Tren Ekbis

Dari Jayapura, Kerajinan Papua Tembus 7 Negara Berkat BRI

  • Berawal dari Jayapura, PT MJEthnic Craft Indonesia membawa kerajinan Papua dan produk UMKM Nusantara ke 7 negara setelah mengikuti Pelatihan Ekspor BRI Peduli.
WhatsApp Image 2026-08-18 at 20.39.38.jpeg
Kerajinan khas Papua tak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal, tetapi juga berpeluang menjadi produk bernilai ekonomi di pasar internasional. Peluang tersebut dimanfaatkan Sukma Ayu Mayangsari melalui PT MJEthnic Craft Indonesia yang dirintisnya dari Jayapura, Papua. (BRI)

JAYAPURA, TRENASIA.ID – Kerajinan khas Papua tak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal, tetapi juga berpeluang menjadi produk bernilai ekonomi di pasar internasional. Peluang tersebut dimanfaatkan Sukma Ayu Mayangsari melalui PT MJEthnic Craft Indonesia yang dirintisnya dari Jayapura, Papua.

Usaha Sukma bermula pada 2022 dari sebuah toko daring sederhana. Saat itu, ia melihat potensi kerajinan Papua yang belum banyak menjangkau pasar lebih luas. Sukma kemudian mulai memasarkan produk karya pengrajin lokal dengan membawa misi memperkenalkan kekayaan budaya Papua kepada lebih banyak konsumen.

Seiring meningkatnya permintaan dan kepercayaan pelanggan, usaha tersebut berkembang menjadi PT MJEthnic Craft Indonesia. Perusahaan kini tidak hanya memasarkan kerajinan Papua, tetapi juga menjadi distributor berbagai produk UMKM Nusantara, mulai dari kerajinan tangan, fesyen, aksesori, hingga kuliner khas.

Bagi Sukma, produk yang dijual bukan sekadar barang dagangan. Setiap karya membawa cerita mengenai budaya, keterampilan, dan kehidupan pengrajin yang membuatnya.

Karena itu, pengembangan bisnis juga diarahkan pada pemberdayaan masyarakat. Sukma melibatkan pengrajin lokal, terutama perempuan, sekaligus menyisihkan 2,5% dari hasil penjualan untuk membantu masyarakat kurang mampu di Papua.

Bekal Ekspor Buka Akses Pasar Global

Ketika bisnis mulai berkembang, tantangan berikutnya adalah bagaimana membawa produk lokal tersebut memasuki pasar internasional. Sukma pun mengikuti Pelatihan Ekspor BRI Peduli untuk memperkuat pemahamannya mengenai perdagangan lintas negara.

Pelatihan tersebut menjadi salah satu bekal bagi Sukma untuk memahami proses ekspor sekaligus memperluas jejaring dengan pelaku UMKM dari berbagai daerah.

"Pelatihan Ekspor BRI Peduli menambah ilmu dan wawasan saya tentang dunia ekspor. Selain itu, saya juga mendapat kesempatan menambah jejaring dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia," ujar Sukma.

Materi yang diperoleh mencakup strategi ekspor, regulasi perdagangan internasional, penyusunan dokumen ekspor, riset pasar global, hingga pengemasan dan branding produk agar lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen internasional.

Bekal tersebut membantu Sukma melihat peluang pasar yang lebih luas. Produk PT MJEthnic Craft Indonesia kini telah menjangkau konsumen di Australia, Belanda, Uzbekistan, Italia, Malaysia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa produk yang lahir dari komunitas lokal di Papua memiliki peluang untuk masuk ke pasar global ketika didukung pengembangan bisnis, pemahaman pasar, serta kemampuan memenuhi kebutuhan perdagangan internasional.

Bagi Sukma, dukungan terhadap UMKM juga perlu dilihat lebih luas dari sekadar akses pembiayaan. Pengetahuan dan jaringan menjadi bagian penting agar pelaku usaha memiliki keberanian dan kemampuan untuk mengembangkan pasar.

"Saya sangat mengapresiasi komitmen dan konsistensi BRI dalam mendampingi pelaku usaha lokal untuk naik kelas hingga menembus pasar internasional. BRI bukan hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga menjadi mitra sociopreneur di Indonesia," kata Sukma.

BRI Dorong UMKM Siap Ekspor

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan pemberdayaan UMKM melalui BRI Peduli dilakukan melalui berbagai program, termasuk pelatihan yang bertujuan meningkatkan kesiapan pelaku usaha memasuki pasar internasional.

Menurut Dhanny, kemampuan UMKM untuk menembus pasar ekspor membutuhkan lebih dari sekadar produk yang berkualitas. Pelaku usaha juga perlu memahami regulasi, administrasi ekspor, karakter pasar tujuan, hingga cara membangun merek yang mampu bersaing secara global.

"Kisah Sukma Ayu Mayangsari dengan usaha PT MJEthnic Craft Indonesia menjadi salah satu contoh bahwa ketika semangat pelaku UMKM bertemu dengan akses pembelajaran yang tepat, peluang untuk tumbuh dan menjangkau pasar internasional semakin terbuka," ujar Dhanny.

Kisah MJEthnic Craft memperlihatkan bagaimana rantai nilai ekonomi dapat dibangun dari daerah. Produk yang berangkat dari keterampilan pengrajin lokal tidak hanya menciptakan peluang pendapatan bagi masyarakat, tetapi juga membawa identitas budaya Papua ke pasar internasional.

Pada akhirnya, tantangan UMKM bukan hanya bagaimana menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana mengubah produk lokal menjadi produk yang mampu memenuhi standar dan kebutuhan pasar global