Industri

SKK Migas Target Produksi Minyak 3.500 BOPD per Hari, Ini Yang akan Digenjot

  • JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan produksi minyak sebesar 3.500 barel per hari (BOPD) pada tahun ini. Upaya ini menjadi salah satu strategi dalam rangka mencapai target produksi minyak sebesar 70.000 BOPD. Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menjelaskan, dengan adanya tambahan produksi minyak tersebut, total […]

<p>Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengeklaim berhasil melakukan efisiensi biaya di lapangan sebesar US$500 juta hingga US$600 juta pada kuartal-I tahun 2021. / Ilustrasi. Sumber: esdm.go.id</p>

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengeklaim berhasil melakukan efisiensi biaya di lapangan sebesar US$500 juta hingga US$600 juta pada kuartal-I tahun 2021. / Ilustrasi. Sumber: esdm.go.id

(Istimewa)

JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan produksi minyak sebesar 3.500 barel per hari (BOPD) pada tahun ini.

Upaya ini menjadi salah satu strategi dalam rangka mencapai target produksi minyak sebesar 70.000 BOPD.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menjelaskan, dengan adanya tambahan produksi minyak tersebut, total potensi tambahan minyak pada 2021 bisa mencapai 9.103 BOPD secara rata-rata tahunan.

“Kami optimistis target ini bisa dicapai,” kata dia dalam keterangan tertulis yang dikutip TrenAsia.com, Jumat, 9 April 2021.

Selain itu, bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), tahun ini pihaknya juga memverifikasi saluran gas sebesar 205 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

“Kami mengidentifikasi langkah-langkah yang harus dilakukan oleh SKK Migas dan KKKS guna mendukung percepatan produksi migas pada 2021,” tambahnya.

Adapun beberapa hal yang bakal digenjot antara lain, mempercepat pemboran dan workover, penambahan program kerja, komersialisasi gas, optimasi program well service serta strategic alliance, dan sharing facilities atau peralatan.

TKDN Migas Naik

Diketahui, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hulu migas tahun ini juga ditargetkan oleh SKK Migas naik menjadi 57%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan target pemerintah yang sebesar 53%.

Presentase TKDN ini setara dengan nilai investasi sebesar US$3,46 miliar atau Rp50,50 triliun (asumsi kurs Rp14.600 per dolar AS). Sementara itu, nilai pengadaan barang dan jasa yang telah ditetapkan dalam procurement list 2021 mencapai US$6,07 miliar atau Rp88,6 triliun.