New Normal, Konsumsi BBM Berangsur Pulih
- JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mencatat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga pertengahan Agustus 2020 mencapai 91% dari konsumsi normal sebelum...

Ananda Astri Dianka
Author
JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mencatat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga pertengahan Agustus 2020 mencapai 91% dari konsumsi normal sebelum pandemi COVID-19 yakni pada Januari-Februari 2020.
Realisasi ini terekam dari aktivitas jual beli BBM selama masa transisi tatanan baru tahap II di wilayah MOR III, yakni Provinsi DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.
“Sejak pemerintah memberlakukan masa transisi tatanan baru tahap I pada Juni 2020, terutama untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, konsumsi BBM baik gasoline maupun gasoil berangsur meningkat,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III, Eko Kristiawan dalam keterangan resminya, Jumat, 21 Agustus 2020.
- Aktivitas Masyarakat Meningkat, Transaksi Uang Tunai Menggeliat
- Perhatikan! Jangan Terus-Terusan Menggunakan Hand Sanitizer
- BI Sudah Suntik Rp651,54 Triliun untuk Bantu Likuiditas Bank
- BI Beri 3 Jurus bagi UMKM dan Pelaku Syariah di Era Kenormalan Baru
- Mantan Menpar Arief Yahya Gantikan Erick Thohir Jadi Bos di Grup Bakrie
Dalam rinciannya, Eko menjelaskan untuk wilayah MOR III, BBM jenis Gasoline yaitu Premium, Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo, konsumsi masyarakat hingga pertengahan Agustus 2020 konsumsi rata-rata harian telah mencapai 23.808 Kilo Liter (Kl) per hari.
Hal tersebut mencerminkan konsumsi BBM masyarakat mulai mendekati kondisi normal, yakni sekitar 91% dari normal 26 ribu Kl per hari.
Data Penggunaan
Di sisi lain, konsumsi BBM jenis Gasoil yaitu Biosolar, Dexlite, dan Pertamina Dex telah mencapai 8.281 KL per hari, atau telah mencapai 85% dari konsumsi harian rata-rata pada kondisi normal periode Januari-Februari sekitar 9.811 Kl.
Dari semua wilayah MOR III, konsumsi BBM yang sudah menunjukkan hasil positif adalah di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan), di mana konsumsi rata-rata hariannya terhadap BBM jenis Gasoline pada bulan Agustus sudah mencapai 109%.
Artinya, konsumsi sudah mencapai sekitar 1.700 KL dan pada Agustus sudah mencapai 1.900 KL. Sementara untuk BBM jenis Gasoil, kenaikan konsumsi di Ciayumajakuning sudah mencapai 93% dari konsumsi kondisi normal.
Tidak hanya itu, geliat masyarakat di wilayah Sukabumi dan Cianjur juga terbilang tinggi. Hal ini tercermin dari konsumsi BBM jenis Gasoline yakni Premium dan Pertamax Series mencapai 1.200 KL atau sekitar 106% dari kondisi normal. Sedangkan Gasoil hampir mencapai 300 KL, atau 90% dari kondisi normal.
Sementara itu di wilayah Ibu Kota dan Bogor Depok (Jabode), konsumsi BBM jenis Gasoline telah mencapai lebih dari 7 ribu KL, atau sebesar 81% dari konsumsi normal. Sedangkan Gasoil, mencapai 79% dari konsumsi sebelum pandemi, atau masih berkisar 2.000 KL per hari.
“Dalam kondisi pandemi saat ini, kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan lingkungan. Salah satunya, dengan menggunakan bahan bakar berkualitas yang memiliki kandungan oktan tinggi, sehingga memiliki kandungan zat buang lebih sedikit dan lebih bersih untuk lingkungan,” tambah Eko.
Eko juga menegaskan bahwa Pertamina memastikan kesiapan BBM dan LPG cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada momen libur panjang dan cuti bersama Tahun Baru Islam 1442 H.
