Investor Asing Ramai-ramai Jual Saham Blue Chips, IHSG Turun Lagi
- Pelemahan IHSG kali ini juga turut diwarnai oleh aksi jual bersih yang selama 16 pekan terakhir terus menunjukkan aktivitas merah. Sepanjang hari ini, asing...

emylmaulana
Author
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa, 29 September 2020. Penurunan IHSG terjadi sebesar 0,55% ke level 4.879,09 dari sebelumnya 4.906,54.
Bersamaan dengan penurunan IHSG itu, saham-saham blue chips di indeks LQ45 juga turut mengalami pelemahan. Tercatat pada perdagangan hari ini, pelemahan indeks LQ45 menyentuh angka 1,02%. Turun dari 750,00 menjadi 742,38.
Direktur Asosiasi Riset dan Invetasi Pilarmas Investindo Maximillianus Nico Demus mengatakan, penurunan IHSG hari ini disebabkan oleh sentimen perkembangan ekonomi Indonesia kuartal III-2020. Investor, kata dia, masih menanti-nanti hasil resesi ekonomi kuartal III-2020 yang bakal diumumkan Badan Pusat Stastik (BPS) pada 5 Oktober mendatang.
“Di lain sisi pasar bergerak mayoritas menguat yang didukung oleh tanda-tanda positif seputar pemulihan ekonomi China. Meskipun pandemi virus corona terus memberikan tekanan ekonomi global dan meningkatkan kekhawatiran tentang valuasi perusahaan yang tinggi,” tulis Nico dalam riset hariannya, Selasa 29 September 2020.
- Bukang Mang Oleh, Jokowi Beri Modal Pedagang Odading Rp2,4 Juta
- Grab Indonesia Lolos Dari Sanksi Denda Rp30 Miliar, KPPU Ajukan Kasasi
- Kurangi Beban Industri, Pemerintah Tanggung Bea Masuk Impor
- LPS Pangkas Tingkat Bunga Penjaminan 25 bps
- RI Resmi Masuk Jurang Resesi Akibat Pandemi, Bahaya Enggak Sih? Apa Bedanya dengan Krisis Ekonomi 1998 dan 2008?
Sektor aneka industri dan infrastruktur menjadi dua faktor penekan kinerja IHSG hari ini. Keduanya harus meneguk pelemahan masing-masing sebesar 2,33% dan 0,96%.
Di samping itu, pelemahan kali ini juga turut diwarnai oleh aksi jual bersih yang selama 16 pekan terakhir terus menunjukkan aktivitas merah. Sepanjang hari ini, asing telah melakukan aksi jual bersih senilai Rp341,91 miliar. Sehingga sejak awal tahun, net sell investor asing di Indonesia telah mencapai nilai Rp43,11 triliun.
Emiten perbankan lagi-lagi menjadi bulan-bulanan aksi jual asing ini. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan aksi jual asing sebesar Rp138 miliar. Disusul saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan aksi jual bersih Rp96 miliar. Lalu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan total jual asing Rp78,6 miliar.
Berikut 10 saham yang paling banyak dilego asing:
- BBRI: Rp139 miliar
- TLKM: Rp96 miliar
- BMRI: Rp78,6 miliar
- ASII: Rp52,6 miliar
- GGRM: Rp20,4 miliar
- ADRO: Rp15,8 miliar
- SMGR: Rp15,2 miliar
- PGAS: Rp13,5 miliar
- UNVR: RP12,7 miliar
- HMSP: Rp12 miliar
