Tren Ekbis

Ekspansi Gerai Baru, Fore Alokasi Dana IPO Rp166,7 M

  • Perseroan Kantongi Dana IPO Total Rp353,44 miliar
fore1.jpg
Fore memanfaatkan dana hasil IPO untuk memperbanyak gerai. (FORE)

JAKARTA, TRENASIA.ID- PT Fore Kopi Indonesia Tbk merealisasikan sebagian besar dana bersih yang dihimpun dari publik untuk mendukung ekspansi bisnis. Emiten berkode FORE juga memanfaatkan hasil IPO untuk menambah setoran modal pada entitas anak usahanya. 

Corporate Secretary, Denny Ngadimin, dalam laporan ke otoritas bursa Selasa, 14 Juli 2026 menjelaskan, perseroan mengantongi penawaran umum kotor senilai Rp353,44 miliar saat melantai di bursa pada tanggal 14 April 2025 yang lalu.

Setelah dikurangi dengan total biaya emisi atau penawaran umum yang mencapai Rp16,24 miliar, emiten kopi kekinian ini memperoleh hasil realisasi bersih dana IPO sebesar Rp337,19 miliar. 

Hingga periode laporan pertengahan tahun 2026 ini, akumulasi realisasi penggunaan dana bersih yang telah dieksekusi oleh manajemen mencapai Rp166,71 miliar, sehingga perseroan masih mengantongi sisa dana hasil penawaran umum sebesar Rp170,488 miliar. 

Apabila ditelisik secara lebih mendalam mengenai rincian rencana pemanfaatan modal publik tersebut, manajemen sejak awal telah mengalokasikan porsi terbesar untuk keperluan ekspansi jaringan outlet baru. 

Dari total pagu anggaran ekspansi gerai yang direncanakan sebesar Rp275 miliar, emiten berkode saham FORE ini telah merealisasikan dana sebesar Rp155,71 miliar atau setara dengan lima puluh enam koma enam persen dari rencana prospektus. 

Sementara itu, untuk alokasi setoran modal kepada anak perusahaan yaitu PT Cipta Favorit Indonesia, manajemen telah merealisasikan dana sebesar Rp11 miliar dari total rencana semula yang dipatok sebesar Rp60 miliar. 

Di sisi lain, pos anggaran untuk modal kerja yang direncanakan sebesar Rp2,19 miliar tercatat belum digunakan sama sekali atau masih bersaldo nol rupiah oleh perusahaan hingga akhir periode pelaporan ini. 

Sisa dana hasil penawaran umum perdana saham yang belum terpakai sebesar Rp170,488 miliar saat ini ditempatkan oleh manajemen pada instrumen perbankan yang aman dan likuid. 

Mayoritas sisa dana tersebut, yakni sebesar Rp170,43 miliar, disimpan dalam bentuk tabungan giro di Bank Mandiri dengan tingkat bunga atau bagi hasil sebesar lima persen per tahun. 

Sementara sisa dana lainnya dengan nominal terkecil sebesar Rp50,86 juta rupiah ditaruh pada rekening giro Bank Mandiri terpisah dengan tingkat bunga sebesar nol koma empat persen per tahun, di mana kedua penempatan dana tersebut dipastikan dilakukan pada pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan. 

Laporan keuangan emisi yang disampaikan secara elektronik ini juga merinci total biaya penawaran umum sebesar Rp16,24 miliar yang terserap ke beberapa pos jasa profesional pasar modal. 

Komponen biaya tersebut meliputi biaya jasa penjaminan emisi atau underwriting fee sebesar Rp695,91 juta, biaya jasa penyelenggaraan atau management fee sebesar Rp6,79 miliar, serta biaya jasa penjualan atau selling fee senilai Rp695,91 juta. 

Selain itu, perusahaan juga mengeluarkan dana untuk biaya jasa profesi penunjang pasar modal sebesar Rp2,66 miliar, biaya lembaga penunjang sebesar Rp35 juta, biaya konsultasi keuangan sebesar Rp1 miliar, serta biaya-biaya lainnya yang dapat diatribusikan langsung sebagai biaya emisi efek sebesar Rp4,35 miliar. 

Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Bunga Citra pada 15 Jul 2026 

Tags: