Gaji Ke-13 PNS Mulai Cair, Bisa Ungkit Daya Beli?
Gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah dicairkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sejak awal Juni 2021. Ekonom menilai gaji ke-13 itu bisa menjadi pengungkit daya beli di kuartal II-2021, meski tidak signifikan.

Muhamad Arfan Septiawan
Author


JAKARTA – Gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah dicairkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sejak awal Juni 2021. Ekonom menilai gaji ke-13 itu bisa menjadi pengungkit daya beli di kuartal II-2021, meski tidak signifikan.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan Rp16,8 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk gaji ke-13 bagi PNS dan pensiunan tahun ini. Secara rinci, anggaran itu terdiri dari Rp7,6 untuk PNS dan Rp8,7 triliun untuk pensiunan.
Sama seperti tahun lalu, gaji ke-13 PNS pada 2021 tidak menyertakan tunjangan kinerja atau Tukin. Pencarian tanpa tukin ini juga berlaku pada pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini.
Pencairan gaji ke-13 dilakukan secara bertahap mulai awal Juni 2021. Pencairan gaji ke-13 itu mengacu kepada Peraturan Menkeu (PMK) No. 42/PMK.05/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian THR dan Gaji ke-13 kepada Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan tahun 2021 yang bersumber dari APBN.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan gaji ke-13 menjadi tambahan yang bisa mengungkit daya beli di kuartal II-2021. Gaji yang dinikmati sekitar 4,2 juta orang ini dinilainya bisa mengungkit perekonomian.
“Ini ibarat fresh money tambahan untuk gerakan konsumsi rumah tangga ketika THR sudah selesai,” ujar Bhima Bhima kepada Trenaisa.com, Jumat, 4 Juni 2021.
Kendati demikian, dampaknya hanya akan berlangsung secara singkat saja. Menurut Bhima, pemerintah perlu melancarkan strategi anyar untuk membuat daya beli masyarakat terungit secara berkala dan konsisten.
“Secara umum jika ada 4,2 juta orang PNS dikali per orang menanggung 4 anggota keluarga artinya ada dampak langsung ke 16,8 juta penduduk,” kata Bhima.
Bhima berharap pencairan gaji ke-13 ini bisa dioptimalkan PNS untuk melakukan konsumsi. Apalagi, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) terakhir pada April 2021 terpantau telah kembali ke zona optimis dengan skor 101,5. (RCS)
