Pangsa Pasar Asuransi Jiwa Dua Kali Lipat Dibandingkan Asuransi Umum
JAKARTA – Industri asuransi jiwa memiliki pangsa pasar dua setengah kali lipat lebih banyak dibandingkan asuransi umum. “Di Indonesia, market size asuransi jiwa lebih banyak dibandingkan asuransi umum,” ungkap Direktur Bisnis Indonesia Financial Group (IFG Life) Pantro Pander Silitonga dalam konferensi daring, Selasa, 20 Oktober 2020. Apabila ditilik dari tingkat pertumbuhannya, pendapatan premi asuransi jiwa […]

Aprilia Ciptaning
Author

![<p>Petugas keamanan berjaga dengan latar belakang logo beberapa perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, Rabu 10 Juni 2020. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Maret 2020 nilai aset asuransi jiwa mengalami penurunan secara tahun berjalan maupun secara tahunan sedangkan asuransi umum justru tumbuh, industri asuransi jiwa mencatatkan total aset […]</p>](https://ik.trn.asia/uploads/2020/06/Aset-Asuransi-Jiwa-1.jpg?tr=w-1000,h-560)
Petugas keamanan berjaga dengan latar belakang logo beberapa perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, Rabu 10 Juni 2020. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Maret 2020 nilai aset asuransi jiwa mengalami penurunan secara tahun berjalan maupun secara tahunan sedangkan asuransi umum justru tumbuh, industri asuransi jiwa mencatatkan total aset […]
(Istimewa)JAKARTA – Industri asuransi jiwa memiliki pangsa pasar dua setengah kali lipat lebih banyak dibandingkan asuransi umum.
“Di Indonesia, market size asuransi jiwa lebih banyak dibandingkan asuransi umum,” ungkap Direktur Bisnis Indonesia Financial Group (IFG Life) Pantro Pander Silitonga dalam konferensi daring, Selasa, 20 Oktober 2020.
Apabila ditilik dari tingkat pertumbuhannya, pendapatan premi asuransi jiwa memang jauh lebih tinggi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meskipun tahun lalu premi asuransi jiwa sempat turun dari Rp186 triliun pada 2018 menjadi Rp185 triliun pada 2019, tetapi industri ini masih menunjukkan kinerja positif.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
- Anies Baswedan Tunggu Titah Jokowi untuk Tarik Rem Darurat hingga Lockdown
- IPO Akhir Juni 2021, Era Graharealty Dapat Kode Saham IPAC
Pada tahun tersebut 2016, tercatat pendapatan premi asuransi jiwa sebesar Rp139 triliun, yang kemudian tumbuh signifikan 24,4% year-on-year (yoy) menjadi Rp184 triliun pada 2017.
Sementara itu, angka pendapatan premi industri asuransi umum lebih rendah. Pada 2016, pendapatan premi industri ini tercatat sebesar Rp57 triliun, kemudian tumbuh 9,5% menjadi Rp63 triliun pada 2017, dan naik lagi 10% pada 2018 sebesar Rp70 triliun.
Namun, pada tahun lalu, pendapatan premi asuransi umum mengalami penurunan 1,4% menjadi Rp69 triliun.
Pantro menjelaskan, sebagai holding perusahaan asuransi pelat merah bentukan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), IFG Life merupakan pemain besar di pasar asuransi umum.
Nantinya, IFG Life akan menjadi induk dari sembilan perusahaan, yakni PT Jasa Raharja, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, PT Bahana Kapital Investa, dan PT Grahaniaga Tatautama.
“Oleh karena itu, holding IFG mempunyai peran untuk memperkuat industri asuransi dan penjaminan, serta mendapat mandat untuk mendirikan asuransi jiwa yang baru agar dapat mengoptimalkan perlindungan masyarakat,” tambah Pantro.
Seperti diketahui, IFG Life sendiri merupakan perusahaan asuransi jiwa pengganti PT Jiwasraya (Persero). Nantinya, pemegang polis yang telah direstrukturisasi dari Jiwasraya, akan dipindahkan ke perusahaan baru ini.
IFG Life akan memperoleh bail-in dana sebesar Rp22 triliun yang akan berikan dalam dua tahap. Pertama, yakni Rp10 triliun pada 2021 dan Rp12 trilun pada 2022.
Pantro menjelaskan, persiapan terkait perizinan masih dipersiapkan. Ia mengaku, saat ini pihaknya tengah mengajukan permohonan ke Kementerian BUMN untuk selanjutnya diproses di OJK.
Ia berharap, semua proses akan rampung pada akhir tahun. Di samping itu, selama lima bulan yang lalu, pihaknya telah merancang skema operasional, bisnis model, sumber daya manusia (SDM), dan tekologi yang akan dipakai.
“Kami telah melakukan seleksi sebanyak 1.100 agen yang nantinya akan membantu penjualan produk dari IFG Life,” ungkapnya.
