Tren Ekbis

Bumbu Instan Tanpa MSG Ala Padang Panjang Tembus Pasar Inggris

  • Vianti Maghdalena membangun Wan Alan dari dapur rumahan saat pandemi. Kini bumbu rendang dan gulainya sudah diekspor ke Inggris lewat ekosistem LinkUMKM BRI.
WhatsApp Image 2026-04-17 at 16.01.25.jpeg
Vianti Maghdalena, pemilik Wan Alan, usaha bumbu masakan instan asal Kota Padang Panjang berhasil menembus pasar ekspor. (BRI)

JAKARTA, TRENASIA.ID--Vianti Maghdalena mulai membuat bumbu dari dapur rumahnya di Padang Panjang saat pandemi. Bukan karena punya rencana bisnis besar, tapi karena perlu bertahan. 

Produk pertamanya berbasis jahe. Sekarang, bumbu rendang dan gulai tanpa MSG buatannya sudah sampai di Inggris. Usahanya bernama Wan Alan. Sederhana, tapi jangkauannya tidak.

Pivot dari produk jahe ke bumbu instan bukan keputusan yang mudah. Tapi pasar bicara sendiri. Bumbu rendang, gulai, soto, lengkuas, sampai nasi goreng ternyata lebih diterima. Semuanya tanpa MSG, dengan klaim rasa autentik masakan nusantara tanpa proses memasak panjang.

Soal distribusi, produk Wan Alan sekarang ada di toko oleh-oleh dan supermarket Sumatra Barat, dijual lewat reseller, marketplace, dan media sosial. Dan satu pasar ekspor: Inggris.

Apa Peran BRI di Sini?

Vianti masuk ekosistem BRI lewat Rumah BUMN Padang Panjang pada 2022, kemudian ikut program BRIncubator.

"Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI pada tahun 2022 saat saya mendaftar menjadi UMKM di Rumah BUMN Padang Panjang. Saya aktif dan ikut dalam program BRIncubator 2022, alasan saya memutuskan aktif di sini karena saya banyak mendapat manfaat dari menambah ilmu terkait pemasaran, branding, manajemen, juga menambah jaringan sehingga produk saya bisa dikenal sampai sekarang," katanya.

Jadi bukan sekadar pinjaman modal. Yang lebih berguna rupanya akses ke jaringan dan pelatihan, hal yang susah dibeli sendiri oleh pelaku UMKM skala rumahan.

Untuk operasional, Vianti juga pakai QRIS dan tabungan BRI untuk transaksi di berbagai kanal. Hal kecil, tapi membantu bisnis yang jualannya tersebar di banyak platform sekaligus.

Angka LinkUMKM sampai Maret 2026

  • 15,57 juta UMKM sudah memanfaatkan platform LinkUMKM
  • 840+ modul pembelajaran tersedia
  • Fitur mencakup peningkatan kapasitas hingga perluasan akses pasar

Vianti tidak menyebut perjalanannya mulus. Harga bahan baku naik-turun, peralatan produksi terbatas. "Hasil yang hebat lahir dari dua hal, lutut yang bersimpuh dalam doa dan tangan yang lelah karena kerja keras. Jika salah satu hilang, langkah kita akan pincang."

Konteks Asia

Bumbu masakan Indonesia punya potensi ekspor yang belum banyak tergarap secara serius. Di tengah meningkatnya diaspora Asia Tenggara di Eropa dan Amerika, permintaan terhadap produk makanan autentik terus tumbuh. 

Wan Alan bukan satu-satunya yang mencoba masuk ke sana, tapi yang menarik adalah skalanya masih mikro, modalnya bukan dari venture capital, dan jalannya lewat ekosistem BUMN.

Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti menyebut pemberdayaan perempuan bukan hanya isu sosial, tapi strategi penting dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional.