Resmikan 2 Pasar Di Jateng, Menteri Erick Thohir Minta BRI Fasilitasi Kredit Mikro
- Menteri BUMN Erick Thohir mengajak para pelaku usaha di pasar tradisional untuk senantiasa memanfaatkan adanya penyaluran kredit dengan bunga yang terjangkau dari salah satu anggota Himpunan Bank Negara (Himbara) takni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Yosi Winosa
Author
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengajak para pelaku usaha di pasar tradisional untuk senantiasa memanfaatkan adanya penyaluran kredit dengan bunga yang terjangkau dari salah satu anggota Himpunan Bank Negara (Himbara) takni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Erick berharap para pedagang yang ada di pasar bekerja sama dengan Himbara, salah satunya BRI agar bisa memperoleh pendanaan murah. Di saat bersamaan, BRI sendiri sedang membangun ekosistem pasar online agar barang-barang yang dijual pedagang dapat langsung terkoneksi kepada pembeli di mana saja.
"Kami di BUMN insya Allah terus mendampingi,” kata dia di sela persemian Pasar Dorowati di Kabupaten Kebumen dan Pasar Purworejo di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Rabu, 23 Februari 2022.
- BANKING EVERYWHERE: Adu Hebat Layanan Digital dari Bank Tradisional vs Bank Digital (Part 1)
- Para Pegawai Apple Gunakan Ponsel Android Untuk Merencanakan Tuntutan Agar Tidak Dimata-Matai
- Blok Korinci Baru Milik Anak Usaha Energi Mega Persada (ENRG) Mulai Beroperasi Kembali
Direktur Utama BRI Sunarso menyatakan salah satu upaya BRI dalam mendukung UMKM di pasar adalah melalui pengembangan ekosistem pasar secara digital lewat pasar.id. Saat ini didalam ekosistem pasar.id telah terdapat 6.588 pasar dengan lebih dari 191.000 pedagang.
BRI terus berkomitmen untuk memperluas kehadiran ekosistem pasar.id ini sehingga semakin banyak pedagang tradisional yang diberdayakan dan jumlah pasar tradisional yang terdigitalisasi kian bertambah.
“Untuk ekosistem pasar, BRI membantu pasar tradisional dengan memperkenalkan belanja dan bertransaksi secara online. Kami kembangkan ekosistem pasar.id ini agar aktivitas ekonomi di pasar tetap dapat berlangsung di tengah pembatasan sosial yang terjadi pada 2 tahun terakhir. Dengan adanya pasar.id, pedagang pasar tetap dapat berjualan secara daring, dan barang dagangannya dapat diserap oleh konsumen melalui belanja online. Jadi yang dilakukan adalah kami digitalisasi pasar tradisional,” kata Sunarso.
Hal tersebut nyatanya sejalan dengan isu prioritas presidensi G20 yang akan mendorong agenda transformasi digital di Indonesia. Posisi G20 cukup signifikan dalam isu kebijakan pemanfaatan teknologi digital, dimana saat ini pemanfaatan teknologi digital telah dilakukan di hampir seluruh kegiatan ekonomi di dunia.
Pihaknya juga menjelaskan bahwa bentuk dukungan berupa infrastruktur platform digital seperti pasar.id dinilai sangatlah penting. Di samping dukungan infrastruktur, BRI juga memberikan dukungan berupa edukasi, pendampingan, dan branding serta promosi bagi pelaku usaha. Bentuk-bentuk dukungan tersebut dinilai sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM.

Sukirno
Editor
