Bumi Resources Terus Proses Pelunasan Utang, Saham Masih Datar di Rp50
JAKARTA – Emiten pertambangan batu bara PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) terus memproses pembayaran utang-utangnya. Terbaru, perseroan membayar bunga ke-10 utang tranche A senilai US$6,51 juta atau setara Rp94,13 miliar (kurs tengah BI Rp14.460 per dolar Amerika Serikat). Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Bumi Dileep Srivastava menyampaikan, pembayaran utang tersebut terlah berlangsung pada Rabu, 8 Juli […]

Issa Almawadi
Author


ilustrasi: batubara. Foto: knoxnews
(Foto: knoxnews)JAKARTA – Emiten pertambangan batu bara PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) terus memproses pembayaran utang-utangnya. Terbaru, perseroan membayar bunga ke-10 utang tranche A senilai US$6,51 juta atau setara Rp94,13 miliar (kurs tengah BI Rp14.460 per dolar Amerika Serikat).
Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Bumi Dileep Srivastava menyampaikan, pembayaran utang tersebut terlah berlangsung pada Rabu, 8 Juli 2020 melalui agen fasilitas.
Dileep menerangkan, dengan dilakukannya pembayaran triwulanan ke-10 tersebut, total utang yang telah dibayarkan keseluruhan sebesar US$327,82 juta secara tunai atau Rp4,74 triliun.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
- Anies Baswedan Tunggu Titah Jokowi untuk Tarik Rem Darurat hingga Lockdown
- IPO Akhir Juni 2021, Era Graharealty Dapat Kode Saham IPAC
“Terdiri atas pokok Tranche A sebesar US$195,8 juta dan bunga sebesar US$132,02 juta, termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayar (back interest),” ungkap Dileep.
Selain itu, Dileep juga mengungkapkan, pembayaran berikutnya atas tranche A akan jatuh tempo pada Oktober 2020.
Di sisi lain, kupon payment in kind (PIK) mulai 11 April 2018 hingga 8 Juli 2020 atas tranche B dan C juga sudah mulai dikapitalisasi.
Sebelum pambayaran ini, perseroan juga melakukan pembayaran atas pokok utang dan bunga jangka panjang tranche A US$7,51 juta pada 8 April 2020.
Secara total, Bumi punya utang jangka panjang senilai US$1,4 miliar yang terdiri dari jumlah notes US$815,04 juta, fasilitas China Development Bank atau CDB US$568,78 juta dan fasilitas senior secured US$18,35 juta.
Meski Bumi terus membayar utangnya, para investor belum merespon positif saham BUMI. Sejak 20 Februari 2020, saham BUMI mentok di level terendah Rp50 hingga saat ini.
Padahal harganya per akhir 2019 masih di level Rp66. Dengan begitu, saham BUMI sepanjang tahun ini sudah turun 24,24%.
Penurunan harga saham BUMI sejalan dengan kinerja keuangan Bumi. Hingga kuartal I-2020, Bumi mencatat rugi US$35,09 juta atau setara dengan Rp517,08 miliar (kurs tengan BI Rp14.733 per dolar Amerika Serikat). Pada periode sama tahun 2019, Bumi Resources masih untung US$48,44 juta atau Rp713,67 miliar.
Dileep pernah menerangkan, kinerja perseroan tidak lepas dari penurunan harga batu bara yang melemah 6% dari US$52,3 per ton pada kuartal I-2019 menjadi US$49 per ton. Terlebih, perseroan juga harus menanggung biaya produksi yang tinggi, sehingga memangkas marjin laba.
“Meski begitu, kami masih berhasil menghasilkan laba operasi US$72 juta,” ungkap Dileep.
