Tren Ekbis

6 Tips Menabung Lewat Gaya Hidup Zero Waste

  • Gerakan zero waste kini menjadi sangat penting untuk menjaga keberlangsungan ekosistem di masa depan.
Menabung lewat gaya hidup zero waste.
Menabung lewat gaya hidup zero waste. (freepik.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Kita hidup dalam masyarakat yang terbiasa menggunakan barang sekali pakai dan cenderung tidak menyadari hubungan kita dengan sampah yang dihasilkan. Marketing dan sistem pasar kerap menanamkan anggapan bahwa kebahagiaan dapat dicapai dengan terus membeli berbagai produk.

Dilansir dari zerowaste.id, tanpa disadari, tempat pembuangan sampah semakin penuh, laut kian tercemar, dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menanggung miliaran ton limbah yang sulit terurai selama ratusan tahun serta tidak dapat didaur ulang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa gerakan zero waste kini menjadi sangat penting untuk menjaga keberlangsungan ekosistem di masa depan. Menjalani gaya hidup berkelanjutan memberikan banyak manfaat, baik bagi diri sendiri maupun secara kolektif bagi bumi.

Dengan menerapkan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan, kamu turut berkontribusi dalam menjaga masa depan planet ini, mengurangi dampak buruk perubahan iklim, serta melindungi habitat-habitat penting yang terancam akibat perubahan lingkungan. Lantas, bagaimana caranya menyelamatkan lingkungan sekaligus pengeluaran kita?

Tips Menabung Lewat Zero Waste

Berikut tips menabung lewat gaya hidup zero waste:

1. Buat List Belanja

Sebelum pergi belanja ke supermarket, sebaiknya susun daftar kebutuhan yang akan dibeli. Dengan adanya daftar belanja, kamu bisa mencegah pembelian barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Membeli barang yang tidak terpakai hanya akan menambah tumpukan sampah.

Saat berada di supermarket, tetaplah berpegang pada daftar tersebut agar semua kebutuhan terpenuhi tanpa ada yang terlewat. Cara ini juga efektif untuk membantu menghemat uang dan mengendalikan pengeluaran.

2. Belanja di Bulk Store

Ilustrasi seorang wanita belanja di bulk store. (Freepik/DC Studio)

Dilansir dari Discover, berbelanjalah di toko curah dan isi ulang. Alih-alih membeli camilan favorit dalam kemasan kecil atau sabun cair dalam satu botol, cobalah membeli dalam jumlah besar. Perubahan sederhana ini dapat secara signifikan mengurangi limbah kemasan.

Tidak hanya di toko besar, banyak toko ramah lingkungan dan koperasi lokal yang menyediakan sistem belanja curah untuk berbagai kebutuhan seperti biji-bijian, kopi, dan kebutuhan pokok lainnya. Kamu pun bisa membawa wadah pakai ulang sendiri untuk mengisinya.

Metode ini membantu mengurangi sampah karena tidak memerlukan kemasan plastik atau kardus. Namun, pastikan untuk membeli secukupnya agar bahan makanan tidak rusak atau terbuang sebelum digunakan. Inilah salah satu keuntungan finansial dari gaya hidup zero waste, kamu hanya membayar sesuai kebutuhan, dan produk tanpa kemasan sering kali lebih murah dibandingkan produk berkemasan.

3. Membuat Meal Prep

Perencanaan menu berarti menyusun daftar makanan yang akan dikonsumsi setiap hari dalam jangka waktu tertentu. Persiapan ini bisa dilakukan mingguan atau bulanan, menyesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan keluarga.

Dengan merencanakan menu lebih matang, kamu dapat membeli bahan makanan sesuai jumlah yang benar-benar dibutuhkan. Hal ini sangat penting untuk menghemat pengeluaran dalam menjalani gaya hidup zero waste. Sering kali seseorang hanya memerlukan sedikit bahan tertentu, tetapi terpaksa membeli satu kemasan penuh sehingga banyak yang tersisa dan akhirnya terbuang.

Merencanakan makanan sejak awal juga efektif untuk menekan kebiasaan belanja impulsif yang dapat membengkakkan anggaran belanja. Tak jarang, kita membeli sesuatu hanya karena terlihat menarik saat itu, lalu seminggu kemudian justru dibuang karena tidak pernah digunakan.

Dalam menyusun menu berbasis bahan makanan curah, tujuan utamanya adalah memanfaatkan seluruh bahan yang dibeli. Dengan sedikit kreativitas, bahan pokok seperti beras, kacang-kacangan, kentang, dan biji-bijian dapat diolah menjadi berbagai hidangan berbeda. Cara ini tidak hanya mencegah pemborosan, tetapi juga memberi variasi baru dalam penyajian makanan sehari-hari.

4. Menanam Bahan Makanan Sendiri

Menanam bahan makanan sendiri menjadi salah satu cara menghemat pengeluaran dalam menerapkan gaya hidup zero waste. Kamu mungkin perlu mengeluarkan sedikit biaya di awal untuk membeli benih dan media tanam, namun ke depannya kamu bisa merasakan manfaatnya dengan memanen sayuran, buah, atau rempah dari kebun sendiri tanpa harus membelinya di supermarket.

Selain itu, metode menanam sendiri dapat dikombinasikan dengan kebiasaan membuat kompos untuk semakin mengurangi sampah. Sisa makanan yang membusuk bisa diolah menjadi pupuk alami bagi tanaman di pekarangan atau kebun kecil di dalam rumah.

Dengan cara ini, kamu tidak hanya menyuburkan tanaman, tetapi juga membantu mengurangi limbah makanan yang berpotensi menghasilkan gas metana di lingkungan atau tempat pembuangan akhir.

5. Memilih Produk Berkualitas

Membeli barang berdasarkan jumlah atau harga murah memang terlihat lebih hemat, tetapi sering kali kualitasnya rendah dan mudah rusak. Contohnya produk fast fashion yang harganya terjangkau, namun menggunakan bahan kain yang cepat rusak sehingga berujung menjadi limbah fesyen.

Sebaliknya, meskipun produk berkualitas umumnya dibanderol dengan harga lebih tinggi, manfaat yang diberikan jauh lebih besar. Barang dengan kualitas baik cenderung lebih kuat, awet, dan memiliki masa pakai yang lebih panjang, sehingga kamu tidak perlu sering membeli produk yang sama dalam waktu singkat.

6. Kurangi Belanja Online

Pesatnya perkembangan teknologi membuat berbagai kebutuhan dapat dipenuhi dengan mudah, termasuk aktivitas jual beli secara online. Kini, distribusi barang antarwilayah bahkan antarpulau bisa dilakukan dengan cepat dan efisien. Namun, di balik kepraktisannya, belanja online ternyata menghasilkan jejak karbon yang lebih besar.

Misalnya, sebuah paket dari kota A ke kota B harus melalui berbagai tahap pengiriman, mulai dari diangkut menggunakan truk atau mobil, lalu diteruskan oleh kurir dengan kendaraan bermotor. Jika barang dikirim dari luar pulau, prosesnya bahkan melibatkan kapal laut atau pesawat udara.

Selain itu, kemasan paket yang umumnya berbahan plastik dan sulit terurai turut memperparah dampak lingkungan. Kondisi ini tentu menambah deretan persoalan ekologis.

Oleh karena itu, sebaiknya prioritaskan membeli barang yang tersedia di kota tempat tinggalmu. Jika terpaksa berbelanja secara online, pilihlah toko yang menerapkan kemasan ramah lingkungan atau eco packaging guna mengurangi timbulan sampah yang tidak dapat didaur ulang.