan sejumlah karakteristik produktivitas dan adaptasi terhadap lingkungan tropis.
Menurut perusahaan, calon indukan tersebut berpotensi menghasilkan sedikitnya 14 anak sapih pada kelahiran pertama, dengan tingkat inseminasi buatan minimal 80%. Indukan ini juga diklaim memiliki efisiensi pakan yang baik, sifat keibuan, kualitas ambing dan produksi susu yang mendukung pertumbuhan anak, serta masa produktif yang panjang.
PT SOW menyatakan telah membuka reservasi calon indukan DanBred Hybrid F1 bagi peternak Indonesia.
“Kami melihat genetika sebagai investasi jangka panjang bagi industri. Semakin baik kualitas indukan yang tersedia, semakin besar peluang peternak untuk membangun produktivitas yang konsisten. Dengan begitu peternak dapat merasakan manfaatnya semakin lama lagi,” kata Andreas.
Key Account Manager DanBred Henrik Nielsen menjelaskan, pengembangan genetika perusahaan didukung pengalaman lebih dari 100 tahun dalam targeted breeding. DanBred juga memiliki basis data genetika yang mencatat lebih dari 34 juta data sejak 1991.
“Penggunaan genetika DanBred memberikan tiga manfaat utama bagi peternak, yaitu meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi pakan, dan memberikan nilai ekonomi melalui kemajuan genetik yang berkelanjutan. Pembaruan genetika secara berkala membantu peternak mempertahankan dan meningkatkan performa ternaknya dari waktu ke waktu,” ujar Henrik.
Pengembangan Peternakan di Iklim Tropis
Penerapan genetika tersebut dilakukan melalui Batu Likupang Integrated Farm (BLIF) di Sulawesi Utara, yang menjadi bagian dari pengembangan ekosistem peternakan PT SOW.
Selain faktor genetika, pendekatan produksi juga mencakup pengelolaan lingkungan, manajemen, nutrisi, kesehatan, dan kesejahteraan hewan. Faktor-faktor tersebut dipertimbangkan untuk menjaga performa ternak di iklim tropis.
Technical Service Manager DanBred Southeast Asia Ariel Peregrino menekankan pentingnya manajemen peternakan, termasuk biosecurity, sebagai bagian dari sistem produksi.
Menurut Ariel, pengelolaan yang tepat dapat membantu indukan beradaptasi dan mempertahankan performa di lingkungan tropis.
“Dari pengalaman kami di Filipina, babi dapat berperforma sangat baik di iklim tropis. Dengan manajemen yang tepat, produktivitas hingga 37 ekor anak sapih per induk per tahun dapat dicapai. Pengalaman ini bisa menjadi referensi untuk pengembangan breeding di Indonesia, dengan menyesuaikan dengan kondisi setempat,” ujar Ariel.
Biosecurity Perlu Dijalankan Konsisten
Di sisi lain, Founder Vestin Agro Consulting Bjarne Vest menyebut biosecurity sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan peternakan modern. Menurutnya, keberhasilan penerapan biosecurity bergantung pada konsistensi pelaksanaan prosedur dalam operasional sehari-hari.
“Sistem biosecurity yang sederhana tetapi dijalankan dengan disiplin dapat memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan sistem yang kompleks tetapi tidak diterapkan secara konsisten. Biosecurity bukan sekadar memiliki sistem atau prosedur yang baik, tetapi memastikan prosedur tersebut benar-benar dipahami, dijalankan secara disiplin, dan konsisten setiap hari,” jelas Bjarne.

Chrisna Chanis Cara
Editor
