Aktif Ekspansi Gerai, Laba Bersih FORE Tumbuh 49,7 Persen
- Buka Lebih dari 70 Gerai Baru

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID— PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), pengelola merek Fore Coffee dan Fore Donut, mencatatkan pertumbuhan bisnis yang signifikan sepanjang Januari–September 2026.
Pendapatan perusahaan mencapai Rp1,6 triliun, sementara laba bersih naik 49,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Presiden Direktur FORE, Vico Lomar, menjelaskan pendapatan FORE tumbuh 53,3 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY), dari Rp1,04 triliun pada sembilan bulan pertama tahun lalu menjadi Rp1,6 triliun pada periode yang sama 2026.
“Tak hanya pendapatan, profitabilitas perusahaan juga meningkat. EBITDA atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi naik 70,6 persen menjadi Rp342,2 miliar,” kata Vico Lomar, dalam siaran pers Kamis, 22 Oktober 2026.
Vico Lomar menjelaskan, margin EBITDA ikut meningkat menjadi 21,4 persen, dibandingkan 19,3 persen pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba bersih FORE tumbuh 49,7 persen menjadi Rp90 miliar.
Menariknya, penjualan bersih, laba kotor, dan EBITDA FORE selama sembilan bulan pertama 2026 telah melampaui realisasi sepanjang tahun penuh 2025.
FORE Buka Lebih dari 70 Gerai Baru
Pertumbuhan keuangan FORE berjalan seiring dengan ekspansi jaringan gerai Fore Coffee. Sepanjang Januari–September 2026, perusahaan membuka lebih dari 70 gerai baru. Jumlah gerai aktif Fore Coffee di Indonesia pun mencapai 388 gerai hingga September 2026.
“Pencapaian tersebut sudah melampaui target awal perusahaan untuk membuka 70 gerai baru sepanjang 2026, meski tahun ini belum berakhir,” jelas Vico Lomar.
Ekspansi tidak hanya menyasar kota-kota besar. Lebih dari 55 persen gerai baru yang dibuka selama sembilan bulan pertama 2026 berada di kota Tier 2 dan Tier 3.
Strategi ini menjadi bagian dari upaya FORE memperluas jangkauan pasar dan menjangkau lebih banyak konsumen di luar pusat-pusat kota utama.
“Secara keseluruhan, jaringan bisnis FORE mencapai 410 gerai per September 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 388 gerai Fore Coffee di Indonesia, lima gerai Fore Coffee di Singapura, dan 17 gerai Fore Donut,” imbuh Vico Lomar.
Fore Donut Ekspansi ke Bogor, Bandung, dan Surabaya
Selain mengembangkan bisnis kopi, FORE memperluas bisnis makanan melalui Fore Donut yang diluncurkan pada September 2025.
Hingga September 2026, Fore Donut telah hadir di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Bandung, dan Surabaya.
Sepanjang Januari–September 2026, Fore Donut menambah 15 gerai baru. Sebanyak 11 gerai berada di wilayah Jabodetabek, sedangkan Bandung dan Surabaya masing-masing mendapat tambahan dua gerai.
Ekspansi terbaru menjangkau Bogor melalui dua lokasi, yakni Living World Kota Wisata dan Cibinong City Mall.
“Perusahaan juga mengembangkan produk baru untuk menarik konsumen. Pada kuartal III 2026, Fore Donut meluncurkan Crumbs & Crunch Series untuk kategori donat dan The Layered Pairings untuk kategori minuman,” terang Vico Lomar.
Pengembangan gerai dan inovasi produk tersebut menjadi bagian dari strategi FORE untuk memperluas pasar sekaligus mengurangi ketergantungan bisnis pada satu kategori produk.
FORE Ungkap Strategi Bisnis ke Depan
Vico Lomar, mengatakan pertumbuhan perusahaan sepanjang Januari–September 2026 didukung oleh disiplin operasional dan konsistensi menjaga kualitas produk.
Menurut dia, perusahaan tidak hanya berfokus menambah gerai, tetapi juga meningkatkan produktivitas setiap gerai yang sudah beroperasi.
“Kinerja Perseroan pada periode Januari hingga September 2026 mencerminkan komitmen berkelanjutan kami terhadap disiplin operasional dan kualitas produk. Fokus kami tidak hanya pada ekspansi jaringan, tetapi juga pada peningkatan produktivitas setiap gerai,” ujar Vico.
Ia juga menegaskan komitmen perusahaan terhadap tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) dan pengelolaan modal secara hati-hati.
Termasuk di dalamnya adalah penggunaan dana hasil penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sesuai dengan strategi perusahaan.
FORE melaksanakan IPO pada April 2025 dan menghimpun dana lebih dari Rp353 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk ekspansi gerai, pengembangan bisnis Fore Donut, serta kebutuhan modal kerja perusahaan.
Ke depan, perusahaan berencana memperkuat operasional dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
FORE Perkuat Bisnis Kopi dan Donat
Didirikan pada 2018, PT Fore Kopi Indonesia Tbk mengembangkan bisnis melalui dua merek utama, yakni Fore Coffee dan Fore Donut.
Perusahaan mengusung konsep premium affordable, yaitu produk berkualitas premium dengan harga yang tetap terjangkau bagi target konsumennya.
Per September 2026, jaringan FORE telah melampaui 400 gerai di lebih dari 70 kota di Indonesia dan Singapura.
Dalam bisnis kopi, FORE juga mengembangkan produk yang memanfaatkan bahan baku dari petani lokal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), di antaranya melalui lini produk Kopi dari Tani dan Aren Latte.
Sementara itu, Fore Donut mengedepankan produk handcrafted dengan bahan baku lokal. Merek donat tersebut juga telah memperoleh sertifikasi halal pada Juli 2026.
Dengan pertumbuhan pendapatan, kenaikan laba, serta ekspansi jaringan gerai, FORE terus mengembangkan bisnis kopi dan donat sebagai dua pilar utama pertumbuhan perusahaan.
Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Bunga Citra pada 22 Oct 2026

Chrisna Chanis Cara
Editor
