Paramount Gading Serpong Bangun Kota Berkelanjutan lewat Konsep Walkable City
- Paramount Gading Serpong mengembangkan ekosistem hunian dan komersial terpadu berbasis walkable city untuk mewujudkan kota berkelanjutan yang nyaman dan terintegrasi.

Chrisna Chanis Cara
Author


TANGERANG, TRENASIA.ID — Di tengah pesatnya urbanisasi kawasan penyangga Jakarta, kebutuhan akan kota yang tidak hanya layak huni tetapi juga berkelanjutan semakin mendesak.
Menjawab tantangan tersebut, Paramount Gading Serpong terus mengembangkan kawasan terpadu yang menggabungkan hunian, area komersial, ruang hijau, dan fasilitas publik dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
Bagi Paramount Gading Serpong, pembangunan berkelanjutan atau sustainable urbanization bukan sekadar jargon pemasaran. Konsep ini menjadi fondasi utama dalam setiap pengembangan kawasan, dengan fokus pada kota yang mampu memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kualitas hidup generasi mendatang.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui pembangunan kawasan yang terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada kualitas hidup masyarakat. Tidak hanya menghadirkan hunian dan pusat bisnis, Paramount juga aktif membentuk ruang interaksi sosial melalui fasilitas publik, lifestyle hub, dan area komunitas.
Berbagai titik aktivitas kini berkembang di seluruh kawasan, mulai dari Hampton Square yang menjadi lifestyle mall favorit warga, sentra kuliner Taman Rasa, hingga Maggiore Hills Park yang menjadi ruang terbuka hijau di kawasan Danau Cihuni seluas sekitar 32 hektare.
Walkable City Jadi Fokus
Salah satu kekuatan utama Paramount Gading Serpong terletak pada pengembangan kawasan komersial yang ramah pejalan kaki.
Area selatan kawasan yang kini menjelma sebagai salah satu pusat komersial paling ramai di Tangerang Raya dirancang dengan konsep commercial strip dan jalur pedestrian yang luas.
Konsep ini menciptakan pengalaman restaurant-hopping hub, di mana pengunjung dapat berpindah dari satu tenant ke tenant lain dengan nyaman tanpa bergantung penuh pada kendaraan.
Kawasan seperti Maggiore, Pisa Grande, Sorrento, Verona, Hampton, hingga Aniva telah berkembang menjadi destinasi utama untuk kuliner, lifestyle experience, hingga aktivitas bisnis.
Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Ferry John Sihombing, mengatakan pertumbuhan kawasan tidak hanya ditopang sektor kuliner, tetapi juga bisnis lain seperti kecantikan, minimarket, pendidikan, dan layanan kesehatan.
“Beragam kebutuhan harian tumbuh pesat didorong captive market organik dari puluhan klaster hunian di sekitarnya. Menariknya, pusat keramaian tidak terkonsentrasi di satu titik, tetapi tersebar merata sehingga kawasan berkembang sebagai magnet ekonomi baru berskala regional,” ujarnya.
Tingginya mobilitas pejalan kaki di area komersial tersebut memperkuat konsep walkable city, yakni kawasan yang memungkinkan masyarakat menjangkau kebutuhan sehari-hari dengan lebih mudah, efisien, dan nyaman.
Konsep 10 Minutes City Living
Prinsip keberlanjutan tersebut juga diterapkan dalam pengembangan Pasadena Central District, kawasan mega district seluas 40 hektare yang mengintegrasikan area hunian premium dan komersial.
Melalui konsep 10 Minutes City Living, penghuni diharapkan dapat tinggal, bekerja, berbelanja, dan beraktivitas dalam radius yang dekat, sehingga mengurangi kebutuhan perjalanan panjang dan meningkatkan efisiensi mobilitas. Konsep serupa hadir pada Matera Lakeside, klaster premium terbaru di kawasan Matera.
Hunian ini menawarkan keseimbangan antara akses terhadap pusat aktivitas dan privasi penghuni. Berlokasi di dekat Danau Cihuni yang dikembangkan sebagai area konservasi dan ekowisata, Matera Lakeside mengusung konsep modern resort yang mengedepankan konektivitas dengan alam.
Akses langsung menuju Maggiore Hills Park, jalur jogging, children playground, outdoor gym, serta koneksi pedestrian eksklusif menuju community club menjadi bagian dari fasilitas yang dirancang untuk menunjang gaya hidup sehat.
Kota Satelit Masa Depan
Konsep yang dikembangkan Paramount Gading Serpong mencerminkan perubahan paradigma pembangunan kota satelit.
Jika sebelumnya kawasan penyangga Jakarta identik dengan hunian tidur (commuter town), kini arah pengembangannya bergeser menuju kota mandiri yang mampu mengakomodasi aktivitas tinggal, bekerja, dan bersosialisasi dalam satu kawasan.
Dengan tagline Everything is Here, Paramount Gading Serpong menargetkan terciptanya ekosistem urban yang lengkap, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Bagi kawasan urban masa depan, kualitas kota tak lagi hanya diukur dari banyaknya bangunan, tetapi dari seberapa baik kota tersebut memudahkan mobilitas, membangun interaksi sosial, dan menjaga keseimbangan dengan lingkungan.

Chrisna Chanis Cara
Editor
