Laba Anjlok 44 Persen, Raksasa Otomotif Astra Tetap Tebar Dividen Interim Rp1,1 Triliun
- Nilai dividen interim Astra dipatok Rp27 per saham setara Rp1,1 triliun. Rencananya, dividen interim ini bakal dibagikan secara bertahap mulai dari 6...

emylmaulana
Author
JAKARA – Di tengah situasi penuh ketidakpastian, PT Astra International Tbk (ASII) masih berkomitmen untuk tetap membagikan dividen interim kepada investor. Total dana yang disiapkan untuk pembagian dividen interim pada paruh pertama tahun ini senilai Rp1,1 triliun.
Head of Investor Relations Astra International Tira Ardianti mengatakan, nilai dividen dipatok Rp27 per saham dengan total saham beredar lebih dari 40,48 miliar lembar. Rencananya, dividen interim ini bakal dibagikan secara bertahap mulai dari 6 Oktober 2020 hingga 27 Oktober 2020.
“Total oustanding shares Astra saat ini 40.483.553.140. Sehingga jika per saham mendapatkan dividen interim Rp27 maka totalnya akan sekitar Rp1,1 triliun,” tutur Tira melalui pesan singkat kepada TrenAsia.com, Rabu 30 September 2020.
- Rating Obligasi Berantakan, Modernland Restrukturisasi Utang US$150 Juta
- Bisnis di Indonesia Peringkat 3 Paling Siap secara Digital se-Asia Tenggara
- Nusantara Infrastruktur (META) Garap Tiga Proyek di Tol Pondok Aren-Serpong
- Efek Corona, Disney PHK 28.000 Karyawan Unit Taman
- BUMN Wijaya Karya Kantongi Proyek Sarana Olahraga di Negara Solomon Rp112 Miliar
Meski mengaku bahwa kondisi perusahaan sedang berat lantaran COVID-19, namun Tira memastikan bahwa posisi keuangan Astra masih cukup solid untuk menjaga komitmennya kepada investor. Neraca keuangan, kata dia, masih aman untuk melanjutkan segala aktivitas bisnis perseroan.

Kinerja Astra 2020
Hanya saja, Tira belum berani memprediksi bagaimana kinerja perseroan hingga akhir tahun mendatang. Sebab, tahun ini masih banyak tantangan yang bakal dihadapi dunia bisnis sehingga perkembangan perseroan pun cukup sulit untuk ditebak.
“Sisa tahun ini masih akan penuh tantangan karena dunia ekonomi dan bisnis masih menghadapi dampak pandemi yang sulit ditebak perkembangannya,” kata dia.
Raksasa otomotif ini memproyeksikan penjualan mobil dan motor hingga akhir tahun ini terpangkas hingga 45%.
Perusahaan bersandi saham ASII ini mengatakan estimasi penjualan mobil pada 2020 sekitar 600.000 unit. Sedangkan, estimasi penjualan motor menjadi 3,6-3,9 juta unit, turun 40%-45% dibandngkan dengan tahun lalu.
“Penjualan mobil secara ritel turun sekitar 40%-45%, namun jika kita lihat pangsa pasar merek-merek Astra hingga Juli mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu sekitar 53%,” kata Direktur ASII, Henry Tanoto.
Seperti diketahui, pendapatan bersih konsolidasian Astra International pada semester I-2020 hanya mampu menyentuh nilai Rp89,8 triliun. Angka ini merosot 23% dari perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp116,18 triliun.
Meski demikian, laba bersih konsolidasi perseroan pada waktu yang sama masih tumbuh 16% dari Rp9,8 triliun menjadi Rp11,4 trilin per 30 Juni 2020. Perolehan laba bersih ini sudah termasuk dengan hasil keuntungan penjualan saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) senilai Rp5,88 triliun.
Jika tidak memperhitungkan keuntungan itu, maka laba bersih Astra Group hanya akan berada di angka Rp5,5 triliun. Capaian itu anjlok 44% dibandingkan dengan perolehan laba tahun sebelumnya.
Pada perdagangan Rabu, 30 September 2020, saham ASII ditutup merosot 2,41% sebesar 110 poin ke level Rp4.460 per lembar. Kapitalisasi pasar saham ASII mencapai Rp180,55 triliun dengan imbal hasil negatif 29,63% dalam setahun terakhir. (SKO)
Simak jadwal lengkap pembagian dividen interim ASII:
- Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 6 Oktober 2020
- Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 7 Oktober 2020
- Cum dividen di pasar tunai: 8 Oktober 2020
- Ex dividen di pasar tunai: 9 Oktober 2020
- Recording date: 8 Oktober 2020
- Pembayaran dividen: 27 Oktober 2020
