Penerapan Mobil Listrik Sepenuhnya di Inggris Masih Temui Banyak Tantangan
- Meskipun mobil listrik menjadi semakin populer, ada beberapa isu yang perlu diperhatikan oleh pemerintah inggris guna mendukung perubahan dari kendaraan berbahan bakar fosil, menuju kendaraan berkelanjutan.

Muhammad Imam Hatami
Author


LONDON - Masa depan mobil listrik di Inggris memang menjanjikan, akan tetapi terdapat beberapa tantangan besar yang harus diatasi sebelum perubahan ini dapat terjadi sepenuhnya.
Meskipun mobil listrik menjadi semakin populer, ada beberapa isu yang perlu diperhatikan oleh pemerintah inggris guna mendukung perubahan dari kendaraan berbahan bakar fosil, menuju kendaraan berkelanjutan. Beberapa isu tersebut diantaranya sebagai berikut,
Harga Mobil Listrik dan Biaya Perawatan
Saat ini, mobil listrik di Inggris masih relatif mahal dibandingkan dengan mobil konvensional yang menggunakan bahan bakar fosil. Mobil listrik termurah yang dijual diinggris berada di kisaran harga £ 30.000 atau sekitar Rp498 juta (kurs Rp16.600 per euro). Harga ini masih jauh dibanding harga mobil listrik di China, salah satu produsen China Seagull mengeluarkan mobil listrik yang dibandrol dengan harga £8.400 atau sekitar Rp79,6 juta.
Pasokan Baterai
Pasokan mineral yang digunakan dalam baterai mobil listrik seperti litium, nikel, dan kobalt mengalami kekurangan. Hal ini dapat mempengaruhi harga baterai dan memperlambat adopsi mobil listrik secara massal.
Seluruh dunia sedang berkompetisi untuk memperebutkan pangsa pasar mobil listrik, pasokan bahan yang tidak seimbang dengan permintaan pasar membuat sulitnya mendapat bahan baterai. Kemungkinan diperlukan waktu sebelum pasokan mineral baru dapat tersedia secara luas.
- Produksi Panas Bumi Naik, Pertamina Geothermal (PGEO) Catat Pertumbuhan Kinerja
- Sering Rugikan Pasar, Kenali Lebih Dekat Monopoli
- Diikuti Mahasiswa 14 Negara, UGM Jadi Jadi Tuan Rumah Olimpiade Fisiologi
Jangkauan dan Pengisian
Pengisian daya menjadi salah satu kekhawatiran utama penggunaan mobil listrik di Inggris. Meskipun banyak mobil listrik memiliki jangkauan yang lebih baik di era sekarang, membangun infrastruktur pengisian daya yang memadai tetap menjadi tantangan. ketersediaan lokasi pengisian daya menjadi catatan penting yang perlu menjadi perhatian pemerintah Inggris. Jumlah stasiun pengisi daya yang tersedia di Inggris meningkat setiap bulan, pada bulan Juni, 1.677 pengesian daya baru disediakan oleh pemerintah dan dipasang di tempat umum.
Dilansir dari BBC International rabu, 26 juli 2023, kolumnis Giles Coren menulis tentang pengalamannya ketika mobil listriknya mati selama liburan keluarga, dan artikel tersebut mendapatkan banyak komentar. Dia menggambarkan bagaimana keluarganya harus berjalan kaki melintasi ladang dalam hujan lebat dan kegelapan karena mobil listriknya tidak berfungsi dan menghalangi jalur.
- Produksi Panas Bumi Naik, Pertamina Geothermal (PGEO) Catat Pertumbuhan Kinerja
- Sering Rugikan Pasar, Kenali Lebih Dekat Monopoli
- Diikuti Mahasiswa 14 Negara, UGM Jadi Jadi Tuan Rumah Olimpiade Fisiologi
Industri Otomotif
Perubahan penggunaan mobil konvensional menjadi mobil listrik berarti transformasi besar dalam industri otomotif Inggris. Investasi besar diperlukan untuk membangun gigafactories dan memastikan pertumbuhan industri otomotif yang berkelanjutan.Pabrikan mobil asal India, Jaguar Land Rover, baru-baru ini mengumumkan investasi sebesar £4 miliar atau sekitar Rp66 triliun untuk membangun sebuah gigafactory baru di Inggris.
Inggris membutuhkan setidaknya lima gigafactories pada tahun 2030 untuk memenuhi permintaan dalam negeri terhadap mobil listrik. Pada tahun 2040 setidaknya inggris membutuhkan sepuluh gigafactories. langkah-langkah seperti investasi besar dari perusahaan seperti Jaguar Land Rover adalah langkah positif menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan
Meskipun kendaraan listrik mewakili masa depan mobil, tetapi masih ada tantangan besar yang harus diatasi di Inggris. Dibutuhkan waktu dan upaya yang signifikan sebelum revolusi mobil listrik benar-benar terjadi di negara ini. Dukungan dalam bentuk insentif, infrastruktur pengisian daya yang lebih baik, dan penelitian baterai akan membantu mempercepat adopsi mobil listrik dan mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca pada tahun 2050.

Amirudin Zuhri
Editor
