Pohon Bisnis Keluarga Thohir, Dari ADRO Sampai GOTO
- Keluarga Thohir memiliki jaringan bisnis luas di sektor tambang, energi, keuangan, teknologi, dan media. Berikut daftar perusahaan dan emiten yang terafiliasi.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Nama keluarga Thohir menjadi salah satu yang paling berpengaruh dalam dunia usaha Indonesia. Melalui berbagai perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan, energi, keuangan, teknologi, media, hingga distribusi otomotif, Grup Thohir memiliki jejak bisnis yang luas, termasuk sejumlah perusahaan yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Di antara anggota keluarga tersebut, Garibaldi "Boy" Thohir menjadi sosok dengan portofolio bisnis paling besar di pasar modal. Perusahaannya tersebar di berbagai sektor strategis, mulai dari batubara, mineral, bahan baku kendaraan listrik (electric vehicle/EV), pembiayaan, jasa keuangan, hingga ekonomi digital.
Sementara itu, Erick Thohir, yang sempat menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), masih memiliki keterkaitan dengan bisnis media melalui Mahaka Group yang didirikannya.
Portofolio bisnis Boy Thohir didominasi sektor sumber daya alam (SDA). Namun dalam satu dekade terakhir, ekspansi dilakukan ke sektor pembiayaan, investasi, hingga perusahaan teknologi.
Baca juga : Menilik Prospek dan Kinerja BREN, Gencar Diburu Asing
Beberapa perusahaan bahkan menjadi pemain utama di industrinya masing-masing. Dilansir TrenAsia dari berbagai sumber berikut peta lengkap bisnis Grup Thohir,
1. Alamtri Resources Indonesia (ADRO)
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), yang sebelumnya bernama Adaro Energy Indonesia, merupakan perusahaan terbesar dalam kelompok usaha Boy Thohir.
Transformasi nama menjadi Alamtri Resources menandai perubahan strategi perusahaan dari perusahaan batubara menjadi grup energi dan sumber daya alam yang lebih terdiversifikasi.
Perusahaan memiliki bisnis yang mencakup,
- pertambangan batubara
- logistik
- pelabuhan
- pembangkit listrik
- energi terbarukan
- investasi pertambangan
Pada tahun buku 2024, perusahaan membukukan:
- Pendapatan sekitar US$2,07 miliar
- Laba bersih sekitar US$1,38 miliar atau sekitar Rp22 triliun
Meski laba turun dibanding tahun sebelumnya akibat normalisasi harga batubara global, ADRO tetap menjadi salah satu perusahaan dengan laba terbesar di Bursa Efek Indonesia.
2. Adaro Andalan Indonesia (AADI)
Salah satu aksi korporasi terbesar pada 2024 adalah pencatatan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 5 Desember 2024 sebagai hasil spin-off dari Alamtri Resources Indonesia.
AADI kini menjadi perusahaan yang berfokus pada sektor
- pertambangan batubara termal
- jasa logistik
- pelayaran
- infrastruktur tambang
Sepanjang 2024 perusahaan mencatat:
- Pendapatan sekitar US$5,32 miliar
- Laba bersih sekitar US$1,21 miliar
Meskipun pendapatan mengalami penurunan akibat pelemahan harga batubara, laba perusahaan tetap bertahan pada level tinggi berkat efisiensi operasional.
3. Adaro Minerals Indonesia (ADMR)
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) merupakan anak usaha Grup Adaro yang fokus pada produksi batubara metalurgi (metallurgical coal), komoditas yang digunakan industri baja. Perusahaan mulai tercatat di Bursa Efek Indonesia pada Januari 2022.
Kinerja tahun buku 2024 menunjukkan:
- Pendapatan sekitar US$1,15 miliar
- Laba bersih sekitar US$437 juta
Prospek ADMR dinilai masih menarik karena permintaan batubara metalurgi diperkirakan tetap tinggi seiring pembangunan industri baja global.
Baca juga : IHSG Dibuka Lompat 0,4 Persen, AGAR dan RANS Jadi Katalis
4. Merdeka Copper Gold (MDKA)
PT Merdeka Copper Gold Tbk menjadi salah satu perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar di Indonesia. Boy Thohir tercatat sebagai salah satu tokoh penting dalam struktur perusahaan melalui posisi komisaris.
Bisnis utama perusahaan meliputi,
- tambang emas
- tembaga
- nikel
- acid plant
- smelter
Kinerja 2024:
- Pendapatan sekitar US$2,23 miliar
- Rugi bersih sekitar US$55,76 juta
Kerugian terutama dipengaruhi peningkatan beban keuangan dan investasi pada proyek-proyek pertumbuhan.
5. Merdeka Battery Materials (MBMA)
PT Merdeka Battery Materials Tbk merupakan perusahaan yang fokus pada rantai pasok baterai kendaraan listrik. Perusahaan memiliki bisnis meliputi,
- tambang nikel
- HPAL
- pengolahan limonit
- produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP)
Kinerja 2024:
- Pendapatan sekitar US$1,84 miliar
- Laba bersih melonjak sekitar 228,8%
MBMA menjadi salah satu perusahaan dengan pertumbuhan laba tercepat di Bursa Efek Indonesia.
6. Cita Mineral Investindo (CITA)
PT Cita Mineral Investindo Tbk bergerak pada sektor pertambangan bauksit serta pengolahan alumina. Perusahaan menjadi salah satu emiten dengan pertumbuhan laba paling tinggi sepanjang 2024.
Kinerja perusahaan:
- Laba bersih sekitar Rp2,49 triliun
- Naik sekitar 246% dibanding tahun sebelumnya
7. ESSA Industries Indonesia (ESSA)
PT ESSA Industries Indonesia Tbk bergerak di sektor energi melalui bisnis:
- amonia
- LPG
- migas
- infrastruktur energi
Boy Thohir diketahui memiliki hubungan investasi dengan perusahaan tersebut bersama pengusaha TP Rachmat.
Kinerja perusahaan epanjang 2024:
- Pendapatan sekitar US$301 juta
- Laba bersih sekitar US$45 juta
Walaupun pendapatan turun, laba meningkat berkat efisiensi operasional.
8. BFI Finance Indonesia (BFIN)
BFI Finance merupakan salah satu perusahaan multifinance terbesar di Indonesia. Melalui Trinugraha Capital, Boy Thohir menjadi salah satu pemegang saham pengendali. Perusahaan menyediakan pembiayaan,
- kendaraan bermotor
- alat berat
- mesin industri
- pembiayaan modal kerja
Kinerja 2024:
- Laba bersih sekitar Rp1,56 triliun
9. Wahana Ottomitra Multiartha (WOMF)
WOM Finance bergerak pada pembiayaan kendaraan roda dua dan roda empat. Perusahaan telah menjadi bagian dari kelompok usaha Boy Thohir sejak akhir 1990-an.
Kinerja sepanjang 2024,
- Laba bersih sekitar Rp262,9 miliar
- Tumbuh sekitar 11,21% dibanding tahun sebelumnya
10. Trimegah Sekuritas Indonesia (TRIM)
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan sekuritas terbesar di Indonesia. Boy Thohir menjadi salah satu pemegang saham pengendali melalui kepemilikan sekitar 34%.
Kinerja 2024:
- Pendapatan sekitar Rp907 miliar
- Laba bersih sekitar Rp260 miliar
- Laba meningkat hampir 60% dibanding tahun sebelumnya
11. Goto
Selain bisnis konvensional, Boy Thohir juga masuk ke sektor teknologi melalui PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Boy Thohir menjabat sebagai Komisaris perusahaan meskipun pada akhirnya menyatakan mundur pada Mei 2026.
GoTo merupakan perusahaan teknologi yang menjalankan berbagai layanan digital dengan layanan,
- transportasi daring
- pesan antar makanan
- layanan keuangan digital
- e-commerce
- logistik
Kinerja sepanjang 2024:
- Pendapatan sekitar Rp15,9 triliun
- Rugi usaha sekitar Rp2,2 triliun
Meskipun masih mencatat rugi operasional, kinerja GoTo terus menunjukkan perbaikan melalui efisiensi biaya dan peningkatan profitabilitas.
12. Mahaka Media (ABBA)
Sebelum menjabat Menteri BUMN, Erick Thohir membangun Mahaka Group yang bergerak di bidang media, penyiaran, hiburan, dan gaya hidup. Mahaka Media bergerak pada bidang,
- media digital
- penerbitan
- event
- konten
Kinerja 2024:
- Pendapatan sekitar Rp209 miliar
- Berhasil mencatat laba sekitar Rp6 miliar setelah sebelumnya merugi.
13. Mahaka Radio Integra (MARI)
Mahaka Radio Integra mengelola berbagai jaringan radio nasional. Perusahaan ini bergerak pada bidang
- radio
- media digital
- iklan
- penyelenggaraan acara
Per pertengahan 2026, saham MARI masih menjadi perhatian pelaku pasar setelah sempat mengalami suspensi perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia.
Selain perusahaan terbuka, keluarga Thohir juga memiliki sejumlah perusahaan tertutup yang beroperasi di berbagai sektor, di antaranya,
- Grup Wahana Artha, distributor utama sepeda motor Honda di Jakarta dan Tangerang;
- Hanamasa Indonesia, bisnis restoran waralaba asal Jepang;
- PT Allied Indo Coal, perusahaan pertambangan batubara;
- TNT Group, kelompok usaha milik Teddy Thohir dengan portofolio di berbagai sektor;
- PT Tohitindo Multicraft Industries, perusahaan manufaktur produk kayu.
Dengan kombinasi aset di sektor energi, pertambangan, keuangan, teknologi, dan media, keluarga Thohir tetap menjadi salah satu kelompok usaha paling berpengaruh di Indonesia, baik di pasar modal maupun di sektor riil.

Muhammad Imam Hatami
Editor
