Tren Ekbis

APLN Cetak Laba Rp523,5 M, Penjualan Deli Park Jadi Penopang

  • APLN mencatat pendapatan Rp3,66 triliun pada semester I-2026, naik 117% YoY. Simak faktor pendorong, penjualan Deli Park, dan prospek bisnisnya.
Podomoro City Deli Medan 2.jpg
Podomoro City Deli Medan, sebuah proyek properti kawasan superblok persembahan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) / Dok. Agung Podomoro (Podomorocitydelimedan.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2026. Penjualan dan pendapatan usaha perseroan mencapai Rp3,66 triliun, melonjak 117% secara tahunan (YoY) dibandingkan Rp1,69 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaikan kinerja tersebut tercermin dari profitabilitas perseroan. APLN berhasil membalikkan rugi komprehensif pada semester I-2025 menjadi laba komprehensif sebesar Rp523,5 miliar pada semester I-2026.

Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya pengakuan penjualan dari sejumlah proyek unggulan, optimalisasi portofolio aset, serta pengelolaan operasional yang semakin efisien.

Penjualan Deli Park Medan Dorong Kinerja APLN

Salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan pengakuan penjualan APLN pada semester I-2026 adalah transaksi Mall Deli Park Medan senilai Rp2,2 triliun.

Aset tersebut dijual kepada PT DPM Assets Indonesia (DPMAI) melalui anak usaha APLN, PT Sinar Menara Deli (SMD). Transaksi ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk melakukan optimalisasi aset dan menyeimbangkan kembali portofolio bisnis.

Corporate Secretary APLN, Justini Omas, menngklaim monetisasi aset bernilai tinggi menunjukkan kemampuan perseroan dalam menciptakan nilai dari aset yang dimiliki.

"Monetizing aset bernilai tinggi menjadi bukti bahwa APLN mampu membangun value tinggi terhadap aset-asetnya. Sebagai perusahaan properti tentunya APLN akan terus membangun dan mengembangkan proyek-proyek baru yang memberikan nilai dan dampak ekonomi positif secara berkelanjutan." jelas Omas dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.

Dengan transaksi tersebut, pengakuan penjualan APLN sepanjang semester I-2026 meningkat menjadi Rp3,11 triliun, dibandingkan Rp1,06 triliun pada semester I-2025.

Baca juga : Blok Masela Bergulir, Jadi Motor Ekonomi Timur Indonesia

Sementara itu, pendapatan berulang atau recurring income tetap memberikan kontribusi sebesar Rp549,9 miliar. Dari sisi profitabilitas, APLN juga membukukan peningkatan laba bruto sebesar 91% menjadi Rp1,24 triliun.

Perseroan turut mencatat penurunan beban bunga dan biaya keuangan menjadi Rp206,1 miliar. Penurunan biaya tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung perbaikan kinerja keuangan APLN.

Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan tidak hanya dari sisi pendapatan, tetapi juga dari pengelolaan biaya dan struktur keuangan perseroan.

Liabilitas APLN Turun Rp4,5 Triliun dalam 2,5 Tahun

Penguatan fundamental keuangan juga terlihat dari penurunan total liabilitas.

Per Juni 2026, total liabilitas APLN tercatat Rp10,37 triliun, turun dari Rp11,28 triliun pada akhir 2025. Jika dibandingkan dengan posisi akhir 2023 yang mencapai Rp14,87 triliun, liabilitas perseroan telah berkurang sekitar Rp4,50 triliun dalam 2,5 tahun.

Di sisi likuiditas, kas dan setara kas APLN meningkat menjadi Rp1,13 triliun. Sementara itu, arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp1,51 triliun.

Penurunan liabilitas dan penguatan arus kas tersebut menjadi indikator penting dalam upaya perseroan menjaga kesehatan keuangan sekaligus memperkuat struktur permodalan.

Marketing Sales APLN Capai Rp603 Miliar

Di tengah perbaikan kinerja keuangan, APLN juga membukukan marketing sales sebesar Rp603 miliar hingga Juni 2026. Realisasi tersebut setara dengan sekitar 43% dari target marketing sales 2026 yang ditetapkan sebesar Rp1,4 triliun.

Permintaan terhadap produk properti APLN masih ditopang oleh minat terhadap rumah tapak serta proyek mixed-use yang dikembangkan perseroan.

Manajemen menilai capaian tersebut menjadi modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.

" Kinerja semester pertama tahun ini menunjukkan bahwa implementasi dari strategi bisnis berjalan sesuai arah yang kami tetapkan. Pertumbuhan bisnis yang berhasil dicapai memberikan keyakinan bagi kami untuk terus menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun," ujar Justini.

Baca juga : Pembukaan LQ45 Hari Ini: CPIN dan ANTM Naik, CUAN Turun

Fokus APLN Semester II 2026

Memasuki paruh kedua 2026, APLN akan melanjutkan strategi pengembangan proyek yang dinilai memiliki tingkat permintaan tinggi.

Perseroan juga berfokus pada percepatan penyelesaian proyek serta optimalisasi aset untuk menciptakan nilai tambah sekaligus menjaga profitabilitas dan kesehatan keuangan.

"Kami terus berfokus pada pengembangan proyek yang memiliki permintaan tinggi, mempercepat penyelesaian proyek, serta mengelola aset secara optimal agar mampu menciptakan nilai tambah sekaligus menjaga profitabilitas dan kesehatan keuangan Perseroan," kata Omas.

Strategi tersebut diharapkan dapat menjaga pertumbuhan bisnis APLN secara berkelanjutan, terutama di tengah kondisi industri properti yang masih menghadapi sejumlah tantangan.

Baca juga : IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke Level 6.383, Cek Datanya

Meski mencatatkan kinerja positif pada semester I-2026, APLN tetap mewaspadai sejumlah tantangan yang dapat memengaruhi industri properti hingga akhir tahun.

Beberapa di antaranya adalah kenaikan suku bunga perbankan, kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, serta melemahnya daya beli masyarakat kelas menengah.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli properti, terutama untuk segmen yang membutuhkan pembiayaan melalui kredit perbankan.

Namun, manajemen APLN tetap optimistis terhadap prospek bisnis perseroan. Pengalaman melewati berbagai periode krisis ekonomi dan keuangan dinilai menjadi salah satu modal untuk menghadapi dinamika industri.