Kontraksi 44 Persen, CIMB Niaga Masih Untung Rp2 Triliun pada 2020
JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) melaporkan laba bersih senilai Rp2,01 triliun pada 2020, turun 44,78% dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp3,64 triliun. Presiden Direktur CIMB Niaga, Tigor Siahaan menyatakan, tahun lalu merupakan tahun bersejarah bagi CIMB Niaga di tengah tantangan yang dihadapi industri perbankan sebagai dampak dari COVID-19. “Tidak ada yang lebih […]

Ananda Astri Dianka
Author


Graha CIMB Niaga. / Grahaniaga.co.id
(Istimewa)JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) melaporkan laba bersih senilai Rp2,01 triliun pada 2020, turun 44,78% dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp3,64 triliun.
Presiden Direktur CIMB Niaga, Tigor Siahaan menyatakan, tahun lalu merupakan tahun bersejarah bagi CIMB Niaga di tengah tantangan yang dihadapi industri perbankan sebagai dampak dari COVID-19.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
“Tidak ada yang lebih penting pada 2020 dibandingkan kelangsungan usaha perseroan. Langkah itu kami wujudkan dengan memprioritaskan kesejahteraan karyawan, membantu nasabah agar usaha mereka dapat terus berjalan dan kebutuhan finansial tetap terpenuhi, serta turut mendukung program Pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional,” kata Tigor dalam keterangan resmi, Senin, 22 Februari 2021.
Dari sisi kecukupan permodalan dan likuiditas, BNGA mencatat rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) masing-masing sebesar 21,92% dan 82,91% hingga 31 Desember 2020.
Adapun, total aset perseroan mencapai Rp280,9 triliun, dengan demikian, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset.
Sementara, total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sejumlah Rp207,5 triliun dengan rasio CASA sebesar 59,62%. Giro dan Tabungan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 14,1% year-on-year (Yoy) dan 14,4% (yoy).
Sedangkan, jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp174,8 triliun. Kontributor terbesar adalah bisnis Consumer Banking yang tumbuh 1,7% (yoy).
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh 5,9% (yoy), sementara Kredit Pemilikan Mobil (KPM) meningkat sebesar 4,5% (yoy).
