Industri

Buka Trayek Internasional, Pelindo I Ekspor CPO ke Port Klang Malaysia

  • Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo I cabang Dumai mengekspor komoditas Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya sebanyak 19 box ISO tank berukuran 20 feet ke Port Klang, Malaysia.

Pelabuhan yang dikelola oleh BUMN PT Pelabuhan Indonesia I (Persero).
Pelabuhan yang dikelola oleh BUMN PT Pelabuhan Indonesia I (Persero). (Pelindo1.co.id)

JAKARTA – Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo I cabang Dumai mengekspor komoditas Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya sebanyak 19 box ISO tank berukuran 20 feet ke Port Klang, Malaysia.

General Manager Pelindo I cabang Dumai Jonedi Ramli mengatakan, layanan ekspor peti kemas ini menambah fitur layanan bisnis kepelabuhanan. Tujuannya adalah memfasilitasi permintaan para pengguna jasa untuk membuka trayek pelayaran peti kemas internasional.

“Pelabuhan Dumai memiliki posisi yang strategis untuk melakukan ekspor peti kemas sehingga pengiriman barang bisa efisien dan efektif, baik dari sisi waktu dan biaya logistik,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikutip TrenAsia.com, Jumat, 23 April 2021.

Dalam kegiatan ekspor ISO tank ini, perusahaan bekerja sama dengan PT Ben Line selaku perwakilan dari Den Hartogh Asia Pacific.

Sementara untuk barge atau tongkang yang digunakan sebagai alat angkut, Pelindo I Dumai didukung oleh PT Segara Mitra Abadi sebagai agen dari MIT Cargo (Pvt) Ltd. Komoditas CPO dan turunannya sendiri diekspor ke Port Klang, Malaysia yang kemudian diteruskan ke wilayah Asia Timur.

Sebelum ada jalur pelayaran ini, kata Jonedi, pelaku bisnis harus mengirimkan barang melalui jalur darat lewat pelabuhan lain dengan jangka waktu tiga hari perjalanan,

Namun, setelah adanya ekspor melalui Pelabuhan Dumai, waktunya bisa dipangkas menjadi kurang lebih 22 jam perjalanan.

Sebagai informasi, pada kuartal I 2021, throughput Pelindo I Dumai mengalami peningkatan pada kunjungan kapal dengan total volume 9.955 Gross Tonnage (GT), meningkat 1,33% dibandingkan dengan periode yang sama 2020 yang sebanyak 9.824 GT.

Adapun bongkar muat peti kemas tercatat sebanyak 3.608 box, naik 43,23% dibandingkan dengan kuartal-I 2020 sebesar 2.519 box.