Tren Ekbis

Bos APP Dipanggil Wakil PM Singapura, Tjiwi Kimia Angkat Bicara

  • Tjiwi Kimia (TKIM) menjelaskan pemanggilan APP Co Ltd oleh Pemerintah Singapura terkait penyelidikan karhutla. Perseroan mengklaim tidak terdampak material.
pengusaha indonesia.jpg
Sejumlah pemilik perusahaan sawit di Indonesia yang dipanggil Wakil PM Singapura, Gan Kim Yong, pekan lalu. (Sumber: X)

JAKARTA, TRENASIA.ID– PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) buka suara terkait pemanggilan pimpinan sejumlah grup usaha perkebunan dan agribisnis oleh Pemerintah Singapura pada 28 Oktober 2026. Pemanggilan tersebut berkaitan dengan penyelidikan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menanggapi isu tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta klarifikasi Tjiwi Kimia mengenai kemungkinan keterlibatan perseroan, entitas anak, maupun afiliasinya dalam proses yang dilakukan Pemerintah Singapura.

Direktur Utama Tjiwi Kimia Suhendra Wiriadinata menegaskan bahwa perseroan dan seluruh entitas anak tidak menjadi subjek pembahasan, pemanggilan, permintaan informasi, maupun penelusuran fakta terkait penyelidikan karhutla tersebut.

“Berdasarkan informasi yang tersedia pada Perseroan, Perseroan dan entitas anak Perseroan tidak menjadi subjek pembahasan, permintaan informasi, pemanggilan maupun penelusuran fakta yang dilakukan oleh Pemerintah Singapura sebagaimana dimaksud dalam pemberitaan terkait peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tersebut,” kata Suhendra Wiriadinata, Senin, 2 November 2026.

Namun, Tjiwi Kimia mengakui terdapat pemegang saham tidak langsung perseroan, yakni Asia Pulp & Paper Company Ltd (APP Co Ltd), yang turut dipanggil Pemerintah Singapura.

“APP Co Ltd memiliki 0,04 persen saham PT APP Purinusa Ekapersada, perusahaan yang menjadi pemegang saham pengendali Tjiwi Kimia,” ujar Suhendra.

Dalam penjelasannya,  Suhendra menegaskan APP Co Ltd merupakan badan hukum yang terpisah. Karena itu, Tjiwi Kimia tidak memiliki kewenangan maupun informasi yang memadai untuk menjelaskan lebih lanjut proses yang melibatkan perusahaan tersebut.

Suhendra juga menjelaskan bahwa pemanggilan APP Co Ltd tidak menimbulkan dampak material terhadap perseroan maupun entitas anak.

“Tjiwi Kimia juga memastikan tidak menerima arahan, permintaan data, ataupun permintaan klarifikasi dari induk usaha terkait penyelidikan tersebut,” tambahnya.

Karena itu, Suhendra menyebut Perseroan tidak melakukan evaluasi atau penelaahan khusus karena tidak menjadi subjek penyelidikan. 

“Tjiwi Kimia tidak menerima temuan, teguran, maupun hasil pemeriksaan dari Pemerintah Singapura atau instansi berwenang terkait kasus karhutla tersebut,” katanya.

Dari sisi bisnis, perseroan mengaku belum mengidentifikasi risiko material terhadap hubungan dengan pelanggan, pemasok, kreditur, investor, maupun pihak lainnya.

Dengan kondisi tersebut, Tjiwi Kimia menilai belum memerlukan langkah mitigasi khusus. Meski demikian, perseroan menegaskan tetap memperhatikan dan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dalam menjalankan kegiatan usaha.

Delapan Pengusaha Dipanggil Wakil PM Singapura 

Dua pengusaha yang dikaitkan dengan Sinar Mas Group hadir dalam pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong, Menteri Dalam Negeri K. Shanmugam, dan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Grace Fu pada Rabu (28/10/2026).

Keduanya ialah Senior adviser Sinar Mas Group Bernard Tan, dan Franky Oesman Widjaja yang mewakili Asia Pulp & Paper Company dan Asia Pulp & Paper Company (China).

Bersama keduanya turut hadir  CEO dan Executive Chairman Bumitama Agri Lim Gunawan Hariyanto, CEO dan Direktur Eksekutif First Resources Ciliandra Fangiono.

Berikutnya ada CEO dan Direktur Eksekutif Indofood Agri Resources Mark Julian Wakeford, dan CEO dan Direktur Eksekutif Kencana Agri Albert Maknawi. Kemudian, Chairman TSH Resources Kelvin Tan Aik Pen, Chairman dan CEO Wilmar International Kuok Khoon Hong.

PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk merupakan perusahaan yang tergabung pada grup Asia Pulp and Paper (APP) Group di bawah nasungan Sinar Mas. Perusahaan bermarkas di Sidoarjo Jawa Timur ini awalnya hanya memproduksi soda dan bahan kimia lainnya. Namun sejak 1978, perseroan mulai memproduksi kertas dengan kapasitas 12.000 ton per tahun.

Saat ini, Tjiwi Kimia memproduksi berbagai jenis kertas dan turunannya seperti kertas fotocopy, coated dan carbonless. 

Selain itu, Perseroan juga memproduksi beragam jenis stationery dan produk perlengkapan kantor seperti buku tulis, memo, notepad, loose leaf, spiral, amplop, dan tas kertas yang diminati pasar internasional. Termasuk karton (boxboard) yang dipergunakan untuk kemasan industri.

Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Hadi Zairin pada 02 Nov 2026