Tren Ekbis

Pegadaian Siapkan Rp 500 Miliar untuk Kolaborasi dengan Fintech

  • JAKARTA- PT Pegadaian (Persero) telah menyiapkan anggaran hingga Rp 500 miliar untuk memberikan pinjaman kepada masyarakat melalui jalur perusahaan...
Pegadaian Siapkan Rp 500 Miliar untuk Kolaborasi dengan Fintech

JAKARTA- PT Pegadaian (Persero) telah menyiapkan anggaran hingga Rp 500 miliar untuk memberikan pinjaman kepada masyarakat melalui jalur perusahaan Finansial Technologi (Fintech). Saat ini Pegadaian sedang melakukan seleksi terhadap 5 perusahaan fintech yang akan diajak bekerja sama membiayai sektor usaha kecil.

"Kami masih evaluasi (perusahaan fintech) yang akan kolaborasi dengan Pegadaian. Anggarannya sudah kami siapkan sekitar Rp 500 miliar," ujar Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto di Jakarta (30/09)

Kuswiyoto menjelaskan, Pegadaian memiliki syarat khusus dalam memilih fintech. Di antaranya perusahaan itu harus berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memiliki permodalan, sistem, dan manajemen risiko yang baik. Hal itu dibuktikan dengan tingkat non performing loan (NPL) yang rendah.

Lebih lanjut Kuswiyoto menambahkan, kolaborasi dengan perusahaan fintech merupakan tuntutan zaman. Di era disrupsi bisnis 4.0 saat ini, perusahaan tidak dapat berkembang sendirian. Harus dibangun kolaborasi dan sinergi yang memberikan keuntungan bagi para pihak yang terlibat.

"Sinergi tidak hanya dilakukan dengan industri fintech, tetapi juga dengan sejumlah BUMN di sektor pemasaran dan penjualan produk. Ini penting untuk akselarasi inklusi keungan di Indonesia," tambahnya.

Sejak muncul 2016, jumlah perusahaan fintech pendanaan yang terdaftar di OJK sebanyak 127 perusahaan. Dari jumlah itu yang telah mengantongi izin usaha dari baru 13 perusahaan. Di antaranya adalah Investree, Modalku, Finmas, dan UangTeman. Salah satu syarat berizin adalah memiliki modal minimum Rp 2 miliar.

Berdasarkan data OJK, hingga Agustus 2019 total dana pinjaman yang telah dikucurkan perusahaan fintech mencapai Rp 54,72 triliun. Jumlah pemberi pinjaman (lender) tercatat sebanyak 530.385 rekening dan rekening penerima pinjaman (borrower) mencapai 12,83 juta.

Tags: