Pertamina Targetkan 5.518 SPBU Terapkan Layanan Digital
JAKARTA— PT Pertamina (Persero) menyelesaikan pembangunan 48 Pertashop serta konsisten menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui pembangunan 161 titik BBM Satu Harga. BBM Satu Harga yang telah dioperasikan Pertamina meliputi wilayah 3T di Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Jawa dan Bali. Menurut VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, […]

Khoirul Anam
Author


Warga melakukan pengisian bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Abdul Muis, Jakarta Pusat. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA— PT Pertamina (Persero) menyelesaikan pembangunan 48 Pertashop serta konsisten menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui pembangunan 161 titik BBM Satu Harga.
BBM Satu Harga yang telah dioperasikan Pertamina meliputi wilayah 3T di Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Jawa dan Bali.
Menurut VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, dengan bertambahnya jaringan di seluruh wilayah tersebut menyebabkan meningkatnya volume penjualan BBM Pertamina dari 49,62 juta kiloliter (Kl) menjadi 51,31 juta KL. Selain itu, tercatat sepanjang 2019, penjualan LPG ekuivalen 13,75 juta Kl, Petrokimia 3,15 juta Kl, BBM untuk aviasi 5,82 juta Kl dan BBM untuk industri 13,96 juta Kl.
“Dari penjualan seluruh produk Pertamina seperti BBM ritel, industri, dan aviasi, serta LPG dan Petrokimia, secara total konsolidasi mencapai ekuivalen 87,98 Juta KL di 2019,” ujar dia dalam keterangan resminya, Sabtu, 20 Juni 2020.
Disebutkan, Pertamina juga menjaga ketahanan stok selama 2019, yakni premium tercatat rata-rata 20 hari, solar 22 hari, avtur 32 hari, bahan bakar khusus (BBK) 10 hari, dan LPG 16 hari.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
- Anies Baswedan Tunggu Titah Jokowi untuk Tarik Rem Darurat hingga Lockdown
- IPO Akhir Juni 2021, Era Graharealty Dapat Kode Saham IPAC
“Untuk memastikan pemenuhan kebutuhan BBM di masyarakat, Pertamina terus memperkuat ketahanan pasokan,”ungkapnya.
Adapun Pertamina membangun penambahan 21 lokasi storage TBBM, 8 lokasi storage LPG, 7 lokasi storage avtur, dan 2 kapal general purpose untuk memastikan keandalan supply dan distribusi BBM.
Pertamina juga mencatat capaian positif dalam program digitalisasi SPBU. Disebutkan, hingga akhir tahun 2019, sebanyak 2.601 SPBU telah menerapakan digitalisasi, dan ditargetkan seluruhnya atau 5.518 SPBU selesai pada tahun 2020.
“Capaian yang cukup menggembirakan terkait layanan digital juga terlihat dengan adanya 1,4 juta pengunduh baru MyPertamina sebagai digital channel Pertamina,” ujar Fajriyah.
Dengan berbagai capaian tersebut, Pertamina mampu mencatat laba bersih di 2019 sebesar US$2,53 miliar atau setara Rp35,8 triliun. Pertamina pun mampu memberikan setoran dividen tunai sebesar Rp8,5 triliun.
“Total kontribusi Pertamina ke negara sepanjang 2019 mencapai Rp181,5 triliun yang terdiri dari dividen, pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kegiatan hulu migas, dan geothermal serta signature bonus,” ujar Fajriyah.
