Mantap, Kinerja dan Penerimaan Bea Cukai 2019 Naik lho
JAKARTA – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai RI merilis laporan hasil kinerja dan penerimaan di sejumlah daerah sepanjang 2019. Kepala Kantor Bea Cukai Riau, Ronny Rosfyandi memaparkan semua hasil pencapaian Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Riau sepanjang tahun 2019. Bea Cukai Riau telah mengumpulkan penerimaan negara sebesar Rp279,7 miliar atau 94,64% dari target yang ditetapkan sebesar […]

Ananda Astri Dianka
Author


beacukai.go.id
(Istimewa)JAKARTA – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai RI merilis laporan hasil kinerja dan penerimaan di sejumlah daerah sepanjang 2019.
Kepala Kantor Bea Cukai Riau, Ronny Rosfyandi memaparkan semua hasil pencapaian Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Riau sepanjang tahun 2019. Bea Cukai Riau telah mengumpulkan penerimaan negara sebesar Rp279,7 miliar atau 94,64% dari target yang ditetapkan sebesar Rp295 milyar.
Penerimaan yang dikumpulkan tersebut terdiri dari bea masuk sebesar Rp153,3 miliar, bea keluar Rp125,42 miliar dan cukai Rp968,19 juta. Pemberian fasilitas kepabeanan juga memberikan dampak positif bagi perekonomian.
Berdasarkan data per semester I tahun 2019, nilai total investasi pengguna fasilitas kepabeanan mencapai Rp135 triliun, juga mampu menyerap tenaga kerja sebesar 30.775 pegawai dan devisa ekspor sebesar Rp14 triliun.
Dampak Positif Kepabeanan
“Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemberian fasilitas kepabeanan di wilayah kerja Kanwil Bea Cukai Riau memberikan dampak positif terhadap perekonomian di Provinsi Riau,” ujar Ronny Kamis (30/01).
Dari sisi pengawasan, Bea Cukai Riau berhasil melakukan 424 penindakan dengan total potensi kerugian negara sebesar Rp42,29 miliar atas berbagai jenis komoditas seperti narkotika, psikotropika dan prekusor (NPP), hasil tembakau, handphone, gadget dan aksesesoris, minuman mengandung etil alkohol, ballpress, dan berbagai macam komoditas lainnya yang melanggar ketentuan.
Selain dari Riau, Bea Cukai Kudus juga menyampaikan capaian kinerja dan press release hasil penindakan tahun 2019 pada(23/01). Gatot Sugeng Wibowo selaku Kepala Kantor Bea Cukai Kudus menyampaikan penerimaan tahun 2019 berhasil melampaui target, yaitu senilai Rp31,7 triliun dari Rp31,5 triliun target yang ditetapkan.
Sementara indeks kepuasan pengguna jasa menorehkan angka 4,36 dari skala 5 dengan kategori puas. Bea Cukai Kudus juga berhasil menindak 21 juta batang rokok ilegal dan 2,87 ton tembakau iris ilegal selama tahun 2019. Salah satu program Bea Cukai Kudus kerja tahun 2020 adalah menawarkan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor-industri kecil menengah (KITE-IKM).
Kemudahan Ekspor
“Fasilitas ini kami berikan kepada perusahaan yang berorientasi ekspor. Keuntungan yang bisa dimanfaatkan yaitu pembebasan bea masuk serta tidak dipungutnya pajak pada saat impornya dengan tujuan untuk meningkatkan neraca ekspor,” ungkap Gatot.
Selain itu, pada Selasa (28/01) lalu, Bea Cukai Bengkulu juga memaparkan terkait hasil kinerjanya pada tahun 2019. Khaerul Syah selaku Kepala Seksi Perbendaharaan menjelaskan bahwa Bea Cukai Bengkulu telah melakukan beberapa penindakan dalam fungsinya sebagai community protector, diantaranya yaitu 10 kasus pada barang kiriman seperti sex toys, anak panah dan lain-lain, hingga satu juta batang rokok ilegal.
Dalam sisi capaian penerimaan, Bea Cukai Bengkulu telah capai angka 122,7% dari target yang telah ditentukan. Dengan nilai Rp19.416.419.000 dari target Rp15.818.432.756. Dari sisi kemandirian APBN Tahun Anggaran 2019 dapat dilihat dari penerimaan perpajakan yang tumbuh signifikan sehingga memberikan kontribusi dominan terhadap pendapatan negara serta mengurangi kebutuhan pembiayaan yang bersumber dari utang.
“Dengan APBN yang sehat, adil dan mandiri, diharapkan kebijakan fiskal akan mampu merespon dinamika volatilitas global, menjawab tantangan dan mendukung pencapaian target-target pembangunan secara optimal,” pungkas Khaerul.
