Tren Ekbis

Pemerintah Terbitkan Utang, Cadangan Devisa Melejit Jadi US$127,9 Miliar

  • Setelah pemerintah menerbitkan surat utang global, Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa melejit menjadi US$127,9 miliar setara Rp1.918 triliun...
<p>Ilustrasi penyaluran kredit perbankan saat pandemi / Pixabay</p>

Ilustrasi penyaluran kredit perbankan saat pandemi / Pixabay

(Istimewa)

Setelah pemerintah menerbitkan surat utang global, Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa melejit menjadi US$127,9 miliar setara Rp1.918 triliun per 30 April 2020.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan cadangan devisa (cadev) per akhir April melejit US$6,9 miliar setara Rp103,5 triliun dari bulan sebelumnya, US$121 miliar.

Cadangan devisa memang terus merosot sejak awal tahun dari US$131,7 miliar pada Januari 2020. Kemudian pada Februari mencapai US$130,4 miliar, dan turun lagi menjadi US$121 miliar pada Maret.

Tekanan terhadap cadep terjadi lantaran dampak wabah virus corona (COVID-19) yang berimbas pada keuangan global, termasuk nilai tukar rupiah. Bank sentral melakukan intervensi pasar demi stabilitas nilai tukar rupiah.

"Cadangan devisa bulan ini terdongkrak oleh penerbitan global bonds pemerintah," kata Onny dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2020.

Menurutnya, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,8 bulan impor atau 7,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional kurang lebih tiga bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ungakpnya.

Di samping itu, peningkatan cadangan devisa pada bulan ini juga sejalan dengan langkah pemerintah yang telah menerbitkan tiga seri Surat Utang Negara (SUN) dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS) dengan total nilai US$4,3 miliar atau setara Rp69 triliun.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebelumnya memperkirakan cadangan devisa akan mengalami peningkatan pada akhir April 2020 dari posisi bulan sebelumnya yaitu US$121 miliar.

Cadangan devisa akan bertambah menjadi US$125 miliar karena pemerintah menerbitkan surat utang global sebesar US$4,3 miliar.

“Kami perkirakan bahwa posisi cadangan devisa akan meningkat pada akhir April 2020 ini,” katanya dalam konferensi pers secara daring di Jakarta. (SKO)