Industri

Hunian Ramah Lingkungan Mulai Menarik bagi Konsumen Properti

  • Konsumen properti mulai menyadari pentingnya fitur ramah lingkungan pada hunian atau apartemen incaran mereka.
Bukit Podomoro di Jakarta Timur, properti milik PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) / Foto: Agung Podomoro
Bukit Podomoro di Jakarta Timur, properti milik PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) / Foto: Agung Podomoro (Bukit-podomoro.net)

JAKARTA - Konsumen properti mulai menyadari pentingnya fitur ramah lingkungan pada hunian atau apartemen incaran mereka. Hal ini terlihat dari riset Consumer Sentiment Survey H2 2021 oleh Rumah.com.

“Rumah yang ramah lingkungan bukan lagi sekadar wacana, tetapi dianggap bisa berdampak langsung terhadap penghematan dan kenyamanan,” ungkap Country Manager Rumah.com Marine Novita dalam keterangan tertulis yang dikutip Rabu, 6 Oktober 2021.

Ia mengungkapkan, sebanyak sembilan dari sepuluh responden Rumah.com merasa fitur ramah lingkungan sangat penting sebagai bagian dari sustainable living.

Tercatat, sebanyak 48% dari responden survei berharap fitur ramah lingkungan dapat mengurangi penggunaan listrik. Kemudian, 40% responden berharap rumah yang ramah lingkungan mudah dijangkau oleh angkutan umum.

Konsep sustainable living ini juga erat kaitannya dengan ciri-ciri rumah sehat. Menurut standar yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tentang standar rumah layak huni, bahan bangunan rumah sehat harus bebas dari zat berbahaya.

Selain itu, dinding dan lantai rumah juga harus kering alias tidak lembab, serta mudah dibersihkan. Kemudian, lantai rumah juga bisa dibuat lebih tinggi dari halaman luar dengan ketinggian minimal 10 cm dan 25 cm dari permukaan jalan.

Syarat kedua adalah pencahayaan dan ventilasi harus baik untuk memastikan sirkulasi udara. Hal ini dianggap berpengaruh penting terhadap kesehatan. Sebagai patokan, luas bukaan jendela sendiri minimal satu per sembilan luas ruangan. Selain itu, jendela harus bisa ditembus sinar matahari.

Pencahayaan alami ini berguna untuk menghemat energi listrik selama siang hari sehingga lebih hemat energi. Kriteria lainnya adalah ramah lingkungan sehingga tidak boros menggunakan AC. Lokasi hunian juga dipastikan di area strategis dan dekat dengan ruang terbuka hijau.

Perlu diketahui, penghuni juga harus mempunyai pengaturan ruang ideal, di mana ruang tersebut mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan. Ruangan harus diatur sebagaimana fungsinya agar dapat memberikan kenyamanan dan memudahkan aktivitas.

Namun, apabila ruangan yang ada masih terbatas, penghuni bisa menciptakan ruang terpadu yang bisa dimanfaatkan untuk mengakomodasi beberapa fungsi sekaligus.