Laba Mandiri Syariah Kuartal III-2020 Terkerek Jadi Rp1,07 Triliun
- JAKARTA – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) mencatat laba Rp1,07 triliun per kuartal III-2020. Laba tersebut naik 21,5% year-on-year (yoy) dari...

Aprilia Ciptaning
Author
JAKARTA – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) mencatat laba Rp1,07 triliun per kuartal III-2020.
Laba tersebut naik 21,5% year-on-year (yoy) dari Rp872 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur Finance, Strategy dan Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho mengatakan, kenaikan laba didorong oleh perbaikan cost of fund akibat peningkatan rasio dana murah atau (CASA).
- Breaking News: KPK Tetapkan 7 Tersangka Termasuk Menteri KKP Edhy Prabowo, Siapa 6 Lainnya?
- Sesama Grup Djarum: BCA dan Blibli Gelar Festival Otomotif Virtual, Banyak Diskon
- Properti Harga Murah Sepi Peminat Saat Rumah Menengah Naik 8,5 Persen
- IBM Akan PHK 10.000 Pekerja di Eropa
- Alfamart Raih Penghargaan Best CEO of the Year 2020
“Kami sadar kualitas pembiayaan menjadi tantangan besar di masa pandemi, makanya kami memperkuat cadangan sebagai antisipasi risiko,” mengutip keterangan resmi, Jumat, 13 November 2020.
Cash coverage tersebut meningkat dari 34,17% menjadi 141,26% per September 2020.
Di samping itu, Non-performing financing (NPF) net juga membaik dari 1,07% menjadi 0,61%. Sementara NPF gross tetap di level 2,66% di September 2020.
Pembiayaan Mandiri Syariah pada periode ini tercatat sebesar Rp79,27 triliun, juga meningkat sebesar 7,39% yoy.
Dari sisi volume bisnis, Mandiri Syariah mencatat dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp106,12 triliun, naik 17,26% dari Rp90,49 triliun per September 2019.
Ade menjelaskan, tabungan masih menjadi kontributor utama yang tumbuh sebesar 19,12% yoy menjadi Rp44,77 triliun. Jumlah tersebut menjadikan porsi CASA mencapai hingga 59,22% dari total DPK.
Kemudian nilai aset perseroan juga naik 16,19% yoy mencapai Rp119,43 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, aset yang dibukukan sebesar Rp102,78 triliun.
Sebagai bentuk dukungan pada nasabah terdampak pandemi, lanjutnya, Mandiri Syariah menjalankan program restrukturisasi. Hingga saat ini, realisasi restrukturisasi pembiayaan yang dilakukan mencapai Rp8 triliun.
“Kelonggaran tersebut diberikan kepada lebih dari 28.000 nasabah, di mana 40 persen di antaranya adalah segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ujarnya.
