Tren Ekbis

Petani Aren Sukabumi Bawa Semangat Pemulihan ke EDRR Indonesia 2025

  • Petani aren Sukabumi, penyintas bencana pergerakan tanah, tampil di EDRR Indonesia 2025. Mereka bawa produk gula aren dan pesan pentingnya pohon aren bagi ekonomi serta lingkungan.
WhatsApp Image 2025-08-19 at 11.29.32.jpeg

JAKARTA, TRENASIA.ID – Para petani aren asal Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang merupakan penyintas bencana pergerakan tanah pada Desember 2024, hadir dalam ajang Emergency Disaster, Reduction & Rescue (EDRR) Expo 2025 di Hall A JIExpo Kemayoran, Jakarta, 13–15 Agustus 2025.

Baihaki, salah satu petani sekaligus korban terdampak bencana, menuturkan bahwa hingga kini masyarakat masih berupaya memperbaiki rumah, lahan, dan kebun mereka. Namun, di tengah keterpurukan, pohon aren terbukti menjadi penolong.

“Pohon aren bukan hanya bernilai ekonomi, tapi juga menyelamatkan lingkungan. Karena itu, penting bagi kita memperbanyak penanaman aren,” ujar Baihaki, yang akrab disapa Ubay, saat ditemui di sela pameran, Kamis (14/8).

Menurutnya, bisa berpartisipasi dalam pameran berskala internasional merupakan kebanggaan tersendiri. Ia berharap kesadaran akan pentingnya pohon aren semakin meluas, tidak hanya di kalangan petani, tetapi juga masyarakat luas.

Pemulihan Ekonomi Penyintas Bencana

Camat Cisolok, Jenal Abidin, menjelaskan bahwa keikutsertaan petani dalam EDRR menjadi bagian dari upaya membangkitkan ekonomi penyintas bencana. Pihak kecamatan mengajak para pelaku usaha lokal, termasuk produsen kopi dan gula aren, untuk ikut serta.

“Bencana pergerakan tanah di Cisolok mengubah bentang alam, merusak permukiman dan lahan pertanian. Kami menggandeng PT MAI yang aktif mendukung petani aren agar bisa bangkit kembali,” kata Jenal.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga mendorong penanaman pohon aren sebagai langkah memperbaiki kerusakan lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi warga.

Direktur PT MAI, Iis Letty Jumiati, menegaskan pihaknya tidak hanya fokus pada keuntungan bisnis, tetapi juga pemberdayaan petani dan pelestarian lingkungan.

“Olahan nira aren seperti gula cair dan bubuk kini sangat digemari pasar domestik maupun internasional. Ini membuktikan pentingnya menjaga pohon asli Indonesia ini,” jelas Letty.

Ia menambahkan, pohon aren (Arenga pinnata) memiliki peran vital dalam konservasi tanah dan air. Akar yang kuat mampu mencegah erosi, menjaga ketersediaan air tanah, sekaligus menyuburkan lahan.

Selain itu, produk gula aren kini juga menjadi alternatif sehat pengganti gula pasir. Kaya antioksidan, gula aren disebut bermanfaat menjaga kadar gula darah, kesehatan pencernaan, hingga energi tubuh.

Produk Lokal Tampil di Panggung Internasional

Dalam EDRR 2025, perwakilan warga Cisolok binaan PT MAI memamerkan beragam produk olahan aren, mulai dari gula bubuk, gula cair, hingga inovasi terbaru berupa gula aren tablet.

Pameran ini terselenggara berkat kerja sama PT Amara Tujuh Perjuangan, Council for the Promotion of Shanghai International Trade, Shanghai International Exhibition (Group) Co., Ltd., dan Comexposium. Acara tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) sebagai co-host.

Turut hadir Anne Hermadianne Adnandi dari BPBD Jawa Barat yang memberikan dukungan bagi masyarakat penyintas bencana.

Tags: