Pasang PLTS Atap Bisa Lewat Aplikasi e-SMART
JAKARTA – Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap kini bisa dilakukan lewat aplikasi electronic Survey, Monitoring, and Reporting (e-SMART). Upaya ini merupakan salah satu implementasi dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, […]

Aprilia Ciptaning
Author


PLTS Atap/Listrik Indonesia
(Istimewa)JAKARTA – Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap kini bisa dilakukan lewat aplikasi electronic Survey, Monitoring, and Reporting (e-SMART).
Upaya ini merupakan salah satu implementasi dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi menjelaskan, aplikasi tersebut dapat membantu masyarakat untuk mengakses informasi terkait kapasitas produksi PLTS Atap hingga biaya yang diperlukan.
“Pengguna bisa memperoleh informasi tentang biaya tagihan listrik, investasi, dan operasional,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima TrenAsia.com, Kamis, 18 Februari 2021.
Menurutnya, pemasangan PLTS berguna untuk menghemat tagihan listrik PLN, mengurangi emisi CO2, ekuivalensi terhadap jumlah pohon yang ditanam, serta berpengaruh pada pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM).
Adapun untuk penggunaannya, aplikasi akan memuat gambar luas atap yang akan dipasang PLTS, kemudian sistem informasi menampilkan estimasi manfaat dan biaya. Dalam e-SMART, dilengkapi pula fungsi survei dan analisis kelayakan PLTS Atap.
Untuk perhitungan potensi PLTS Atap sendiri, komponen yang dianalisis meliputi, luasan atap yang tersedia dan konsumsi listrik. Kemudian tahap kedua, membandingkan data potensi dengan kapasitas daya PLN terpasang.
Nilai paling rendah dipilih sebagai batas kapasitas maksimum yang dapat dipasang. Angka yang diperoleh dibutuhkan sebagai simulasi perhitungan kapasitas inverter dan modul, sesuai dengan data yang tersedia. Setelah itu, hasil simulasi ini yang akan menjadi rekomendasi nilai kapasitas PLTS Atap.
Diketahui, aplikasi e-SMART yang dirancang oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE) Kementerian ESDM ini dapat diakses di situs https://p3tkebt.esdm.go.id/. Aplikasi tersebut memuat halaman awal, halaman peta dan perhitungan, artikel, regulasi, kontak dan halaman admin apabila masyarakat ingin melakukan perubahan data.
