Usai Lepas Bisnis Consumer Banking, Citi Indonesia Bakal Makin Lari Kencang
- Ditambahkan Batara, bisnis institutional banking Citi Indonesia ke depan harus kembali bertumbuh penuh sebesar sebelumnya. Bahkan mungkin lebih besar.

Yosi Winosa
Author


JAKARTA - Citigroup tengah merampungkan penjualan bisnis consumer banking di empat pasar ASEAN yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam ke UOB. Rencananya, transaksi ini bakal rampung pada semester II tahun depan.
Transaksi ini terus dikawal oleh Citi Indonesia, bagian dari Citigroup. Lantas, bagaimana positioning Citi Indonesia ke depan? CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi mengatakan, usai penjualan bisnis consumer banking ke UOB, Citi Indonesia akan sepenuhnya fokus menggarap institutional banking. Diharapkan bisnis institutional banking Citi Indonesia akan makin besar melebihi capaian sebelumnya.
Pihaknya siap memfasilitasi lebih dari 600 klien multinational business dengan jaringannya sebagai global bank di 100 negara. Setiap kebutuhan mulai dari transaction banking, market, corporate investment banking, commercial banking, M&A, equity capital market hingga debt capital market.
- Cetak Rekor! Harta 50 Orang Terkaya di Indonesia Melonjak Jadi Rp2,81 Kuadriliun
- Mau IPO, Anak Usaha Pertamina Hulu Energi Sewa Kapal Rp300 Miliar
- Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia, Hartono Bersaudara Masih Jadi Juara!
āWe believe we are now the leader in institutional banking di Indonesia. Jadi we believe dengan fokus ke institutional banking ini kita akan lebih besar lagi, dan bisa lebih relevan lagi di Indonesia. Tidak hanya menjadi just one of the bank," kata Batara di sela wawancara ekslusif dengan TrenAsia.com, Kamis, 8 Desember 2022.
Ditambahkan Batara, bisnis institutional banking Citi Indonesia ke depan harus kembali bertumbuh penuh sebesar sebelumnya. Bahkan mungkin lebih besar.
Asal tahu, bisnis institutional banking masih menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan. Pada kuartal III-2022 lalu, perusahaan membukukan laba bersih Rp1,13 triliun, naik 31% dari periode sama tahun 2021.
Peningkatan ini terutama didorong penurunan biaya cadangan nilai kredit di institutional banking. Kerugian nilai aset keuangan (impairment) pada kuartal III-2022 tercatat turun 73,45% menjadi Rp223,84 miliar.
Selain itu, beban bunga juga turun 23,11% (yoy) menjadi Rp455,52 miliar sampai kuartal III-2022. Namun pendapatan bunga susut 5,25% (yoy) menjadi Rp2,92 triliun. Hal tersebut dipicu atas penurunan net interest margin (NIM) dari 4,11% menjadi 3,96%.
Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) pun turut melandai 1,38% (yoy) menjadi Rp2,46 triliun. Dengan kinerja keuangan tersebut, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional Citi Indonesia turun secara tahunan dari 80,42% menjadi 72,41%.
Kurang optimalnya sisi pendapatan perusahaan tersebut tidak terlepas dari portofolio kredit perusahaan yang masih terkontraksi 4,64% (yoy) menjadi Rp 38,37 triliun, utamanya dipengaruhi penyusutan dari lini bisnis institutional banking. Dengan adanya penyesuaian di kuartal III-2022 tersebut, pertumbuhan kredit institutional banking sepanjang tahun 2022 pun ditaksir naik sedikit sekitar 2%.

Yosi Winosa
Editor
