Diprediksi Bertahan Hingga Tahun Depan, BI Beri Sinyal Naikkan Suku Bunga Acuan
JAKARTA – Penurunan suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI) di level 3,5% dikatakan tak bisa lebih rendah lagi dari itu. Alih-alih turun, BI diproyeksikan bakal mempertahankan level ini hingga tahun depan. Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah menyampaikan, suku bunga acuan bank sentral sangat bergantung pada kondisi perekonomian global […]

Ananda Astri Dianka
Author


Karyawati menunjukkan mata uang Dolar Amerika dan Rupiah di salah satu teller bank, di Jakarta, Rabu, 3 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – Penurunan suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI) di level 3,5% dikatakan tak bisa lebih rendah lagi dari itu. Alih-alih turun, BI diproyeksikan bakal mempertahankan level ini hingga tahun depan.
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah menyampaikan, suku bunga acuan bank sentral sangat bergantung pada kondisi perekonomian global serta domestik.
“Kalau pandemi masih berlanjut dengan ekonomi tertahan, bank-bank sentral dunia pasti tetap menahan, jadi BI tidak akan mendahului untuk menaikan suku bunga acuan,” kata Piter pada TrenAsia.com, Rabu 5 Mei 2021.
Piter memberikan pengandaian kondisi di mana BI bisa mendahului bank sentral dunia untuk menaikkan suku bunga. Seperti misalnya Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang jauh di atas rata-rata global.
“Walaupun ini terlalu ekstrim ya. Misalnya pandemi di Indonesia tak ada sedangkan di luar negeri justru terus tinggi ya kemungkinan bisa terjadi BI mendahului,” terangnya.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Akan tetapi, lanjut Piter, BI biasanya akan merespons kebijakan bank sentral global. Sebab, BI dinilai lebih mementingkan nilai tukar rupiah daripada inflasi.
Pertimbangan lainnya adalah arus modal, ketika bank sentral global sudah menaikkan suku bunga, maka yield juga akan naik. Sehingga mau tidak mau BI harus menaikkan normalisasi suku bunga.
“Jika tidak, akan terjadi kekhawatiran terkait modal asing keluar dari Indonesia.”
Sebagai informasi, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 3,5%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%. Penurunan suku bunga acuan ini telah sebesar 150 bps sejak 2020.
Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, meskipun prakiraan inflasi tetap rendah. (RCS)
