Bidik Nasabah Kaya, OCBC Perkuat Layanan Pengelolaan Kekayaan
- OCBC memperkenalkan Premier One bagi nasabah kaya dengan layanan pengelolaan kekayaan, akses investasi prioritas, serta fasilitas perbankan premium.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) memperkuat bisnis pengelolaan kekayaan atau wealth management melalui peluncuran Premier One pada 20 Oktober 2026. Layanan ini menyasar nasabah high-net-worth atau individu dengan kekayaan tinggi yang memiliki kebutuhan pengelolaan aset, likuiditas, risiko, keluarga, hingga bisnis yang semakin kompleks.
Melalui Premier One, OCBC menawarkan pendampingan finansial yang lebih personal, akses prioritas terhadap solusi investasi pilihan, jaringan regional, serta manfaat gaya hidup. Strategi ini mencerminkan upaya bank memperluas layanan melampaui produk simpanan dan investasi, dengan menempatkan kebutuhan nasabah sebagai bagian utama dari pengelolaan kekayaan.
Peluncuran tersebut berlangsung ketika kebutuhan nasabah affluent terhadap layanan yang disesuaikan dengan kondisi pribadi semakin besar. Berdasarkan OCBC 2026 Net Promoter Score Study, sebanyak 75% investor affluent menginginkan saran yang disesuaikan dengan kondisi pribadi, sementara 70% mengharapkan penasihat keuangan memberikan pandangan secara proaktif.
Hayati Indah Putri, Customer Experience Head OCBC, mengatakan pengalaman nasabah perlu dibangun melalui pemahaman yang menyeluruh terhadap kondisi dan tujuan hidup mereka.
“Bagi nasabah affluent, pengalaman yang baik dimulai ketika bank memahami keseluruhan konteks hidupnya, bukan hanya angka pada portofolio. Personalisasi berarti memberikan akses yang mudah kepada advisory, solusi perbankan, dan manfaat yang benar-benar relevan,” ujar Hayati.
Baca juga : Masih Efisiensi, Menkeu Suahasil Mau Belanja Rp1.300 T di Kuartal IV
OCBC Satukan Konsultasi Investasi dan Manfaat Gaya Hidup
Premier One mengusung semangat personalized accessibility for every ambition. Melalui pendekatan tersebut, OCBC berupaya menyediakan akses ke layanan konsultasi keuangan, solusi investasi pilihan, jaringan regional, dan manfaat gaya hidup yang disesuaikan dengan profil risiko, kebutuhan likuiditas, serta tujuan keluarga maupun bisnis nasabah.
Stephanie M. Kristanto, Premier Banking Segment Head OCBC, mengatakan peluncuran Premier One merupakan bagian dari penguatan proposisi wealth management perseroan.
“Premier One memperkuat proposisi wealth management OCBC dengan menyatukan pendampingan ahli, akses prioritas kepada solusi investasi pilihan, serta kekuatan jaringan regional dan manfaat lifestyle. Melalui pendekatan ini, kami ingin menjadi mitra yang mendampingi nasabah dalam merancang, mengelola, mengembangkan, dan melindungi kekayaannya sesuai tujuan masing-masing,” kata Stephanie.
Dalam implementasinya, layanan ini memiliki tiga pilar utama. Pertama, pendampingan personal melalui Senior Relationship Manager yang didukung Konsultan Investasi. Kedua, akses prioritas terhadap produk unggulan dan wawasan finansial dari wealth panel sesuai profil serta kebutuhan nasabah.
Ketiga, akses regional dan gaya hidup melalui jaringan OCBC di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Hong Kong. Nasabah juga dapat menikmati sejumlah fasilitas premium, mulai dari OCBC Premier Lounge, program kartu, layanan premium airport pick-up, hingga pemeriksaan kesehatan di dalam dan luar negeri sesuai ketentuan program.
OCBC turut menawarkan berbagai promosi bagi nasabah yang memenuhi persyaratan, termasuk kesempatan memperoleh travel voucher Rp12 juta dan cashback hingga Rp21 juta bagi nasabah baru atau Rp20 juta bagi nasabah eksisting. Besaran manfaat tersebut mengikuti segmentasi nasabah serta syarat dan ketentuan yang berlaku.
Baca juga : 80 Saham HSC Tak Lagi Dihitung dalam IHSG, Ini Daftar Lengkapnya
Peluang Wealth Management di Tengah Kebutuhan Diversifikasi
Penguatan layanan wealth management juga berkaitan dengan kebutuhan diversifikasi investasi nasabah. Berdasarkan data yang disampaikan OCBC, lebih dari 70% saldo tabungan dan investasi ritel masih ditempatkan pada deposito. Kondisi ini menunjukkan adanya ruang untuk memperluas pemahaman dan akses nasabah terhadap berbagai instrumen investasi sesuai tujuan keuangan masing-masing.
Di sisi lain, sebanyak 59% profesional pengelolaan kekayaan menilai nasabah Indonesia semakin memahami investasi. Perubahan tersebut mendorong kebutuhan terhadap layanan yang tidak hanya menyediakan produk, tetapi juga membantu nasabah memahami risiko dan menentukan strategi pengelolaan portofolio.
Diamond Stole, Wealth Management Advisory Head OCBC, menekankan pentingnya pilihan investasi yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap nasabah.
“Keleluasaan solusi investasi menjadi penting karena tidak ada satu instrumen yang dapat menjawab seluruh kebutuhan nasabah. Wealth management yang personal dimulai dari pemahaman terhadap tujuan nasabah, kemudian diterjemahkan menjadi strategi dan akses kepada solusi investasi yang relevan,” jelas Diamond.
Menurut data yang disampaikan dalam materi OCBC, sebanyak 68% individu high-net-worth secara global berencana meningkatkan eksposur terhadap private equity. Namun, hanya 17% yang menilai pengalaman konsultasi keuangan mereka sudah berjalan secara mulus dan personal.
Angka tersebut menggambarkan adanya tantangan bagi industri pengelolaan kekayaan untuk menjembatani kebutuhan investasi dengan pengalaman konsultasi yang lebih terintegrasi.
Baca juga : Kapitalisasi Pasar IHSG Susut Rp340 Triliun dalam Sehari
Meski demikian, akses terhadap produk investasi tidak serta-merta membuat seluruh instrumen cocok bagi setiap nasabah. Pemilihan produk tetap perlu mempertimbangkan profil risiko, tujuan investasi, kebutuhan likuiditas, biaya, serta pemahaman nasabah terhadap karakteristik dan potensi kerugian.
Selain pendampingan finansial, OCBC turut mengandalkan manfaat beyond banking untuk memperkuat pengalaman nasabah. Berdasarkan OCBC 2026 Net Promoter Score Study, sebanyak 42% nasabah high-net-worth menyatakan puas terhadap kemampuan OCBC dalam menyediakan manfaat yang mendukung mobilitas, kesehatan, keluarga, dan kualitas hidup.
Faktor tersebut termasuk tiga pendorong utama kepuasan nasabah berdasarkan studi yang disampaikan perusahaan.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa persaingan dalam layanan perbankan premium tidak hanya bertumpu pada produk investasi atau imbal hasil, tetapi juga pada kualitas konsultasi, kemudahan akses, serta manfaat yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari nasabah.

Chrisna Chanis Cara
Editor
