Tambah Utang Rp4,2 Triliun, KAI Targetkan LRT Beroperasi 2022
JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero)/KAI kembali melakukan penandatangan perjanjian utang Rp4,2 triliun. Utang baru ini merupakan tambahan atas pinjaman 2017 sebesar Rp18,1 juta dan Rp1,15 triliun. Direktur Utama KAI Didiek Harantyo mengungkapkan, modal kerja dan investasi yang didapatkan ini akan dialokasikan untuk pembangunan Lintas Rel Terpadu (LRT) dan Depo Stasiun LRT Jabodebek. Dengan […]

Fajar Yusuf Rasdianto
Author


Suasana pengerjaan jalur kereta ringan (LRT) Jakarta jurusan Cawang-Dukuh Atas di samping Waduk Setiabudi, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2020. Hingga awal Juli 2020, pengerjaan proyek mencapai 72,51 persen atau bertambah 1 persen dari bulan sebelumnya. LRT Jabodebek nantinya akan terkoneksi dengan kawasan terpadu TOD yang menggabungkan transportasi MRT, Kereta Commuter Line, dan bus TransJakarta yang ditargerkan siap beroperasi secara komersial pada Juni 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero)/KAI kembali melakukan penandatangan perjanjian utang Rp4,2 triliun. Utang baru ini merupakan tambahan atas pinjaman 2017 sebesar Rp18,1 juta dan Rp1,15 triliun.
Direktur Utama KAI Didiek Harantyo mengungkapkan, modal kerja dan investasi yang didapatkan ini akan dialokasikan untuk pembangunan Lintas Rel Terpadu (LRT) dan Depo Stasiun LRT Jabodebek. Dengan tambahan modal baru tersebut, Didiek meyakini bahwa pembangunan LRT dapat selesai sesuai target pada pertengahan 2022.
“Dengan dukungan penuh dari perbankan, kami optimis LRT Jabodebek dapat selesai tepat waktu,” tutur Didiek dalam keterangan resminya, Sabtu 19 September 2020.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
- Anies Baswedan Tunggu Titah Jokowi untuk Tarik Rem Darurat hingga Lockdown
- IPO Akhir Juni 2021, Era Graharealty Dapat Kode Saham IPAC
Adapun, perjanjian fasilitas kredit ini telah ditandatangani oleh 15 bank sindikasi di Tanah Air. Termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Pembangunan Daerah (BPD), bank swasta nasional dan bank swasta asing.
Beberapa bank yang terlibat di antaranya; Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, dan CIMB Niaga. Ada juga PT SMI, Bank DKI, MUFG, Hana Bank, Shinhan Bank Indonesia, Bank Sumut dan Bank Mega. Plus Bank Permata dan Bank BJB dan Bank Papua.
“Diharapkan dengan adanya transportasi massal yang dapat diandalkan, dapat semakin meningkatkan mobilitas masyarakat dalam beraktivitas sehingga mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” jelas dia.
Sebagai informasi, saat ini KAI tengah mempersiapkan 8 stasiun pemberhentian LRT di Jabodebek. Setiap rangkaian LRT ini terdiri dari 6 kereta yang dapat dioperasikan tanpa masinis.
Targetnya, LRT Jabodebek ini bakal siap menampung 116.000 pengguna per hari pada awal operasionalnya. Dan diharapkan dapat meningkat menjadi 474 ribu pengguna per hari pada 2071.
