IKM Logam Asal Tegal Gotong Royong Penuhi Substitusi Impor Otomotif
JAKARTA – Program substitusi impor yang tengah dilakukan PT. Sinar Agung Selalu Sukses (SASS) di masa pandemi COVID-19 membawa keuntungan bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di sentra logam Tegal, Jawa Tengah. Kolaborasi antara IKM di Tegal dengan perusahaan manufaktur otomotif besar seperti SASS merupakan upaya dari Kementerian Perindustrian untuk menjajaki pasar baru di […]

Ananda Astri Dianka
Author


Sumber: Blibli.com
(Istimewa)JAKARTA – Program substitusi impor yang tengah dilakukan PT. Sinar Agung Selalu Sukses (SASS) di masa pandemi COVID-19 membawa keuntungan bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di sentra logam Tegal, Jawa Tengah.
Kolaborasi antara IKM di Tegal dengan perusahaan manufaktur otomotif besar seperti SASS merupakan upaya dari Kementerian Perindustrian untuk menjajaki pasar baru di industri otomotif.
“Kami telah menggelar program link and match antara IKM dengan perusahaan besar,” Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2020.
SASS sendiri merupakan produsen suku cadang kendaraan bermotor roda dua dan empat untuk pasar original equipment manufacturer (OEM) maupun aftermarket. Dengan demikian, IKM logam otomotif asal Tegal mendapatkan purchase order (PO) dari SASS untuk membuat produk substitusi impor berupa handle socket LT 10 ton, handle socket LT 5 ton, dan handle socket LT 30,32 ton dan tangkai spion.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
- Anies Baswedan Tunggu Titah Jokowi untuk Tarik Rem Darurat hingga Lockdown
- IPO Akhir Juni 2021, Era Graharealty Dapat Kode Saham IPAC
IKM yang akan mengerjakan produk substitusi impor tersebut adalah PT. Bimuda Karya Teknik yang didukung oleh IKM lainnya seperti PT. Mitra Karya Tegal dan PT. Tiga Bersaudara.
Untuk mengerjakan proyek substitusi impor ini, PT. Mitra Karya Tegal menggandeng sejumlah IKM logam lainnya dalam memproduksi aksesoris kendaraan roda dua. Sementara, pemenuhan kebutuhan bahan baku logam, IKM di sentra logam Tegal telah didukung oleh Material Center dari Ditjen IKMA dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal.
“Material Center di Tegal mampu menyediakan bahan baku dengan harga kompetitif bagi IKM, sehingga dapat memperkuat daya saing IKM terlebih pada masa pandemi covid-19 saat ini,” jelas Gati.
Nantinya, produk akan diproduksi dengan mesin stamping, sayangnya, IKM perlu melakukan investasi untuk pembuatan dies (cetakan) dengan biaya yang tidak sedikit.
Oleh karena itu, program restrukturisasi mesin dan peralatan yang kami miliki diharapkan dapat membantu meringankan pelaku IKM dalam investasi pembuatan dies tersebut,” imbuh Gati.
