APLN Perkuat Bisnis Properti, Gandeng Hankyu Hanshin di Bukit Podomoro
- APLN memperkuat kemitraan dengan Hankyu Hanshin melalui pengembangan Bukit Podomoro Jakarta. Transaksi saham GCK juga diarahkan untuk mendukung bisnis dan mengurangi utang perseroan.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) memperkuat kemitraan strategis dengan Hankyu Hanshin Properties Corp. melalui kerja sama pengembangan sejumlah proyek properti di Indonesia.
Kolaborasi terbaru dilakukan melalui proyek Bukit Podomoro Jakarta sekaligus menjadi bagian dari strategi APLN memperkuat bisnis dan struktur keuangannya.
Kemitraan kedua perusahaan telah berlangsung dalam sejumlah proyek properti, antara lain Central Park Mall, Central Park Mall 2 yang sebelumnya dikenal sebagai Neo Soho Mall, serta Deli Park Medan.
Hubungan bisnis tersebut kembali diperluas pada 17 Juli 2026 melalui kesepakatan strategis terkait pengembangan Bukit Podomoro Jakarta. Dalam transaksi tersebut, APLN mengalihkan sebagian kepemilikan saham PT Graha Cipta Kharisma (GCK), perusahaan yang mengembangkan proyek Bukit Podomoro Jakarta, kepada Hankyu Hanshin.
Dana dari transaksi tersebut akan digunakan APLN untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha sekaligus membantu mengurangi beban utang perseroan.
Corporate Secretary APLN Justini Omas mengatakan kerja sama dengan Hankyu Hanshin menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk mengembangkan proyek properti melalui kolaborasi dengan mitra global.
“Kami gembira dapat melanjutkan kolaborasi dengan Hankyu Hanshin. Kepercayaan yang terus diberikan merupakan wujud komitmen dan rekam jejak Agung Podomoro dalam menghadirkan proyek-proyek berkualitas. Dengan pengalaman lebih dari 56 tahun di industri properti, kami akan terus mengoptimalkan setiap peluang kolaborasi untuk menciptakan nilai tambah pada setiap proyek yang kami kembangkan,” ujar Justini melalui keterangan resmi di Jakarta, Senin 10 Agustus 2026.
Premium Club House
Bukit Podomoro Jakarta menjadi salah satu proyek yang mendapat perhatian dalam penguatan kemitraan tersebut. Kawasan hunian terpadu ini dikembangkan di atas lahan sekitar 9,6 hektare dengan total 432 unit, terdiri atas 317 rumah tapak dan 115 unit ruko.
Pengembangan kawasan juga dilengkapi fasilitas seperti Premium Club House dan area komersial Bukit Podomoro Business Park. Sejak diperkenalkan pada 2021, harga properti di kawasan tersebut diklaim mengalami pertumbuhan rata-rata sekitar 10%–12% per tahun.
Dari sisi lokasi, Bukit Podomoro Jakarta diarahkan sebagai kawasan hunian yang terintegrasi dengan berbagai akses dan fasilitas perkotaan. Kawasan tersebut memiliki akses menuju jaringan jalan tol dan berada dekat dengan stasiun kereta yang terhubung ke pusat aktivitas Jakarta.
Ketersediaan pusat perbelanjaan, fasilitas kesehatan, dan institusi pendidikan di sekitar kawasan juga menjadi bagian dari daya tarik proyek tersebut, baik sebagai kawasan hunian maupun sebagai aset investasi.
Bagi APLN, masuknya mitra strategis ke dalam proyek tidak hanya memperluas sumber daya untuk pengembangan properti, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan portofolio dan memperkuat kondisi keuangan perseroan.
Kerja sama dengan Hankyu Hanshin juga memperlihatkan pola kolaborasi APLN dengan mitra asing yang telah berlangsung dalam jangka panjang. Pengalaman tersebut menjadi modal bagi kedua perusahaan untuk mengembangkan proyek baru dengan menggabungkan pemahaman APLN terhadap pasar properti Indonesia dan pengalaman Hankyu Hanshin di pasar global.
Justini mengatakan perseroan masih membuka peluang untuk memperluas kerja sama dengan Hankyu Hanshin pada proyek-proyek berikutnya.
“Dengan menggabungkan pengalaman Agung Podomoro di pasar Indonesia dan kapabilitas Hankyu Hanshin di tingkat global, kami yakin kolaborasi ini akan berdampak positif bagi kedua pihak, sekaligus membuka peluang kerja sama strategis lainnya di masa depan,” kata Justini.

Chrisna Chanis Cara
Editor
