Investasi 2026 untuk Anak Muda, Pilih Emas atau Perak?
- Emas dan perak sama-sama menjadi andalan saat inflasi dan ketidakpastian ekonomi meningkat.

Ananda Astri Dianka
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Memasuki 2026, anak muda kian dihadapkan pada pilihan investasi yang tidak sekadar menjanjikan imbal hasil, tetapi juga mampu menjaga nilai aset di tengah inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.
Di antara berbagai instrumen yang tersedia, emas dan perak kembali mencuat sebagai opsi klasik yang dianggap aman. Namun, dengan karakter yang berbeda, pertanyaan pun muncul: investasi mana yang lebih cocok untuk generasi muda, emas atau perak?
Jawabannya tidak tunggal. Pilihan terbaik sangat bergantung pada tujuan keuangan, jangka waktu investasi, serta toleransi risiko masing-masing investor. Untuk memberi gambaran yang lebih utuh, berikut perbandingan emas dan perak dari berbagai aspek.
1. Karakteristik Dasar
Emas selama ini dikenal sebagai aset safe haven. Dalam situasi ekonomi global yang bergejolak, emas cenderung lebih stabil karena fungsinya sebagai cadangan nilai. Tidak sedikit bank sentral dunia yang menjadikan emas sebagai bagian dari cadangan devisa, memperkuat posisinya dalam sistem keuangan global.
Perak memiliki karakter berbeda. Selain diperdagangkan sebagai aset investasi, perak juga banyak digunakan di sektor industri, mulai dari elektronik, energi terbarukan, hingga kesehatan. Ketergantungan pada aktivitas industri membuat harga perak lebih sensitif terhadap siklus ekonomi.
2. Stabilitas Harga
Dari sisi stabilitas, emas relatif lebih tenang. Pergerakan harganya cenderung tidak terlalu ekstrem, sehingga cocok bagi investor yang mengutamakan keamanan nilai aset dalam jangka panjang.
Sebaliknya, perak dikenal lebih volatil. Ketika aktivitas industri meningkat, harga perak bisa melesat tajam. Namun saat ekonomi melambat, tekanan penurunan juga bisa lebih dalam dibanding emas. Karakter inilah yang membuat perak kerap dipandang berisiko lebih tinggi.
3. Potensi Imbal Hasil
Volatilitas yang tinggi membuat perak memiliki potensi keuntungan lebih besar, terutama dalam jangka pendek. Pada fase pasar yang positif, persentase kenaikan harga perak bisa melampaui emas.
Namun, peluang tersebut datang dengan konsekuensi risiko yang lebih besar. Emas menawarkan imbal hasil yang lebih stabil dan konsisten, meski kenaikannya tidak secepat perak.
4. Modal Awal Investasi
Dari sisi keterjangkauan, perak jelas lebih ramah. Harga per gramnya jauh lebih murah dibanding emas, sehingga mudah diakses oleh investor pemula atau mereka yang ingin mulai dengan modal terbatas.
Emas memang menuntut modal awal lebih besar. Namun, daya tahannya dalam menjaga nilai kekayaan menjadikannya favorit bagi investor jangka panjang.
5. Likuiditas
Emas unggul dalam hal likuiditas. Aset ini relatif mudah dijual kapan saja, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Pasarnya luas dan stabil, sehingga pencairan dana bisa dilakukan dengan cepat.
Perak juga tergolong likuid, meski fleksibilitasnya masih di bawah emas. Selisih harga jual dan beli perak umumnya lebih lebar, sehingga perlu perhitungan lebih matang sebelum masuk atau keluar pasar.
6. Perlindungan terhadap Inflasi
Emas telah lama terbukti efektif sebagai pelindung nilai dari inflasi. Saat daya beli mata uang melemah, harga emas cenderung menguat.
Perak juga dapat berfungsi sebagai pelindung nilai, tetapi pengaruh faktor industri membuat pergerakannya tidak selalu sejalan dengan inflasi. Dalam kondisi tertentu perak bisa tampil lebih agresif, namun di situasi lain justru tertinggal.
Jadi, Pilih Emas atau Perak?
Tidak ada jawaban mutlak. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan masing-masing investor. Emas cocok bagi mereka yang mengincar stabilitas, keamanan, dan perlindungan nilai jangka panjang.
Perak menarik bagi investor yang siap menghadapi fluktuasi demi peluang imbal hasil lebih tinggi, terutama saat ekonomi dan industri sedang tumbuh. Sebagian investor bahkan memilih mengombinasikan emas dan perak dalam portofolio untuk menjaga keseimbangan risiko.
Kini, investasi logam mulia tidak selalu harus berbentuk fisik. Instrumen digital semakin diminati karena dinilai lebih praktis, aman, dan transparan. Berbagai platform investasi menyediakan akses sekaligus edukasi agar investor dapat memahami karakter setiap instrumen sebelum mengambil keputusan.
Pada akhirnya, emas dan perak sama-sama memiliki keunggulan dan keterbatasan. Kunci utama bukan pada memilih mana yang “paling benar”, melainkan menyesuaikan strategi investasi dengan tujuan keuangan dan profil risiko. Dengan pemahaman yang tepat, keduanya bisa menjadi fondasi penting dalam membangun portofolio jangka panjang.

Ananda Astri Dianka
Editor
