Industri

Garap Kilang Balongan dan Balikpapan, UEA Kucurkan Investasi Rp280 Triliun

  • JAKARTA – Negara para Emir, Uni Emirat Arab (UEA) akan menyalurkan investasi di Indonesia sebesar USD20 miliar (Rp280 triliun). Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pada Senin (6/1).

Gedung Pencakar Langit Burj Khalifa

Burjkhalifa.ae

(Istimewa)

JAKARTA, 7 Januari 2020 -Uni Emirat Arab (UEA) akan menyalurkan investasi di Indonesia sebesar USD20 miliar (Rp280 triliun). Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pada Senin (6/1).

Menurut Luhut, komitmen investasi tersebut ia dapat dari hasil kunjungannya ke UEA pada Desember 2019 lalu. “UEA dan RI akan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) investasi di Abu Dhabi pada 13 Januari 2020. MoU yang ditandatangani mencakup bidang minyak dan gas, petrokimia, pertanian, hingga Pendidikan,” ucapnya dikutip dari CNN Indonesia.

Luhut menegaskan, investasi dari Uni Emirat Arab tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia tak melulu bergantung kepada China. Ia menyampaikan hal tersebut karena banyaknya pihak yang menuding pemerintah terlalu pro terhadap China. “Kucuran investasi dari UEA ini sekaligus menjawab bahwa pemerintah tidak selalu mengedepankan investasi dari China,” ungkapnya.

“Kerja sama di bidang petrokimia dan petroleum yang telah disepakati adalah kesepakatan antara Pertamina. Kemudian Adnoc untuk pengembangan kilang di Balongan,” jelasnya. “Juga ada kerjasama antara Masdar dan PLN untuk kesepakatan pembangunan panel tenaga surya terapung 145 GW (PLTS Cirata). Juga kerjasama Pertamina dan Mubadala untuk pengembangan kilang di Balikpapan.

Ia melanjutkan, juga terdapat kerjasama antara EGA dan Inalum untuk pengembangan smelter dan hydropower berbasis 500.000 ton per tahun aluminium smelter di Kalimantan Utara. Juga penandatanganan kontrak antara Chandra Asri dan Adnoc dengan kontrak jangka panjang.