Tren Ekbis

Alasan BRI Masuk 150 Bank Terbesar Dunia Versi The Banker 2026

  • BRI menempati peringkat ke-132 dalam Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Dengan aset US$127,2 M, BRI pertahankan posisi sebagai salah satu bank terbesar dunia.
WhatsApp Image 2026-07-22 at 10.50.46.jpeg
Gedumg BRI. (BRI)

JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali masuk dalam jajaran bank terbesar dunia setelah menempati peringkat ke-132 dalam daftar Top 1000 World Banks 2026 yang diterbitkan majalah keuangan internasional The Banker.

Posisi tersebut menempatkan BRI di antara bank-bank global seperti Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), Bank of China, JPMorgan Chase, Bank of America, hingga Citigroup, sekaligus mempertahankan statusnya sebagai salah satu institusi keuangan terbesar asal Indonesia di panggung internasional.

Pemeringkatan Top 1000 World Banks telah menjadi salah satu acuan utama industri perbankan global sejak pertama kali diterbitkan pada 1970. Daftar tersebut menilai bank berdasarkan sejumlah indikator fundamental, dengan Tier 1 Capital sebagai parameter utama dalam mengukur kekuatan permodalan.

Ditopang Modal yang Kuat

Berdasarkan data The Banker per Desember 2025, BRI membukukan Tier 1 Capital sebesar US$17,9 miliar.

Selain itu, perseroan mencatat:

  • Total aset: US$127,2 miliar
  • Laba sebelum pajak: US$4,3 miliar
  • Capital Assets Ratio: 14,1%
  • Return on Capital: 18,9%
  • Return on Assets (ROA): 2,68%

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan capaian tersebut mencerminkan kemampuan perseroan menjaga fundamental bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Pencapaian ini menjadi pengakuan atas kemampuan BRI dalam menjaga fundamental kinerja agar tetap sehat, kuat, dan berkelanjutan. Kekuatan permodalan yang terjaga memberikan fondasi penting bagi BRI untuk terus bertumbuh, menjalankan fungsi intermediasi, dan menciptakan nilai yang semakin luas bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Hery.

Cerminan Daya Saing Perbankan Indonesia

Masuknya BRI ke dalam kelompok bank terbesar dunia menunjukkan daya saing industri perbankan Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian suku bunga, perlambatan ekonomi di sejumlah negara, hingga meningkatnya risiko geopolitik.

Dalam industri perbankan, Tier 1 Capital menjadi salah satu indikator penting karena menggambarkan kemampuan bank menyerap risiko sekaligus menopang ekspansi bisnis. Semakin besar modal inti, semakin kuat pula kapasitas bank dalam menjaga stabilitas operasional dan mendukung penyaluran kredit.

Posisi tersebut juga mencerminkan kemampuan BRI mempertahankan permodalan yang kuat sambil tetap menjalankan fungsi intermediasi, khususnya pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Transformasi Jadi Penopang Kinerja

Menurut Hery, fundamental yang kuat merupakan hasil dari transformasi berkelanjutan melalui program BRIvolution Reignite, yang berfokus pada penguatan model bisnis, digitalisasi, efisiensi operasional, dan tata kelola perusahaan.

“Kekuatan fundamental yang terus kami bangun menjadi modal penting bagi BRI untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dengan kualitas aset yang tetap terjaga,” ujar Hery.

Pihaknya optimistis momentum positif ini akan terus berlanjut melalui penguatan digitalisasi, penerapan manajemen risiko yang disiplin, serta fokus pada penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Ke depan, BRI menyatakan akan tetap mempertahankan fokus pada pembiayaan sektor UMKM sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Perusahaan juga akan memperkuat ekosistem UMKM secara menyeluruh, mulai dari akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga integrasi dengan layanan digital dan akses pasar.

The Banker Jadi Acuan Industri Global

The Banker merupakan publikasi keuangan internasional yang berada di bawah Financial Times Group dan telah terbit sejak 1926.

Setiap tahun, media tersebut menerbitkan daftar Top 1000 World Banks yang menjadi salah satu referensi utama bagi pelaku industri keuangan global untuk menilai kekuatan dan daya saing perbankan berdasarkan kondisi fundamental, permodalan, profitabilitas, dan efisiensi.

Masuknya BRI dalam daftar tersebut memperkuat posisi Indonesia di peta industri perbankan global, sekaligus menunjukkan bahwa bank nasional mampu bersaing dengan institusi keuangan terbesar dunia di tengah transformasi sektor keuangan yang semakin berbasis digital.