Tren Ekbis

Penjualan dan Pendapatan Usaha APLN Semester I 2026 Capai Rp3,66 Triliun

  • PT Agung Podomoro Land (APLN) membukukan pendapatan Rp3,66 triliun pada Semester I-2026, naik 117%, dan berbalik mencatat laba komprehensif Rp523,5 miliar.
Show Unit Kota Podomoro Tenjo .jpg
Marketing Director PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) Agung Wirajaya (tengah), Chief Marketing Officer Kota Podomoro Tenjo Zaldy Wihardja (kiri), dan Kepala Project Kota Podomoro Tenjo Mansyur Wahab (kanan) berbincang disela peresmian enam rumah contoh atau show unit Kota Podomoro Tenjo, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 30 Oktober 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang Semester I-2026 dengan membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp3,66 triliun, meningkat 117% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,69 triliun. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, Perseroan juga membalikkan rugi komprehensif di semester pertama tahun lalu menjadi mencatatkan laba komprehensif periode berjalan sebesar Rp523,5 miliar.

Membaiknya kinerja Perseroan ini sejalan dengan meningkatnya pengakuan penjualan dari proyek-proyek unggulan, optimalisasi portofolio aset, serta pengelolaan operasional yang semakin efisien. Hingga Juni 2026 marketing sales tercatat sebesar Rp603 miliar, dari target tahun 2026 sebesar Rp1,4 triliun. Capaian ini didorong oleh permintaan yang tetap kuat terhadap produk hunian, khususnya rumah tapak, serta proyek mixed-use milik Perseroan.

Corporate Secretary APLN Justini Omas, mengatakan bahwa capaian ini menunjukkan strategi Perseroan dalam menjaga fundamental bisnis tetap kokoh di tengah berbagai dinamika ekonomi global dan domestik, berjalan sesuai rencana. "Kinerja semester pertama tahun ini menunjukkan bahwa implementasi dari strategi bisnis berjalan sesuai arah yang kami tetapkan. Pertumbuhan bisnis yang berhasil dicapai memberikan keyakinan bagi kami untuk terus menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun," kata Justini dalam keterangan resmi di Jakarta pada Kamis (30/7).

Baca juga : Aset Tembus Rp 228,2 T, Laba Bank BJB Tumbuh 58,8 Persen

Justini memaparkan, pengakuan penjualan Perseroan pada semester I ini didorong oleh penjualan Mall Deli Park Medan senilai Rp 2,2 triliun kepada kepada PT DPM Assets Indonesia (DPMAI) melalui anak usaha APLN, yakni PT Sinar Menara Deli (SMD). Penjualan tersebut merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam melakukan optimalisasi dan rebalancing portofolio aset. Sehingga Perseroan dapat fokus pada pengembangan dan pengelolaan aset-aset yang berkontribusi tinggi terhadap kinerja jangka panjang.

“Monetizing aset bernilai tinggi menjadi bukti bahwa APLN mampu membangun value tinggi terhadap aset-asetnya. Sebagai perusahaan properti tentunya APLN akan terus membangun dan mengembangkan proyek-proyek baru yang memberikan nilai dan dampak ekonomi positif secara berkelanjutan,” papar Justini.

Pengakuan penjualan APLN meningkat hampir tiga kali lipat menjadi Rp3,11 triliun dibandingkan Rp1,06 triliun pada semester I 2025. Sementara itu, pendapatan berulang (recurring income) tetap memberikan kontribusi sebesar Rp549,9 miliar, sehingga menopang kinerja Perseroan secara lebih berkelanjutan. Akibat lonjakan penjualan, laba bruto Perseroan meningkat sekitar 91% menjadi Rp1,24 triliun, sementara beban bunga dan biaya keuangan berhasil ditekan menjadi Rp206,1 miliar.

Baca juga : Menakar Efek Pajak Marketplace, Aktif Mulai 1 Agustus

Dampak membaiknya kinerja APLN juga tergambar dari total liabilitas Perseroan yang terus menurun. Pada semester I 2026, liabilitas atau beban utang APLN tercatat Rp10,37 triliun, lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp11,28 triliun. 

Selama 2,5 tahun terakhir, APLN secara agresif terus menurunkan beban-beban hutangnya. Sebagai gambaran, pada akhir tahun 2023 total liabilitas Perseroan masih tercatat sebesar Rp 14,87 triliun. Artinya, selama 2,5 tahun APLN mampu melunasi utang hingga senilai Rp 4,50 triliun.

"Kami terus berfokus pada pengembangan proyek yang memiliki permintaan tinggi, mempercepat penyelesaian proyek, serta mengelola aset secara optimal agar mampu menciptakan nilai tambah sekaligus menjaga profitabilitas dan kesehatan keuangan Perseroan," tambah Justini.

Fundamental keuangan Perseroan juga semakin kuat. Hingga akhir Juni 2026, posisi kas dan setara kas meningkat menjadi Rp1,13 triliun, sementara arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp1,51 triliun. Perseroan juga berhasil menurunkan total liabilitas menjadi Rp10,37 triliun, sehingga semakin memperkuat struktur permodalan.

Justini juga menegaskan bahwa industri properti masih akan menghadapi banyak tantangan hingga akhir tahun ini. Tren kenaikan suku bunga perbankan, keyakinan konsumen terhadap perekonomian yang belum cukup kuat, hingga penurunan daya beli di sektor kelas menengah dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli properti. Namun demikian, dengan pengalaman lebih dari 56 tahun di industri properti nasional APLN optimis akan mampu mengoptimalkan setiap peluang.

“Kami telah melalui berbagai fase krisis ekonomi dan keuangan yang pernah terjadi. Dengan komitmen layanan terbaik dan standar produk berkualitas serta nilai aset yang terus bertumbuh, kami percaya APLN akan tetap menjadi pilihan terbaik konsumen,” tegas Justini.