Industri

Makin Digital, Aplikasi MyPertamina Tembus 10 Juta Pengguna

  • JAKARTA – Jumlah pengguna aplikasi MyPertamina mencapai 10 juta akun. Senior Vice President Corporate Communication and Investor Relation PT Pertamina (Persero) Agus Suprijanto mengatakan, layanan ini terus meningkat sejalan dengan program digitalisasi di 5.518 SPBU Pertamina. Menurutnya, aplikasi ini mampu menjamin keamanan dalam bertransaksi. Selain itu, konsumen juga bisa menggunakan berbagai fitur, misalnya mencari titik […]

<p>SPBU Pertamina /Foto: pertamina.com</p>

SPBU Pertamina /Foto: pertamina.com

(Istimewa)

JAKARTA – Jumlah pengguna aplikasi MyPertamina mencapai 10 juta akun. Senior Vice President Corporate Communication and Investor Relation PT Pertamina (Persero) Agus Suprijanto mengatakan, layanan ini terus meningkat sejalan dengan program digitalisasi di 5.518 SPBU Pertamina.

Menurutnya, aplikasi ini mampu menjamin keamanan dalam bertransaksi. Selain itu, konsumen juga bisa menggunakan berbagai fitur, misalnya mencari titik SPBU terdekat, informasi dan promo menarik, serta mendapat poin dalam setiap pembelian produk Pertamina.

“Sejalan degan era digital, transaksi nontunai akan ditingkatkan sehingga konsumen bisa mendapatkan kemudahan dan kenyamanan,” mengutip keterangan resmi, Rabu, 17 Maret 2021.

Selain meningkatkan layanan melalui aplikasi digital, Agus menambahkan, pihaknya juga terus memperluas jangkauan program BBM Satu Harga di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T). Hal ini diharapkan supaya harga BBM lebih terjangkau.

Dalam program BBM Satu Harga, katanya, perseroan tengah mempersiapkan tambahan titik lembaga penyalur yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulutgo, Sultengbar, Maluku Utara dan Papua.

Pembangunan titik baru ini merupakan sebagian dari target 76 titik yang akan dibangun tahun ini. Saat ini, sebanyak 20 titik sedang memasuki tahap persiapan dan akan memasuki tahap uji operasi.

Agus bilang, hingga akhir tahun ini, target yang akan dibangun sebanyak 319 titik sehingga pada 2024 bisa mencapai 500 titik.

“Dengan adanya BBM Satu Harga, maka kebutuhan BBM di wilayah 3T akan tercukupi secara berkelanjutan. Dampaknya pun bisa meningkatkan mobilitas masyarakat,” ungkapnya.