Industri

Sediakan Listrik Berkualitas dan Terjangkau, PLN Lakukan Efisiensi BPP

  • JAKARTA – PT PLN (Persero) melakukan langkah efisiesnsi Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik guna menyediakan listrik yang berkualitas namun tetap terjangkau bagi masyarakat. Efisiensi BPP salah satunya dilakukan melalui pengaturan manajemen rantai pasok dari energi primer serta menjaga sinergisitas antarstakeholder. Transformasi bisnis yang digagas oleh PT PLN (Persero) diharapkan mampu menciptakan yang lebih efisien. […]

<p>Petugas PLN merekam pencatatan meteran listrik di rumah warga kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa 30 Juni 2020. PLN memastikan seluruh petugas pencatatan meter mendatangi langsung rumah pelanggan pascabayar untuk digunakan sebagai dasar perhitungan tagihan listrik bulan Juli 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Petugas PLN merekam pencatatan meteran listrik di rumah warga kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa 30 Juni 2020. PLN memastikan seluruh petugas pencatatan meter mendatangi langsung rumah pelanggan pascabayar untuk digunakan sebagai dasar perhitungan tagihan listrik bulan Juli 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA – PT PLN (Persero) melakukan langkah efisiesnsi Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik guna menyediakan listrik yang berkualitas namun tetap terjangkau bagi masyarakat.

Efisiensi BPP salah satunya dilakukan melalui pengaturan manajemen rantai pasok dari energi primer serta menjaga sinergisitas antarstakeholder.

Transformasi bisnis yang digagas oleh PT PLN (Persero) diharapkan mampu menciptakan yang lebih efisien. Dengan begitu, seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati listrik yang terjangkau, handal dengan tetap mengutamakan kualitas.

“Semua ini demi tenaga listrik yang berkualitas, handal, ramah lingkungan dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam diskusi secara virtual, Selasa, 20 Oktober 2020.

Arifin menjabarkan PLN menjunjung tinggi pengelolaan System Avarage Interruption Duration Index (SAIDI) dan System Avarage Interruption Frequency Index (SAIFI) dalam upaya efisiensi tersebut.

Industri 4.0

Saat ini, PLN mengusung empat pilar dalam menyosong industri 4.0, yakni green, lean, innovative, dan customer focused. Adaptasi atas perkembangan zaman ini pun diapresiasi oleh Arifin guna mendorong bisnis yang berkelanjutan (sustainability).

“Saya yakin dengan transformasi PLN bisa mewujudkan bisnis ketenagalistrikan yang lebih sehat dan memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat, bangsa dan negara,” tegasnya.

Ia menyarankan PLN juga meningkatkan konsep pelayanan yang lebih memprioritaskan pelanggan. Kepuasan dan kedekatan dengan pelanggan akan menjadi titik penting bagi keberlangsungan usaha.

“Salah satu konsep yang harus dilakukan manajemen PLN adalah tidak kaku, menerapkan human oriented,” jelasnya.

Arifin menegaskan pemerintah terus berkomitmen mendukung proses transformasi bisnis yang dilakukan oleh PLN, terutama dalam efisiensi BPP listrik.

Beberapa langkah kebijakan yang sudah diimplementasikan antara lain, kebijakan energi primer pembangkit batubara dan gas. Kemudian, pengaturan harga pembelian tenaga listrik dari IPP bedasarkan BPP, optimalisasi energi mix pembangkitan dengan mengurangi pembangkit BBM.

Ada pula pengendalian biaya pembentuk BPP baik fixed cost dan fuel cost, pengendalian efisiensi penyedian tenaga listrik dari pembangkitan melalui pengaturan spesifik fuel consumption pembangkit oleh pemerintah serta sisi penyaluran melalui pengaturan susut jaringan.