Tren Ekbis

ANTM Parkir Sisa Dana Rights Issue Rp203 M di BSI dan BRI

  • PT ANTAM (Persero) Tbk melaporkan realisasi penggunaan dana rights issue tahun 2015 hingga periode Juni 2026. Sisa dana Rp203 miliar ditempatkan di BSI dan BRI.
gedung antam.jpg
Gedung PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM)

JAKARTA, TRENASIA.ID- PT ANTAM (Persero) Tbk ‘memarkir’ sisa dana hasil right issue sebesar Rp230 miliar di Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Keputusan itu dilaporkan manajemen secara resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rabu, 15 Juli 2026.

Emiten berkode ANTM melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau rights issue tahun 2015 untuk periode yang berakhir hingga 30 Juni 2026. 

Laporan resmi ini diserahkan langsung kepada Otoritas Jasa Keuangan dengan nomor surat 4173/692/KAT/2026 pada tanggal 15 Juli 2026.

Berdasarkan regulasi yang berlaku mengenai penggunaan dana hasil penawaran umum, manajemen emiten pertambangan plat merah ini menjabarkan rincian alokasi dana secara transparan, termasuk sisa dana yang saat ini masih tersimpan di perbankan nasional.

Sisa Dana Ratusan Miliar Diparkir di Deposito BSI dan Giro BRI

Sisa dana hasil penawaran umum yang belum terpakai oleh perseroan saat ini berada di angka Rp203,292 miliar atau setara dengan 3,78 persen dari total hasil bersih penawaran umum. 

Manajemen perusahaan mengambil langkah taktis dengan memarkir sisa dana tersebut pada instrumen perbankan yang aman demi menjaga likuiditas modal.

Rincian penempatan sisa dana strategis tersebut terbagi ke dalam dua rekening lembaga keuangan nasional:

Deposito di Bank Syariah Indonesia senilai Rp130 miliar dengan jangka waktu satu bulan rollover dan tingkat imbal hasil sebesar 6,50 persen.

Rekening Giro di Bank Rakyat Indonesia sebesar Rp73,292 miliar dengan tingkat suku bunga tabungan sebesar 1,25 persen.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Arini Kasmira, menjelaskan dalam laporan tertulisnya bahwa sisa dana ini akan terus digunakan secara bertahap oleh manajemen. 

Target alokasi berikutnya adalah untuk mendanai modal kerja serta proyek pengembangan internal perseroan yang direncanakan berjalan pada periode Semester II Tahun 2026.

Rincian Hasil Bersih Rights Issue ANTM

Pada aksi korporasi yang efektif sejak 22 Oktober 2015 tersebut, perusahaan berhasil mengumpulkan jumlah hasil penawaran umum sebesar Rp5.376.645 juta. 

Dana tersebut bersumber dari Penyertaan Modal Negara atau PMN sebesar Rp3,494 triliun serta kontribusi dana publik senilai Rp1,881 triliun.

Setelah dikurangi total biaya penawaran umum sebesar Rp22,3 miliar, perseroan mengantongi hasil bersih senilai Rp5,354 triliun. 

Biaya penawaran umum tersebut terserap untuk berbagai keperluan profesional, dengan alokasi terbesar pada biaya jasa konsultan keuangan yang mencapai Rp9,449 miliar atau sekitar 42,19 persen dari total biaya. 

Selain itu, dana juga terserap untuk jasa audit laporan keuangan dari KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan sebesar Rp3,817 miliar, serta biaya remunerasi tim rights issue senilai Rp3,630 miliar.

Realisasi Penggunaan Dana Terbanyak untuk Pabrik Feronikel Haltim

Hingga periode 30 Juni 2026, realisasi penggunaan dana hasil bersih rights issue ini telah mencapai Rp5,150 triliun. Secara persentase, total dana yang sudah digunakan mencapai 95,80 persen terhadap keseluruhan hasil penawaran umum.

Dana tersebut disalurkan ke dalam pos aset tetap laporan keuangan perseroan dengan dua fokus utama:

Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim Tahap I yang telah terealisasi penuh seratus persen dari rencana awal sebesar Rp3,494  triliun.

Pembiayaan modal kerja perseroan serta proyek pengembangan lainnya yang telah menyerap dana sebesar Rp1,656 triliun dari rencana awal sebesar Rp1,859 triliun.

Melalui realisasi tersebut, tercatat adanya nilai deviasi sisa dana sebesar Rp203,2 miliar yang menjadi dasar penempatan dana pada deposito BSI dan giro BRI oleh pihak manajemen perusahaan.

Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Bunga Citra pada 16 Jul 2026 

Tags: