Industri

Jurus Bank Mandiri Genjot Kinerja Anak Usaha

  • Emiten pelat merah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memiliki sejumlah strategi untuk mengembangkan anak perusahaan.

<p>Suasana pelayanan nasabah di kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Jum&#8217;at 29 Mei 2020. Bank Mandiri saat ini telah menerapkan serangkaian protokol untuk memulai skenario New Normal di masa pandemi COVID-19 sesuai dengan surat edaran Menteri BUMN  Nomor S-336/MBU/05/2020 tentang antisipasi skenarioThe New Normal Badan Usaha Milik Negara. Protokol tersebut saat ini telah disosialisasikan melalui kanal media komunikasi Bank Mandiri di seluruh kantor utama maupun cabang yang tersebar di dalam dan luar negeri. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Suasana pelayanan nasabah di kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Jum’at 29 Mei 2020. Bank Mandiri saat ini telah menerapkan serangkaian protokol untuk memulai skenario New Normal di masa pandemi COVID-19 sesuai dengan surat edaran Menteri BUMN Nomor S-336/MBU/05/2020 tentang antisipasi skenarioThe New Normal Badan Usaha Milik Negara. Protokol tersebut saat ini telah disosialisasikan melalui kanal media komunikasi Bank Mandiri di seluruh kantor utama maupun cabang yang tersebar di dalam dan luar negeri. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA – Emiten pelat merah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memiliki sejumlah strategi untuk mengembangkan anak perusahaan.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi merinci salah satu strategi itu adalah memfokuskan perusahaan anak pada peranan yang lebih spesifik. Hal ini bertujuan untuk mendorong kinerja serta mendapatkan pertumbuhan dan kontribusi yang berkelanjutan.

“Pada intinya, kami terus mencari peluang untuk mendorong pertumbuhan perusahaan anak secara sehat di tengah berbagai tantangan yang ada saat ini. Misalnya, mendorong kolaborasi dengan memanfaatkan basis nasabah segmen wholesale banking Bank Mandiri maupun jaringan value chain-nya,” kata Darmawan dalam laman resmi, Selasa, 16 Februari 2021.

Selain itu, Bank Mandiri juga melakukan inovasi teknologi informasi atau digitalisasi untuk memastikan peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam berbisnis. Tak ketinggalan, emiten bersandi saham BMRI ini juga memperkuat pengalaman positif nasabah.

Di sisi lain, Mandiri Group juga memenuhi kebutuhan advisory bisnis dan aksi korporasi nasabah. Layanan tersebut akan terus berkembang baik dalam format konvensional maupun syariah.

Pendekatan lainnya adalah melalui optimalisasi pengelolaan risiko perusahaan anak secara ketat dan terkonsolidasi agar dapat dilakukan langkah-langkah mitigasi yang komprehensif.

“Langkah optimalisasi pengelolaan risiko dapat membantu mengidentifikasi permasalahan yang mungkin muncul sehingga seluruh aktivitas bisnis di Mandiri Group dapat berjalan lancar,” katanya

Per Desember 2020, perseoran mendulang kontribusi berupa laba bersih, sinergi pendapatan jasa (fee based income), dan kolaborasi pembiayaan (joint financing) senilai total Rp5,04 triliun dari perusahaan anak.

Adapun, laba bersih anak perusahaan tumbuh 8,97% year on year (yoy) atau berkontribusi 29,47% dari laba bersih Mandiri Group pada periode itu. Nilai ini naik dari 16,83% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut terutama terdorong oleh pertumbuhan laba bersih perusahaan anak bagi Bank Mandiri sebesar Rp3,6 triliun, tumbuh 33,62%.

Sebagai informasi, Bank Mandiri Group memiliki anak usaha PT Mandiri Sekuritas, PT Mandiri Manajemen Investasi, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Kemudian, PT Bank Mandiri Taspen/Mantap, dan PT AXA-Mandiri Financial Services.

Selanjutnya, Mandiri AXA General Insurance, Mandiri InHealth, dan Mandiri Tunas Finance. Terakhir, Mandiri Utama Finance, Mandiri International Remittance, Mandiri Europe, dan Mandiri Capital Indonesia. (SKO)