Reksa Dana Berpotensi Jadi Primadona Investasi
JAKARTA – Industri reksa dana masih akan terus berkembang melihat tren pertumbuhan jumlah investor baru yang semakin meningkat. Investasi ini juga diperkirakan akan menjadi primadona seiringbertambah meleknya masyarakat terhadap produk-produk reksa dana, terutama pada kalangan milenial. Presiden Direktur Sucor Asset Management Jemmy Paul Wawointana dalam webinar BizInsight Online Suprising Chapter and What’s Next? bersama Commonwealth […]

Issa Almawadi
Author


JAKARTA – Industri reksa dana masih akan terus berkembang melihat tren pertumbuhan jumlah investor baru yang semakin meningkat. Investasi ini juga diperkirakan akan menjadi primadona seiringbertambah meleknya masyarakat terhadap produk-produk reksa dana, terutama pada kalangan milenial.
Presiden Direktur Sucor Asset Management Jemmy Paul Wawointana dalam webinar BizInsight Online Suprising Chapter and What’s Next? bersama Commonwealth Bank Indonesia, Selasa, 14 Juli 2020.
Meski demikian, Jemmy bilang, dengan adanya berbagai tekanan sentimen negatif yang masih melanda pasar baik dari domestik maupun eksternal, ia memperkirakan pertumbuhan industri reksa dana mencapai single digit di tahun ini.
Menurut Jemmy, pasar modal dikenal sebagai salah satu leading economic indicator sehingga pergerakan pasar modal cenderung akan mengikuti perubahan pandangan dan ekspektasi pada pertumbuhan ekonomi dan bisnis ke depannya. Di sisi lain, Jemmy menambahkan, pertumbuhan nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana seperti pasar uang dan pendapatan tetap masih tinggi.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
- Anies Baswedan Tunggu Titah Jokowi untuk Tarik Rem Darurat hingga Lockdown
- IPO Akhir Juni 2021, Era Graharealty Dapat Kode Saham IPAC
“Dalam kondisi pasar saat ini investor cenderung beralih ke reksa dana dengan profil risiko yang konservatif,” kata Jemmy.
Senada dengan Jemmy, Head of Wealth Management & Premier Banking Bank Commonwealth Ivan Jaya menyatakan, pembukaan kembali ekonomi secara gradual memberikan optimisme akan mulainya pemulihan ekonomi, meski masih dibayangi dengan kembali meningkatnya kasus COVID-19.
“Semester II-2020 diharapkan menjadi titik balik pemulihan ekonomi setelah mengalami penurunan yang dalam pada semester I, khususnya pada kuartal II-2020,” kata Ivan pada kesempatan yang sama.
Ivan melihat investor masih memiliki appetite yang besar terhadap produk-produk reksa dana. Berdasarkan Data Statistik Pasar Modal Minggu ke-4 Mei 2020 yang dilansir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dana kelolaan reksa dana di Indonesia tercatat sebesar Rp476,3 triliun, atau turun 12,2% dibandingkan dengan posisi per Desember 2019.
Namun perlu dicatat juga, lanjut Ivan, bahwa dari titik terendahnya di level 3.937 pada 24 Maret 2020, IHSG telah naik sebesar 30% ke level sekarang di 5.000-an dalam tiga bulan terakhir ini. Ivan pun memperkirakan jumlah pembelian reksa dana bisa meningkat di kuartal III 2020.
Diversifikasi Aset
Meski demikian, minat investasi akan mulai kembali normal seperti sebelum pandemi dalam jangka waktu menengah ketika pengembangan vaksin COVID-19 sudah lebih jelas.
Selain itu, Ivan menegaskan, yang terpenting bagi investor di masa apapun adalah diversifikasi aset dan tetap menyesuaikan pilihan investasinya dengan tujuan Investasi, profil risiko dan jangka waktu Investasi.
Pada saat ini, lanjutnya, investor disarankan untuk menyesuaikan alokasi aset portofolionya. Untuk investor dengan profil risiko balanced direkomendasikan untuk sementara mengurangi porsi saham dan mengalihkan ke obligasi untuk menurunkan tingkat volatilitas portofolio.
Rinciannya, proporsi 25% reksa dana saham, 40% reksa dana pendapatan tetap atau obligasi, 35% reksa dana pasar uang.
“Sedangkan untuk investor dengan profil risiko agresif idealnya memiliki portofolio yang terdiri dari 60% reksa dana saham, 25% reksa dana pendapatan tetap atau obligasi dan 15% reksa dana pasar uang,” imbuh Ivan.
Ivan juga mengingatkan, agar tetap aman, berinvestasi dari rumah saja melalui digital yaitu bisa dari internet atau mobile banking.
