Tren Ekbis

Menaker Apresiasi Program Magang BRI, 133 Alumni Direkrut Jadi Pegawai

  • BRI merekrut 133 dari 571 alumni Program Magang Nasional 2025. Pada 2026, sebanyak 783 peserta aktif mengikuti program di kantor pusat dan daerah.
WhatsApp Image 2026-10-23 at 19.19.18.jpeg
Di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, sebanyak 133 alumni program magang tahun 2025 telah direkrut untuk bekerja di lingkungan perseroan. (BRI)

JAKARTA, TRENASIA.ID — Program Magang Nasional menjadi salah satu jalur bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus membuka peluang memasuki dunia profesional. Di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, sebanyak 133 alumni program magang tahun 2025 telah direkrut untuk bekerja di lingkungan perseroan.

Capaian tersebut menjadi salah satu hasil pelaksanaan Program Magang Nasional yang kembali diikuti BRI pada 2026. Sejak pertama berpartisipasi pada 2025, BRI telah menjadi tempat belajar bagi 1.354 peserta, terdiri atas 571 peserta dalam tiga gelombang pada 2025 dan 783 peserta yang aktif mengikuti program pada 2026.

Dengan demikian, sekitar 23,3% peserta angkatan 2025 telah direkrut BRI. Angka ini menunjukkan adanya peluang transisi dari magang ke pekerjaan di perusahaan tempat peserta menjalani program, meskipun tidak menggambarkan keseluruhan tingkat penyerapan kerja alumni di perusahaan lain.

Pelaksanaan program tersebut ditinjau Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat berkunjung ke Kantor Pusat BRI di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026. Dalam kunjungan itu, Yassierli berdialog dengan peserta dan mentor serta bertemu dengan alumni yang kini bekerja di BRI.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan peserta magang diberi kesempatan terlibat langsung dalam pekerjaan, belajar bersama mentor, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan.

“Di BRI, peserta magang tidak sekadar mengamati. Mereka diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pekerjaan, belajar bersama mentor, serta memahami bagaimana pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan diterapkan dalam dunia kerja. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk membangun karier, baik di BRI maupun di berbagai perusahaan dan industri lainnya,” ujar Hery.

Sebar 783 Peserta ke Kantor Pusat dan Daerah

Pada penyelenggaraan 2026, BRI menempatkan 436 peserta di 65 grup Kantor Pusat. Mereka ditempatkan pada berbagai bidang, antara lain teknologi informasi, manajemen risiko, wealth management, dan bisnis ultramikro.

Sebanyak 347 peserta lainnya tersebar di 17 Regional Office BRI, mulai dari Medan hingga Jayapura. Penyebaran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pengalaman kerja bagi lulusan perguruan tinggi di berbagai daerah.

Untuk mendukung proses pembelajaran, BRI menyiapkan kurikulum BRILiaN Internship Assistant Program. Materi yang diberikan meliputi pengolahan dan analisis data, administrasi operasional, komunikasi efektif, pengetahuan perbankan, penyusunan laporan, serta penerapan keilmuan sesuai unit kerja masing-masing.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengapresiasi pelaksanaan program tersebut, terutama pendampingan mentor dan penyusunan pembelajaran selama enam bulan. Menurutnya, proses magang perlu dirancang dengan kompetensi yang jelas, praktik kerja, dan proyek yang dapat dikelola peserta.

“Saya mengapresiasi BRI karena programnya dirancang dengan sangat baik. Mentor membantu menyiapkan secara detail selama enam bulan peserta akan belajar apa, mempraktikkan apa, dan mengelola proyek apa. Harapannya, sampai akhir bulan keenam mereka sudah memiliki pengalaman dan kompetensi yang cukup untuk memasuki dunia kerja,” ujar Yassierli.

Menurut Yassierli, pembelajaran terstruktur juga diharapkan membantu peserta mempersiapkan diri untuk mengikuti sertifikasi profesi pada akhir program.

Magang Enam Bulan untuk Perkuat Kesiapan Kerja

Program Magang Nasional merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman kerja dan memahami kebutuhan industri. Pada 2026, program tersebut menargetkan 150.000 peserta untuk mengikuti magang selama enam bulan.

Hery menegaskan, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta yang kemudian direkrut BRI. Menurutnya, pengalaman kerja, kompetensi, etos kerja, dan kepercayaan diri juga menjadi bekal penting bagi peserta ketika memasuki dunia profesional.

“Bagi kami, yang terpenting adalah setelah menyelesaikan program ini mereka memiliki bekal yang semakin kuat untuk menghadapi dunia kerja. Apa pun pilihan karier mereka ke depan, kami ingin pengalaman selama berada di BRI memberikan nilai tambah bagi perjalanan profesional mereka,” lanjut Hery.

Sebagai perusahaan dengan jaringan operasional yang tersebar di berbagai daerah dan fokus layanan pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), BRI memandang pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Hasil program magang tersebut memperlihatkan salah satu jalur yang dapat ditempuh lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman industri. Namun, dampak program terhadap penyerapan tenaga kerja secara lebih luas juga perlu dilihat dari jumlah peserta yang menyelesaikan program, memperoleh sertifikasi, dan mendapatkan pekerjaan di BRI maupun perusahaan lain.